Penampilan Gamelan Kyai Doro Dasih dan Burat Wangi
Indonesia Media
Dalam rangka acara World Music Festival 2007 yang diadakan di kampus California Institute of the Arts di Valencia, para pelajar sekolah musik CalArts menampilkan gamelan Kyai Doro Dasih pada hari terakhir acara festival, hari Minggu tgl. 8 April yang lalu.
Dipimpin oleh Djoko Walujo dengan penata tari oleh I Nyoman Wenten dan Nanik Wenten yang adalah dosen-dosen pengajar di CalArts, gamelan jawa Kyai Doro Dasih menyajikan musik dan tarian dari Kesultanan Yogyakarta, Kesunanan Surakarta, Pura Pakualaman dan Pura Mangkunegaran dengan penari tamu Begawan Ciptaning, penari dan koreografer dari Surakarta yang diundang ke Amerika untuk melatih musik dan tari tradisional sebagai bagian dari program budaya oleh KJRI.
Para penonton disambut oleh pertunjukan Reog Ponorogo dari grup kesenian Sadupi yang mengawalinya dengan tari Jaran Kepang disusul oleh penampilan dua “Singa Reog”.
Setelah penonton mulai duduk acara utama dimulai dengan sambutan oleh David Rosenboom, kepala sekolah musik di CalArts yang dalam sambutannya memperkenalkan bpk. Subijaksono Sujono sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di LA yang baru. Kemudian bapak konjen juga memberi sambutan singkat yang mengucapkan terima kasih dan menyatakan kegembiraannya atas adanya pendidikan kebudayaan dari Indonesia di CalArts.
Penampilan para penari maupun pemain musik yang hampir seluruhnya bukan orang Indonesia benar-benar mengagumkan karena mereka berhasil memperlihatkan betapa indah dan beragam kebudayaan Indonesia khususnya dari Jawa.
Gamelan Burat Wangi
Satu minggu setelah acara festival, pada tgl. 14 hari Sabtu mereka kembali mengadakan pertunjukan. Kali ini giliran gamelan bali Burat Wangi yang tampil di REDCAT ( Roy and Edna Disney/CalArts Theater, Disney Music Hall).
Acara yang diberi nama “A Night In Paradise” ini menampilkan beberapa tari bali populer seperti tari Rejang Dewa dan tari Margapati, juga komposisi baru seperti tari Ratnayu oleh I Nyoman Cerita dan I Dewa Putu Berata. Satu komposisi yang sungguh menarik dari bpk. Wenten berjudul Titi Alit adalah komposisi musik suling dan saxophone dengan diiringi gamelan Bali. Ada juga komposisi menarik yang lain yaitu gabungan antara Tap Dance dan tari Kecak. Penampilan tunggal Bob Carroll (tap dancer) dengan latar belakang tari Kecak, yang membuat kagum penonton benar-benar menunjukkan “jembatan” antara tarian barat dan timur.
Pertunjukan diakhiri dengan satu komposisi gabungan lain yang bukan hanya menarik tetapi juga baru pertama kali ditampilkan, gabungan Barong Bali dan Reog Ponorogo. Komposisi dimulai dengan tari Barong yang kemudian disusul oleh pemunculan Reog. Kedua “singa” dari Ponorogo dan Bali ini bertemu dan kemudian beradu. Pada akhirnya tidak ada yang menang atau kalah mereka berdamai dan menari menunjukkan kehebatan mereka.
CalArts School of Music malam itu juga dengan hormat menyambut kehadiran konjen bpk. Subijaksono Sujono yang hadir beserta konsul-konsul bpk Hanggiro Setiabudi, bpk. Herry Hotma dan ibu Cicilia Rusdiharini.
|