Pelukis Jerman asal Semarang

Dilaporkan Oleh : Ambroysius / Indonesia Media

Kecantol gadis Jerman

Kalau kita bilang bahwa dunia itu luas , ada kalanya tidak sepenuhnya adalah benar.Sebaliknya kalau orang bilang bahwa dunia itu sempit , malah ada kalanya benar.lho kok jadi aneh yah.Dimana saja, kapan saja, dan siapa saja kadang-kadang manusia sering menghadapi sesuatu kejadian yang berada diluar kemampuannya, sehingga manusia selalu bilang kok dunia begitu sempit yah…contoh : kita sedang jalan-jalan keluar negeri , kemudian kita ketemu seseorang yang juga berasal dari Negara yang sama, kemudian kita saling mengenalkan diri , dan ngobrol satu sama lain…yang achir-achirnya ternyata orang yang kita sedang ajak ngobrol itu adalah teman lama yang sedang kita cari, itulah kira-kira apa yang saya alami ketemu teman lama lagi yang sudah begitu lama dicari-cari…yang kemudian keduanya saling berkata Aduh dunia kok sempit amat yah.Tuhan telah mempertemukan saya kepada seorang teman yang telah hilang yang bernama Bung Djoko Paisan seorang pelukis yang ternyata telah kecantol dengan seorang gadis Jerman.

Bung Djoko Paisan dilahirkan di kota Semarang pada tahun 1952, anak ke 8 dari jumlah 10 anak yang dimiliki oleh keluarga Bapak Paisan. Bisa dimaklumi karena diwaktu itu keluarga berencana masih belum begitu popular. Sehingga Pak Paisan mempunyai begitu banyak anak.Dengan jumlah anak yang banyak ini yah otomatis Pak Paisan cukup pusing bagaimana mendidik anak-anaknya ini, walaupun demikian ternyata Pak Paisan cukup mampu mendidik anak-anaknya dengan disiplin dan berkwalitet, ini terlihat atas profesi anak-anaknya yang telah berhasil dengan karyanya masing-masing, ada yang jadi dokter, pejabat pemerintah,Insinyur , dan lain-lainnya.

Bung Djoko hanya sempat tinggal di kota Semarang ketika dia masih sekolah dasar, untuk selanjutnya dia harus berpindah mengikuti kakak laki-laki tertua di kota Bandung.Sempat sekolah SMPK di JL Bahureksa tahun 1968 dikota Bandung, dan lagi –lagi harus berpindah kekota Makasar untuk hidup bersama kakaknya yang lain dan selanjutnya menamatkan SMA pada tahun 1970 di kota Makasar.Setelah selesai menamatkan SMA seperti layaknya anak-anak muda lainnya , tentunya berkeinginan juga untuk melanjutkan sekolahnya, ternyata pilihan terachir jatuh untuk menjadi seorang penerbang dan diterima untuk melanjutkan sekolah pnerbangan untuk GIA ( Garuda Indonesia Airline )

Nasib keberuntungan telah datang berkat doa-doa yang dilakukan oleh Bung Djoko, Beliau terpilih satu diantara anak-anak muda yang mendapatkan kesempatan untuk menerima bea siswa untuk melanjutkan sekolah penerbangannya di Oxford London , England . ketika sedang mengambil cutinya dan pergi jalan-jalan disalah satu kota Jerman, hatinya telah ke cantol dengan seorang gadis Jerman yang waktu itu calon istrinya masih berumur 17 tahun.Banyak tantangan-tantangan hidup yang harus dihadapi ketika disaat awal dari pernikahannya dengan seorang gadis Jerman, ini mengingat adanya perbedaan warga Negara, umur yang masih begitu muda, tentang kehidupan yang masih belum menentu dan lain-lain. Walaupun demikian singkat kata semua bisa diatasi dan dijalankan dengan baik , ini terbukti hasil perkawinannya yang telah berumur 30 tahun masih tetap kekal dan menghasilkan buah perkawinan yang cukup harmonis dan kekal dengan dikaruniahi 3 orang anak dan satu orang cucu yang sekarang ini mereka berdomisili dikota Mainz dekat kota Frankfurt/main Germany.

