13 Menteri Sakit, 8 Jantungan

jawapos / Indonesia Media

Tekanan Isu Reshuffle
JAKARTA - Desakan reshuffle dari berbagai partai politik memang telah mengganggu kerja para menteri. Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra melihat ada gerakan dari kelompok kepentingan tertentu yang mendiskreditkan dirinya agar di-reshuffle.

Menurut Yusril, berita-berita maupun isu yang diembuskan pihak tertentu itu dibuat seolah-olah merupakan masalah hukum. Misalnya, soal kasus Tommy Soeharto. "Ini semua politik. Masalah hukum sebenarnya tidak bisa dicampur dengan masalah politik," kata Yusril di kantor presiden kemarin.

Yusril mengaku geli dengan perkembangan isu reshuffle saat ini. Skenario disusun mulai unjuk rasa, seminar, dan sebagainya. "Saya tahu alurnya. Ujung-ujungnya reshuffle. Saya tahu dari mana itu. Tapi, saya tenang saja dan tertawa melihat semua itu," kata Yusril.

Jadi, kata Yusril, masyarakat jangan terjebak dengan pemberitaan atau isu hukum, yang sebenarnya bermuatan politis. "Biasalah sekarang ini banyak orang mau reshuffle, banyak yang sudah mau jadi menteri. Kita lihat saja perkembangannya," terangnya.

Yusril yakin presiden tidak mengambil isu-isu di luar sebagai pertimbangan dalam mengambil langkah strategis, seperti reshuffle kabinet. Sampai saat ini, kata Yusril, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah membicarakan masalah reshuffle kepada para menteri, termasuk dirinya. "Jadi, seluruh anggota kabinet, sepengetahuan saya tenang-tenang saja," kata Yusril.

Meski demikian, menurut Yusril, isu reshuffle bagaimanapun mengganggu kinerja para menteri. Karena itu, dia meminta semua pihak memberikan kesempatan dan ketenangan dalam bekerja karena tugas-tugas begitu berat. "Banyak sekali tekanan. Kata Pak Jusuf Kalla, sudah 13 menteri yang sakit. Delapan di antaranya sakit jantung," ujarnya.

Siapa saja itu? Yusril tidak merincinya. Dari catatan Jawa Pos, selama dua setengah tahun pemerintahan SBY-Kalla, sejumlah menteri sempat jatuh sakit. Di antaranya Mendagri Moh. Ma’ruf yang kini dirawat di Singapura. Menteri yang juga sempat dirawat adalah Men PAN Taufiq Effendy, Menag Maftuh Basyuni, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri LH Rahmat Witoelar, dan Menhan Juwono Sudarsono.

 

 

 

 

 

       

 


FastCounter by bCentral