|
|
Para Korban Penembakan di Universitas AS Berasal dari Seluruh Dunia termasuk dari Indonesia
ap / Indonesia Media
Ke-33 korban pembantaian di Virginia Tech University berasal dari berbagai pelosok Amerika dan sejumlah negara di seluruh dunia. Rincian mulai bermunculan di berbagai laporan media mengenai identitas beberapa korban, meskipun pihak berwajib mengatakan mungkin akan diperlukan beberapa hari lagi sebelum semua nama bisa dirilis.
Seorang korban yang namanya terkenal adalah Livisu Librescu, profesor matematik di Virginia Tech. Librescu adalah seorang warga Israel kelahiran Romania. Ia dikenal di dunia internasional atas risetnya dalam teknik aeronotika. Beberapa mahasiswa Librescu mengirim e-mail kepada isterinya, Marlena, untuk memberitahukan bahwa Librescu menyelamatkan jiwa mereka dengan menghadang di depan pintu ruang kuliah supaya pelaku penembakan itu tidak bisa masuk.
Selagi ia menghadang pintu dengan tubuhnya ia menyuruh mahasiswanya supaya lari dari jendela. Ia ditembak mati, tetapi semua mahasiswanya selamat. Menurut laporan media, seorang korban lainnya adalah profesor berusia 51 tahun asal India, G.V. Loganathan, dosen teknik sipul dan lingkungan di universitas tersebut.
Seorang korban lagi adalah mahasiswa Amerika ketururnan Afrika berusia 22 tahun, Ryan Clark dari negara bagian Gerogia. Menurut berbagai laporan Clark mengambil tiga jurusan, biologi, psikologi dan bahasa Inggris, dan selalu memperoleh nilai sempurna. Polisi mengatakan mereka menahan nama-nama korban lainnya hingga identitas mereka bisa dikonfirmasi dan keluarga mereka telah diberitahu.
TTG Penembakan di VTU
Harry Adinegara / Indonesia Media
Silahkan setelah membaca pendahuluan ini, singkap perbandingan antar negara tentang gun control.
Rekor pembunuhan masal yang dilakukan teroris(?)ChoSeung-hui (Virginia Tech)masih disaingin oleh teroris Martin Bryant yang membunuh 35 orang di Port Arthur(Australia) dan melukai 37 orang yang terjadi pada tgl 27 April 1996.
Apakah benar kalau aku katakan bahwa kedua pembunuh masal ini bisa digolongkan sebagai seorang teroris, seperti halnya para jihadis yang membunuh masal rakyat yang tidak berdosa termasuk wanita dan aank2?
Penilaian orang awam rupanya bermuara dengan adanya perbedaan dua macam tindak kriminil ini, pembunuhan masal seorang jihadis rupanya di picu oleh dorongan berbasis agama. Juga bisa terjadi bahwa basis agama itu bisa digunakan seolah-olah sebagai kendaraan untuk melawan musuh dengan menghasut masyarakat untuk tujuan utama yakni mau mengusir penyerang dan agama dijadikan sebagai penggerak masa melawan musuh.
Apa bedanya dengan seorang privat,seperti Bryant dan Cho, orang seorang yang bertindak menjagal sesamanya, tanpa pandang bulu, bisa di sejajarkan dengan seorang teroris penjihad?
Rupanya kalau dilihat sepintas lalu, sepertinya teroris seperti Cho dan Bryant itu lebih rendah "moral"nya ketimbang teroris penjihad. Juga sepintas lalu bisa dikatakan bahwa teroris penjihat, sebenarnya adalah ungkapan yang kurang kena, karena pen-jihad bertindak atas panggilan agamanya(Tuhan-nya) walaupun agama itu bisa digunakan untuk selain usaha yang baik tapi juga bisa dipelintir menjadi tindakan yang ber-nuansa jahat.
Tapi yang jelas kedua versi pembunuh masal, baik itu pen-jihat dengan alasan agama maupun teroris Cho dengan alasan pribadinya, kedua2nya bisa dirunut dan kita bisa melihat lebih jauh asal musual yang menjadikan kedua versi pembunuhan masal itu dilihat dari sumber penggeraknya.
Amerika dengan kebebasan warganya memiliki senjata api, bahkan apa yang dikatagorikan sebagai assault rifle bisa dibeli di pasaran bebas. Disinilah rupanya kebebasan memiliki senjata api itu jadi biang keladinya memicu suatu kultur...main kayu antar individu dan individu melawan masyarakat. Hak mempersenjatai diri itu dijamin dalam undang2 konstitusi Amerika. Rupanya gun culture ala amerika ini ujung2nya bisa menimbulkan suatu perang antar golongan. Sampai saat ini masih terbatas dengan adanya kejadian seperti pembunuhan masal di Uni Virginia Tech ini. Tapi bukan musatahil nantinya bisa terjadi pertempuran antar golongan, pertempuran antar gang.
Dilain pihak apa yang kita kenal sebagai para jihadis, mereka bertindak membunuh secara masal karena di "himbau" oleh agama yang dianutinya. Walaupun dalih agama itu seperti duluan telah dikatakan bisa hanya dijadikan suatu kendaraan untuk melawan musuh atau orang atau golongan yang dianggap atau di-cap sebagai musuh.
Kesimpulan yang bisa ditarik dalam menelaah kedua macam teror ini kiranya tidak ber-lebih2an bahwa asal musual tindakan kejam ini di picu satu:oleh agama yang salah kaprah dan kedua: negara yang memperbolehkan orang swasta memiliki senjata api secara bebas.
Korban yang timbul karena ulah senjata api di amerika setiap tahunnya berjumlah 10 ribu orang dan tendensinya dari tahun ketahun meningkat.
Sangat menarik adalah artikel dibawah ini dimana Swiss termasuk negara kedua dimana rakyatnya memiliki senjata api terbanyak setelah amerika. Tapi bedanya penduduk Swiss dikendalikan oleh peraturan pengendalian senjata api ini secara teliti dan tertib. Disinilah bedanya. Jadi kemanusiaan itu bisa hidup apabila ada perturan, dan peraturan itu harus dipatuhi. Manusia tidak bisa hidup di alam liberal tanpa batasan.
| |