Melukis dengan solder

Walaupun banyak tantangan-tantangann hidup yang telah Beliau jalankan. Namun hobby melukis yang telah beliau senangi baik disaat masih kanak-kanak maupun sampai sekarang ini masih tetap dipertahankan, bahkan telah ditingkatkan dengan karya melukis yang lain dengan pelukis yang lain.Biasanya orang melukis dengan hanya menggunakan pensil ataupun cat warna, tapi Bung Djoko telah meningkatkan hasil lukisannya dengan menggunakan alat solder yang membara, yang jauh lebih susah dari melukis biasa.Caranya adalah begini, awal bahan yang akan dilukis dibikin sketnya terlebih dahulu diatas papan yang telah dipilih papan kaya balza/triplex (biasanya dipakai untuk “model”pesat yang berkwalitet baik) , kemudian disitu dibuat sket apa yang akan dilukis, setelah dianggap cukup bagus dan memenuhi persyaratan, lalu diambil alat solder yang membara, kemudian dibakar diatas kayu itu untuk membikin lukisan itu..jadi kalau saja ada kesalahan sedikit saja, maka lukisan itu hasilnya tidak baik..jadi pekerjaan ini harus betul2 dikerjakan oleh tangan-tangan yang sudah berprofesionil, Nah inilah keistimewaan hasil karya Bung Djoko Paisan.

Melukis bukan merupakan mata pencarian tetap (hanya hobby)untuk Bung Djoko , karena dia sendiri mempunyai pekerjaan tetap di salah satu perusahaan yang membikin bahan Kimia di Kota Mainz , Germany, sedang istrinya sendiri juga mempunyai pekerjaan sebagai seorang Guru taman kanak-kanak didekat rumahnya. Demikian pula anak-anaknya juga sudah berdikari sehingga boleh dikatakan perekonomian dirumah tangga Bung Djoko sudah cukup mapam.Namun karena hasil lukisannya cukup disenangi oleh masyarakat umum. Sehingga banyak pesanan yang berdatangan dari berbagai bangsa, ternyata hasil lukisannya telah meluas keberbagai Negara, contoh. Amerika. Negara2 tetangga di Eropa , Indonesia sendiri dan lain-lainnya.biasanya orang-orang memberikan foto-fotonya agar bisa dilukis.Anda bisa melihat sendiri hasil lukisan Bung Djoko Paisan di beberapa contoh ini.

 

14 Anak Asuh

Penghasilan yang didapat dari melukis belum dapat dikatakan menghasilkan uang yang berlimpah-limpah,namum penghasilan dari uang melukis bisa digunakan oleh Bung Djoko Paisan untuk membantu anak-anak Indonesia yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk dijadikan anak asuhannya.Ada sejumlah 14 anak yang telah diangkat menjadi anak Asuhannya, ini adalah suatu pujian yang harus kita katakan, karena tidak semua orang terpikir untuk berbuat yang terbaik apa yang Tuhan telah perintahkan kepada kita sebagai manusia yang harus bisa saling membantu. Saya pribadi telah merasa kalah atas segala uluran tangannya yang telah diberikan bantuannya kepada sesama manusia dan bangsa.

Dari berbagai pengalaman hidup yang telah saya alami bisa ketemu dan berkumpul kembali dengan Bung Djoko Paisan yang sekarang telah berdemosili di Kota Germany, Saya ingin mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada Tuhan.Bahwa Tuhan telah mengatur semua jalan hidup manusia dengan cara hidupnya masing-masing. Yang terpenting adalah bahwa selama kita mempunyai Etika yang baik semua segala usaha yang kita lakukan akan selalu diberi jalan yang terbaik dari Nya.

 

       

 


FastCounter by bCentral