Kempingan Toronto ke Vancouver # 6
Jusni Hilwan
Anda para pembaca yang pernah kemping, tentulah sudah mengalami cem-macem
hal menarik yang bisa disyer atau nanti kau dongengin ke para cucumu :-).
Tapi, mungkin baru kami imigran eks Indo di Kanada ini yang mengalami
kemping dikelilingi pagar kawat listrik. Jelas bukan karena kami kemping di
dalam kamp tawanan tentara Jepang tetapi karena beruang benar-benar
berkeliaran di sekitar campground Lake Louise yang kami inapi. Selain pagar
kawat tersebut yang mengitari seluruh kemgron yang bisa membuat beruang
kejet-kejet atau kelojotan, juga jalanan di pintu masuk mobilnya dibuat
berlistrik melalui semacam jaringan besi melintang yang ditanam di aspal,
Texas gate istilahnya. Pokoknya unik lain dari yang lain dan konon di seluruh
Kanada cuma ada di Lake Louise campground.
Hari ini, Selasa 22 Agustus merupakan titik tengah, malam ke 12 kami kemping.
Masih akan ada 11 malam berikutnya di perjalanan sebelum kami balik ke TO.
Karena pengalaman JHO ditambah riset Benso, kami tahu bahwa untuk ke Lake
Louise, salah satu danau terindah di Kanada, Killarney saya akui putus :-),
harus pergi pagi-pagi. Selain supaya dapat tempat parkir, juga menghindari
ribuan turis yang akan ngeluruk kesitu, pakai bis berpuluh-puluh. Ketika
kami sampai, baru ada belasan orang di sekitar daerah depan danau, mungkin
tempat 'mat kodak' beraksi paling tinggi frekwensinya di negeri ini selain
Niagara Falls, untuk jeprat-jepret foto :-). Saya yakin kalau pemandangan
danau yang sudah indah itu, dilatar-belakangi gunung-gunung bersalju, adalah
pertama kalinya Anda lihat, dikau akan bersujud (dalam hati azha :-)) memuji
Sang Pencipta-nya. Untuk saya dan nyonya pun, pemandangannya masih tsk tsk
tsk dan bermobil 5000 km lebih (stand odometer mobil kami saat ini), is worth
our while. Puas motrek di muka Lake Louise, pas banget ketika ratusan turis
mulai berdatangan kesana, kami cabut ke satu danau lagi, sekitar 15 km dari
Lake Louise bernama Moraine Lake.
Belum pernah saya kesitu sebab dulu waktu kami serba terbatas. Anda semua
yang tinggal di Amerika Utara tahu ya lirik lagu 'How Great Thou Art'? Hapal
bait keduanya? Nah, apa yang disyairkan di bait kedua itu, pas banget untuk
dinyanyikan seraya berkanu di Moraine Lake. Perjalanan menuju kesana melalui
hutan dan 'forest glades' meski wanderingnya pakai mobil :-). Lofty mountain
grandeur-nya ada dimana-mana. Di ujung danau yang relatif kecil, 15 menit
ngedayung seriusan bisa sampai kesitu, memang ada 'brooks' atau aliran
sungai kecil yang airnya berasal dari Moraine Glacier. Sungai es di atas
gunung yang tinggi tersebut jelas terlihat dan demikian pula aliran air
lumerannya menuju danau. Sambil merasakan 'gentle breeze' saat mendayung, kami
berdua menyanyikan lagu di atas, sebagai tanda trims berat kepada Tuhan kami.
Ongkos sewa kanu yang untuk Anda mungkin nyekek leher banget, $ 35 per jam,
tidak terasa sama sekali :-). It was really worth every penny to paddle on
Moraine Lake for both of us, your canoeist from Jakarta and Pekalongan.
Karena cerita ini berjudul 'kempingan', maka peristirahatan kami di rumah
keluara Tjahjadi di Vancouver kami lewatkan sahaja. Sudah di dalam perencanaan
kami bahwa setibanya di ujung barat negeri ini, tepatnya di Victoria,
Vancouver Island, Kanada, kami akan masuk ke Amrik dan meneruskan kempingan di
negeri tetangga kita. Fast forward ke hari Minggu, 27 Agustus, dimana pada
jam 3:15 pagi jam tubuhku sudah membangunkan saya sebab di hari ini kami akan
naik ferry dari Victoria ke Port Angeles, Washington State, Amrik. Ferry yang
pertama berangkat jam 6:10 pagi dan menurut aturan kami sudah perlu ada di
dermaga satu jam sebelumnya untuk proses dokumen ke Amrik. Jadi paling lama
jam 5 kami sudah perlu berangkat dari rumah.
"Where is home?," tanya si oom bule petugas bea cukai Amrik di Port Angeles.
" Toronto, Ontario," kataku. "Where else are you going?," tanyanya lagi.
"Camping for one night in Spokane, three nights in Yellowstone Park ...,"
jawabku yang sebelum selesai sudah dipotongnya. "What food are you taking
with you?," suatu pertanyaan yang sudah kutunggu-tunggu. "Mostly spices,
we are going to do grocery shopping in Spokane," jawaban yang jitu dan sudah'
dipikirkan mateng-mateng sejak kami merencanakan trip ini :-). Berkat jawaban
yang juga tepat terhadap pertanyaan petugas di atas, Bang Jeha dan rombongan
tidak direwelin lagi dan bebas masuk ke dalam negeri tetangganya. Sampai
kisah berikutnya, bai bai lam lekom.
|