Direktur BUMN Juga Bunuh Diri

Indonesia Media

Skandal suap yang mendorong seorang menteri Jepang bunuh diri karena malu disusul dengan tindakan serupa dari pejabat lain di negeri itu. Seorang direktur Badan Usaha Milik Negara Jepang yang juga terkait skandal suap itu Selasa kemarin tewas bunuh diri.

 

Jenazah Shinichi Yamazaki (76), pejabat itu, ditemukan di tempat parkir apartemennya. Polisi mengatakan, dia telah melompat hingga tewas dari lantai enam apartemennya di Kota Yokohama, sebelah barat Tokyo. Bunuh diri Menteri Pertanian Toshikatsu Matsuoka Senin lalu masih menimbulkan tanda tanya.

 

Skandal suap dan dana pensiun yang salah urus itu mendorong kabinet PM Abe menggelar sidang darurat, kemarin. Skandal tersebut mengancam peluang kubu berkuasa memenangi pemilihan majelis tinggi.

 

Kasus bunuh diri Matsuoka pada Senin lalu bertepatan dengan anjloknya tingkat dukungan bagi Abe menjelang pemilihan itu, ujian besar pertamanya sejak dia berkuasa.

 

Para analis menyatakan kemunduran bagi pemerintah pro-pasar pimpinan Abe dalam pemilihan bisa merusak pandangan investor asing terhadap bursa efek Jepang.

 

Popularitas Abe anjlok menjelang kasus bunuh diri itu, terutama karena para pemilih marah atas kegagalan pemerintah membayar premi sekitar 50 juta pensiunan. Kemarahan atas korupsi merupakan faktor lain.

 

Partai-partai oposisi mengancam mengajukan mosi tidak percaya terhadap menteri kesehatan jika kubu berkuasa tetap melaksanakan rencananya menggolkan RUU ke majelis rendah. RUU itu akan mengubah secara drastis Badan Asuransi Sosial yang diguncang skandal. Badan tersebut menangani pensiun publik.

 

Abe (52), perdana menteri termuda Jepang sejak Perang Dunia II, diusung Partai Demokrat Liberal September lalu dengan harapan kemudaan dan penampilannya yang necis bisa menambah dukungan bagi partai itu menjelang pemilihan majelis tinggi.(rtr-niek-26)

       

 


FastCounter by bCentral