Bahan Pangan Asal Hewan Kloning
Aman Dikonsumsi

oleh: gklinis (gizi.net)

Susu dan daging dari hewan kloning (hewan yang berasal bukan dari hasil kembang biak alami namun merupakan hasil rekayasa genetika) ditemukan aman untuk dimakan dan dapat dijadikan sumber alternatif bagi sumber protein hewani, menurut penelitian yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS (NAS), Jumat waktu setempat.

Para ilmuwan mengasumsikan hewan hasil kloninglah yang akan masuk ke dalam mata rantai bahan pangan karena hewan yang menjadi induk kloning (hewan yang diambil cetak biru sifat dasarnya untuk dikembangkan menjadi hewan turunannya) umumnya tidak disembelih untuk diambil dagingnya.

Dengan menggunakan metoda terkini, maka hewan hasil replika genetika (kloning) itu akan memakan biaya jutaan dolar.

Dalam proses kloning, hewan hasil teknologi genetika berasal dari satu hewan yang berbeda dengan hewan hasil reproduksi konvensional di mana DNA (cetak biru sifat dasar hewan) dari hewan jantan dan betina digabung untuk membentuk hewan yang memiliki keunikan genetiknya sendiri.

Hasil penelitian itu dipublikasikan sepekan menjelang pertemuan para dokter hewan yang tergabung dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) yang mengkaji dampak kloning terhadap hewan yang menjadi induk kloning dan untuk mengetahui aman tidaknya bahan makanan (susu dan daging) dari hewan hasil kloning bagi manusia.

Presiden Amerika Serikat George W Bush dan Kongres telah sepakat mengeluarkan suatu aturan yang melarang segala jenis bentuk kloning manusia dan masih belum mendapat persetujuan di Senat namun tak akan mengajukan hal yang sama terhadap kloning hewan.

FDA menekankan bahwa produk dari hewan hasil kloning belum dapat dilempar ke pasar untuk dikonsumsi karena harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Keterangan mengenai komposisi dari daging ataupun susu yang berasal dari hewan hasil kloning sejauh ini masih sangat terbatas. Serta jumlah hewan hasil kloning masih sedikit dan belum cukup umur untuk dikembangbiakkan ataupun sudah dapat diperah susunya."

Dalam penelitian terakhir NAS juga menemukan bahwa produk daging dan susu dari hewan hasil kloning beserta keturunannya yang sehat tidak mengancam kesehatan manusia apabila mengkonsumsinya kurang lebih sama dengan produk dari hewan ternak konvesional.

Sebagian besar dari hewan hasil kembang biak kloning berat badannya pada saat lahir 20 persen lebih berat dari rata-rata sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa induk yang dipakai rahimnya untuk meletakkan janin kloning.

"Kebanyakan anak hasil kloning mengalami kesulitan bernafas, gangguan fungsi ginjal serta penyakit kulit," kata para ilmuwan.

Kloning dapat meningkatkan ancaman keselamatan dan kesehatan hewan yang terlibat dalam proses kloning, namun tidak berbeda secara kualitas dibanding dengan reproduksi buatan lainnya ataupun dari hasil reproduksi konvensional.

"Daging dan susu keturunan hewan hasil kloning sejauh ini ditemukan aman untuk dikonsumsi sama seperti hewan hasil reproduksi konvensional," kata para ilmuwan sambil menambahkan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan hal itu. (DPA/Ant/O-1) http://www.mediaindo.co.id

 

       

 


FastCounter by bCentral