Cruise ke Panama # 6

Jusni Hilwan

Semalam jam kami dimundurkan sejam sehingga waktu di arlojinya Lily menjadi

pas waktu Winnipeg. Arlojiku ko'it batereinya dan arloji isteriku ketinggalan

di rumah kami. Alasannya (yang selalu ada) ia terlupa karena menjelang pergi,

ia harus turun ke basement membangunkan anak kami untuk mengantarkan

kami ke airport. Jadi waktu di Costa Rica, negeri lainnya di Amerika Tengah

yang kami kunjungi hari ini, Minggu 3 Desember, sama dengan di Manitoba.

Negeri bekas jajahan Spanyol ini merupakan salah satu negeri favorit turis

Kanada karena ekoturismenya. Penduduknya kira-kira sama dengan Panama,yakni

4 jutaan manusia. Tidak seperti Nicaragua, negara yang berbatasan dengannya

di sebelah utara yang miskin, Costa Rica cukup makmur dan stabil. Penduduknya

paling tinggi melek hurufnya di Amerika Tengah, jaminan kesehatannya, tingkat

pendidikan maupun 'life expectancy' mereka.

Sebetulnya trip pilihan utama kami adalah 'biking tour' yang menurut brosur

sih 6 jam tetapi ketika kutanyakan, cuma 2 jam di atas sepeda. Namun, karena

ada lagi keterangan 'this tour is only for physically fit passengers', engga

heran ketika mau booking, tour sepedaan ini dibatalkan lantaran kurang

pengikutnya. Beginilah kalau ikut cruise dengan pensiunan uzur semuanya :-).

Sudah gitu yang rada bego untukku, kalau kami ikut tour alamat tidak bisa

ikut fitness yang gratisan di pagi hari sehingga entah sudah bertambah

berapa kilo berat tubuh beta. Kolam renang kalau kesiangan penuh dengan orang

yang cuma mau berendam, masih bagus kalau yang berendem noni-noni "nokia" :-).

Lah ini nenek-nenek yang BD-nya sudah melorot kebawah :-). Akibat

dibatalkannya biking tour tersebut, kami ganti haluan dan memilih alternatif

yang cukup menawan membacanya, Tortuguero Canals tour. Kata brosur a.l.:

These canals are known as Costa Rica's Amazon because of its surrounding rain

forest. Here you can see birds, monkeys, crocodiles and sloths in this unique

system of natural canals used as waterways for transportation and exploration.

Kata guide kami si Ursula yang fasih bahasa Inggris dan Jermannya (disamping

bahasa Spanyolnya tentu), canal yang terletak di cagar alam Tortuguero ini

terbentuk karena luapan air sungai-sungai di sekitarnya, maupun pengaruh air

pasang dari laut. Namun terbentuknya sudah berabad-abad yang lalu. Arti kata

tersebut di dalam bahasa Spanyol adalah penyu sebab sekitar 30 km sepanjang

pantai sang cagar, 6 species penyu hijau memilih Costa Rica untuk bertelur.

Sama seperti penyu di Pangumbahan, Sukabumi, para penyu tersebut mempunyai

indera atau 'honing device' yang istimewa. Mereka akan kembali lagi untuk

bertelur, di tempat dimana mereka dahulu ditetaskan.

Meskipun kanal atau sungai tersebut airnya seperti kopi susu alias keruh

tetapi saya mulai tidak heran kenapa Costa Rica terkenal sekali ekoturismenya.

Lah belum beberapa menit kami mulai 'cruising' disitu, muncul bermacam-macam

binatang. Dari mulai yang gelantungan di pohon seperti sloth, sejenis monyet,

sampai ke berbagai burung pemakan ikan di sepanjang pinggir kanal, kupu-kupu,

sampai ke ... buaya atau crocodile. Ursula mengatakan jarang kita bisa bertemu

dengan buaya alias beliau sudah mulai langka tetapi kami memang mujur.

Matahari cerah bersinar dan demikian juga kemarin di Panama. Padahal lagi,

kata Miguel guide di Panama Canal, sudah dua minggu hujan turun terus menerus

dan baru kemarin hujan berhenti ketika kapal cruise kami tiba.

 

Satu hal yang saya perhatikan, yang tidak akan terjadi di cagar alam Amerika

Utara adalah seenaknya dhewek si guide metik ini metik itu. Padahal kami

sedang berada di hutan yang dilindungi, mungkin karena yah (masih) banyak

jumlahnya. Suatu ketika ia menghampiri perpohonan rimbun dengan bunga yang

agak aneh, cuma kehijau-kehijauan, muda warnanya. Ia petik suatu tangkai yang

panjang yang terdiri dari sekitar 10 bunga. Lalu ia edarkan sang bunga ke

para peserta trip ini, 45 buleks, 5 melayus. Si melayu langsung bisa menerka

meski kami katakan di antara kami sendiri, ini mah bau bunga kenanga. Ternyata

benar, ketika belakangan Ursula menjelaskan bunga apa yang tadi dipetiknya.

Ia katakan, cananga odorata (bahasa Latin). Ia sengaja memetik bunga itu

sebab katanya lagi, itulah salah satu bahan parfum dan dipakai di minyak wangi

terkenal, Chanel 5. Francis yang pernah ikut tour ke Perancis dan masuk ke

pabrik Chanel manggut mengiyakan bahwa memang kenanga dipakai sebagai salah

satu bahan dasar minyak wangi, disamping melati. Pokoknya tour hari ini sreg

banget dengan kesenangan kami berdua, pesiar setengah-harian di alam raya dan

engga masuk ke toko :-). Kata ghuide kami lagi, penghasilan utama Costa Rica

adalah dari bisnis turisme dan untuk saya hal tersebut afdol sekali, they

deserve it.

       

 


FastCounter by bCentral