Indonesia Reef 2007
Kegiatan Perdana Berlangsung di Perairan Taman Nasional Komodo
Keterangan Lebih Lanjut: Salim Djundam, National Geographic Indonesia / Indonesia Media
Indonesia Reef 2007 (IR 2007) akan dimulai dari perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sejak tanggal 30 Mei hingga 4 Juni, relawan kegiatan ini akan melakukan pemeriksaan kondisi terumbu karang di kawasan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari sebuah kegiatan kemitraan yang bertujuan untuk mengampanyekan penyelamatan terumbu karang dan satwa laut lainnya di Indonesia secara simultan dan mengembangkan daerah tujuan wisata dan kegiatan pariwisata yang ramah lingkungan.
IR 2007 mengajak para relawan olahraga selam, dari pehobi kegiatan menyelam, pemerhati lingkungan hingga pihak swasta, bahu-membahu melakukan kegiatan pengecekan kondisi terumbu karang di berbagai lokasi di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Papua. ” Ada sekitar 18 wilayah yang akan dikunjungi relawan dan di tiap tempat akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang bekerja untuk kawasan itu,” ujar Tantyo Bangun, Pemimpin Redaksi National Geographic.
Para mitra yang terdiri dari lembaga riset Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), organisasi non-pemerintah (Yayasan Reef Check Indonesia, Yayasan Terangi, WWF Indonesia, Conservation International Indonesia, The Nature Conservancy, Flora Fauna Indonesia, serta Jaringan Reef Check Indonesia), serta Odydive berembuk di Jakarta untuk merumuskan langkah dan mendetilkan pelaksanaan kegiatan pada awal tahun 2007.
Setelah mendapatkan konsep dan gambaran kegiatan, pemerintah pusat(Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan dan Departemen Pariwisata dan Kebudayaan), pemerintah daerah, serta sejumlah dive operator menyatakan dukungan atas kegiatan ini.
Untuk kegiatan di wilayah Komodo, sejumlah pihak telah menyatakan dukungan dan partisipasi dalam kegiatan perdana ini. Bupati Manggarai Barat Drs Wilfridus Fidelis Pranda telah mengagendakan pertemuan dengan para relawan pada Senin, (4/6), mendatang di kantornya. Acara tersebut akan ditutup dengan pelepasan tim relawan sebelum kembali ke Jakarta. ”Saya sendiri menjemput tim relawan di Bandara Komodo pada hari Rabu (30/5),” ujar Victor Raul, Kepala Dinas Pariwisata & Budaya Manggarai Barat.
Pemerintah Kabupaten berharap tim relawan IR 2007 akan menyebarluaskan kabar dan kegiatan yang dilakukan oleh para pihak di Taman Nasional Komodo kepada publik.
Harapan yang sama juga dinyatakan oleh Tamen Sitorus, Kepala Balai Taman Nasional Komodo yang memberikan dukungan, berupa fasilitas dan tenaga pemandu yang akan mendampingi tim relawan selama kegiatan. Putri Naga Komodo telah mengkoordinir pelaksanaan kegiatan bersama CN Dive dan Bajo Dive sejak dua bulan lalu.
“Saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena saya ingin berbuat sesuatu bagi lingkungan, terutama pelestarian terumbu karang,” kata Musphyanto Chalida, salah seorang relawan yang hadir pada saat pertemuan teknis kegiatan di kantor NGI, Sabtu (26/5). Yang menarik keinginan yang tak berbeda terlontar dari empat ekspatriat yang mendaftarkan diri sebagai relawan, yaitu Richard Gamo (Filipina), Mingkwan Na Nagara (Thailand), Gordan Yap (Malaysia), dan Teresa Arianne Peligrino (Filipina).
Eunike Kristanti Nugroho, relawan lainnya yang dihubungi saat persiapan, berujar “Excited bersatu dengan rasa was-was, itu yang saya rasakan dalam persiapan mengikuti Indonesia Reef ke Komodo.” Bagi Eunike ini merupakan pengalaman pertamanya ke lokasi yang konon indah sekali pemandangan bawah airnya, bahkan dibandingkan Bunaken, Sulawesi Utara. Dan ia juga baru merasakan kali pertama melakukan kegiatan pemeriksaan terumbu karang dalam sebuah kegiatan penyelaman. Kesan para relawan dan kisah dari lapangan pun dapat disimak oleh siapa saja melalui www.indonesiareef.com
|