Bila Terpaksa Jadi Single Father
Immanuella F. Rachmani
Tak ada istri rasanya empty dan… repot. Lupakan istri, karena ia tak ada. Ada anak-anak dan rumah tangga yang kini jadi urusan Anda.
Ketiadaan istri, karena belahan jiwa Anda itu meninggal dunia atau tak lagi dalam satu biduk perkawinan, tentu memporak-porandakan perasaan Anda dan anak-anak. Seiring perasaan yang tercabik, muncul kepanikan ketika sadar banyak urusan rumah tangga yang tak Anda pahami karena biasa diurus istri (mungkin juga istri memanjakan Anda tak usah repot ikut mengurus rumah!).
Selamatkan anak-anak dan rumah tangga
Sakit hati kehilangan istri belum lagi sembuh, sementara berbagai urusan hidup menanti. Bila demikian keadaannya, sebaiknya sembuhkan dulu luka batin Anda itu. Minta bantuan teman-teman atau psikolog bila memang diperlukan.
Selain itu, langkah-langkah berikut bisa Anda jalankan untuk membantu Anda survive, sehingga anak-anak dan rumah tangga Anda pun selamat
• Anda tak perlu berandai-andai, melihat dan menyesali masa lalu. Buang-buang waktu saja! Lihat ke depan, pikirkan yang harus dilakukan. Anda tak sendirian, pria-pria lain di dunia ini punya masalah yang sama dengan Anda. Mereka survive , masak Anda keok.
• Bersikap terbuka terhadap teman-teman. Ceritakan situasi yang Anda hadapi sekarang. Dengan bersikap terbuka, teman-teman lebih mudah memberi bantuan saat Anda sangat membutuhkan.
• Luangkan waktu untuk membangun struktur keluarga baru, jangan melarikan diri ke dalam kesibukan kerja yang tak ada habisnya. Kehidupan Anda dan anak haruslah tetap berlangsung. Usahakan stabilitas keluarga Anda agar anak merasa aman dan nyaman walau ibu tidak ada.
Menstabilkan si kecil
Bila emosi Anda sudah stabil, giliran membantu anak mengatasi masalah emosinya. Caranya:
• Katakan pada anak, Anda akan tinggal bersamanya dalam rumah yang tidak ada ibu.
• Yakinkan anak ini semua bukan kesalahan si kecil, dan tak ada hal lain yang dapat dilakukan selain menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
• Katakan pada anak, Anda akan berusaha keras membantunya. Mungkin cara Anda berbeda dengan cara ibu mengasuh dan merawatnya. Katakan bahwa Anda tetap mencintainya.
• Luangkan waktu menemani anak bermain atau menemaninya tidur. Perbanyak waktu bersama anak agar anak mendapatkan kembali rasa amannya.
Tugas mengelola itu mudah kok!
Menemani anak bermain Barbie dan lari-larian, atau menemani tidur malam menjadi keseharian Anda sebagai ayah yang tak lagi didampingi istri Bagaimana dengan tugas-tugas lain seperti mengatur pengeluaran bulanan, belanja kebutuhan bulanan, mengatur menu makan dan mengantar si kecil periksa kesehatan?
Single father bisa belajar dan dijamin cepat bisa karena situasi memaksa Anda cepat pintar. Anda dapat mulai dengan membuat daftar, misalnya:
- Mengantar anak imunisasi atau cek kesehatan.
- Pertemuan orang tua murid atau ambil raport anak.
- Berbelanja pakaian anak.
- Mengajak anak bermain di arena bermain.
- Mengatur uang belanja harian.
- Menentukan menu makan sehari-hari.
- Belanja keperluan bulanan: susu anak, diaper , sabun, dan lain-lain.
- Bayar listrik, air, telepon.
Tentu semua tugas itu, paling tidak sebagian, bisa Anda delegasikan. Namun, Anda tahu dan paham mengenai berbagai hal tersebut tak ada salahnya.
|