Camilan Sehat Anak di Perjalanan

Bersiap-siap. Itulah yang harus Anda lakukan bila bepergian bersama si kecil. Jadi, mengapa tidak coba merancang camilan yang sehat baginya?

Semua anak tentu bergairah dalam menyambut liburan yang sudah di ambang pintu. Namun, bayangkan bila si kecil jadi rewel atau malah sakit di tengah-tengah perjalanan atau liburan Anda. Pasti repot plus menguras dompet! Asal tahu saja, berbagai gangguan kesehatan anak seringkali bermula dari “ulah” makanan atau minuman yang dikonsumsinya.

Untuk mengantisipasi hal itu, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan. Tak terkecuali, memperhatikan camilannya selama di perjalanan.

Berikan sedikit, namun sering

Tidak seperti orang dewasa, balita tidak diperkenankan untuk menahan diri alias puasa makan dan minum. Malahan, menunda waktu makan anak bisa-bisa mengganggu kesehatannya. Apalagi kalau ia sedang dalam perjalanan menuju tempat berliburnya, jangan biarkan sampai kelaparan.

Jadi, begitu waktu makan tiba, beri anak makanan. Tetapi, kalau ia enggan makan, jangan dipaksa. Kegairahan di perjalanan, atau sebaliknya kelelahan dan rasa bosan, seringkali membuat si kecil jadi “malas” makan. Karenanya, beri saja ia makanan kecil atau camilan yang mengenyangkan. Kali ini, biarkan ia makan dalam jumlah sedikit, tetapi sering.

Anak-anak yang tidak mampu menghabiskan porsi makan utamanya, sebaiknya kebutuhan gizinya memang dipenuhi lewat camilan. Makanan ini memang merupakan favorit anak.

Yang perlu diingat, jangan berikan camilan berlebihan, karena akan mengganggu nafsu makannya. Apalagi , kalau makanan yang dikonsumsinya terlalu manis atau asin, balita Anda jadi cepat kenyang. Padahal, ia belum makan makanan utamanya! Itu sebabnya, Anda harus jeli saat memilih camilan anak. Sebagai catatan, jangan beri camilan berupa cokelat, gula atau tepung-tepungan saja.

Cermat plus waspada

Bila Anda berencana mengajak anak berlibur, perhitungkan lama perjalanan yang akan ditempuh. Dengan begitu, Anda bisa mengira-ngira makanan yang dibutuhkan anak, baik jenis maupun jumlahnya.

Selain memperhatikan makanan utama, bawa camilan secukupnya. Berikan sekitar 25-50 gram camilan sehat setiap periode anak mengemil (3-4 kali sehari). Ini untuk menghindari membeli makanan atau jajan di perjalanan.

Sebenarnya, jajan ada juga positifnya , yaitu memenuhi energi yang dibutuhkan anak untuk aktivitasnya. Tetapi, negatifnya adalah jajanan tersebut berisiko terkontaminasi oleh bakteri colliform (bakteri yang terdapat dalam kotoran) dan logam berat (berasal dari debu atau asap mobil). Selain itu, jajanan juga berisiko menggunakan bahan tambahan kimia, misalnya zat pewarna yang notabene bukan untuk makanan.

Selain itu, waspadalah terhadap bahan makanan yang jelas-jelas menjadi penyebab alergi anak. Perhatikan komposisi bahan-bahan yang digunakan. (biasanya tertulis pada kemasannya). Atau, tanyakan saja langsung pada penjualnya.

Apa lagi? Dalam perjalanan, seringkali si kecil berada di lingkungan baru yang bisa jadi berpotensi menularkan berbagai kuman. Jadi, jagalah selalu kebersihan tangan anak dan juga Anda. Cucilah tangan dengan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan ( hand sanitizer ), sebelum menyiapkan atau memberi makan anak.

Satu hal yang perlu diingat, memberi makan dalam kendaraan yang sedang berjalan bisa membuat anak mual. Juga, m akan dan minum yang tergesa-gesa bisa menyebabkan sendawa dan cegukan, yang ujung-ujungnya akan mengganggu proses makan anak berikutnya. Jadi , bila memungkinkan, hentikan kendaraan atau beristirahatlah pada waktu-waktu makan anak. Selain makan, gunakan saat ini untuk mengajak anak ke kamar kecil atau sekadar melemaskan otot-otot yang terasa kaku.

Camilan Tepat untuk Bayi

Camilan, atau dalam hal ini makanan pendamping ASI (MP-ASI), baru boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Sebelumnya, upayakan untuk memberikan ASI saja atau ASI eksklusif.

Jenis MP-ASI mana yang akan dipilih tentunya sangat tergantung pada sempat atau tidaknya ibu mengolah makanan, dan daya beli keluarga. Sedangkan bentuk MP-ASI yang diberikan (lumat atau lembek), tergantung pada umur bayi atau anak.

Dalam perjalanan, bayi usia 6-12 bulan dapat diberikan ¼-½ buah pisang atau 2-3 keping biskuit sekali makan.

Ini Jenis Camilan yang Oke!

Biskuit, Pilih biskuit yang memang diproduksi khusus untuk anak. Kenapa? Komposisi biskuit untuk anak berbeda dengan orang dewasa atau remaja. Bagi anak yang belum pintar mengunyah, berikan biskuit yang sebelumnya sudah dilembutkan dengan air minum atau susu, tergantung kesukaan anak.

Kue dan roti, Biasanya, kue dan roti tidak dirancang khusus untuk jadi camilan anak. Jadi, pilih saja kue dan roti yang tidak terlalu lengket, sehingga si kecil tidak susah mengunyah dan menelannya.

Aneka makanan gorengan, nugget dan bakso, Makanan ini sebaiknya diberikan pada anak di atas usia 3 tahun. Kecuali, bila makanan tersebut bisa dipotong kecil-kecil. Makanan seperti ini malahan akan memudahkan si 1-3 tahun untuk mengunyah. Hanya saja, jangan berikan nugget atau bakso pada anak yang belum punya gigi-geligi, karena bisa membuatnya tersedak. Hindari membeli makanan gorengan karena minyak yang digunakan biasanya sudah bersifat jenuh akibat sering digunakan.

Buah, Camilan buah cukup banyak variasinya, mulai dari jenis buah yang lembut (seperti pisang, pepaya, semangka, dan aneka jus) sampai jenis buah yang agak keras dan berserat (seperti melon, jeruk, pear, dan apel). Ketika bepergian, camilan yang paling mudah dibawa adalah pisang, jeruk, dan apel. Hanya saja, jeruk dan apel hanya bisa diberikan pada anak yang gigi geliginya sudah lengkap dan diberikan dalam potongan-potongan kecil secara bertahap.. Minum dalam jumlah yang cukup amat penting. Anak usia 1-5 tahun perlu minum sekitar 3-5 gelas sehari. Sebagai catatan , semakin sering berkeringat atau berada di udara panas, atau semakin sering buang air kecil karena dingin (misalnya berada dalam kendaraan ber-AC), maka akan semakin banyak pula jumlah air yang harus diminum. Kalau si kecil sampai kurang minum, proses pencernaan jadi tidak lancar dan keseimbangan suhu tubuh pun tidak terjaga.

Jika anak sampai sulit buang air besar, beri saja minum air putih matang (atau dalam kemasan), sari buah segar, atau makanan yang berkuah. Dengan begitu, Anda tidak jadi repot. Nah, selamat berlibur!

*) Penulis adalah Kepala Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet, Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor.

 

       

 


FastCounter by bCentral