Wasekjen PBB - Suciwati Lakukan Pertemuan Tertutup

jawapos / Indonesia Media

Setelah mengunjungi berbagai kota di nusantara untuk memantau penegakan HAM, Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Pekerja HAM Hina Jilani kembali ke ibu kota. Pada akhir kunjungannya, perempuan asal Pakistan itu memberikan perhatian khusus pada penyelesaian kasus kematian aktivis HAM Munir.

Hina Jilani datang ke kantor Kontras untuk menemui Suciwati, istri almarhum Munir. Saat itu Suciwati didampingi Usman Hamid (Kontras), Asmara Nababan (Demos), Choirul Anam (HRWG), dan Rusdi Marpaung (Imparsial).

"Kedatangan Hina Jilani kami anggap dukungan yang semakin memperkuat apa saja yang sudah kami lakukan. Kami menjadi semakin optimistis," kata Suciwati. Dalam pertemuan selama 40 menit yang berlangsung tertutup itu, Suciwati menceritakan penyelesaian kasus Munir yang mandek begitu lama. "Berbagai hambatan itu kami ceritakan," lanjutnya.

Usman menambahkan, satu hal yang mereka garis bawahi adalah penyidikan polisi terkesan tersubordinasi oleh Badan Intelijen Nasional. Sebab, kasus itu diduga kuat melibatkan oknum pejabat intelijen di masa lalu. "Kami juga ceritakan minimnya informasi yang diberikan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung kepada Suciwati sebagai korban," imbuhnya.

Menurut Asmara, Jilani yang sudah pernah bertemu dengan Suciwati di beberapa forum, termasuk di Thailand pada Desember tahun lalu, itu mendengarkan dan mencatat berbagai informasi tersebut untuk disusun menjadi kesimpulan akhir tentang kondisi HAM di Indonesia. "Khusus untuk kasus Munir akan dilaporkan tersendiri ke Komisi HAM PBB," lanjutnya.

Jilani saat dicegat wartawan usai pertemuan tersebut enggan berkomentar banyak. Dia langsung memasuki mobil Kijang silver dengan pelat nomor diplomatik. "No comment," jawabnya saat ditanya apakah PBB akan terus mendesak Indonesia.

Dia berjanji akan mengadakan jumpa pers soal itu pada 12 Juni di kantor sekretariat PBB di Jakarta.

       

 


FastCounter by bCentral