|
 |
Bantuan Pemerintah Malaysia kepada Sekolah-Sekolah Tionghoa
Oleh : Dermaga
Menteri Pendidikan Datuk Seri Hishammudin Hussein mengumumkan
adanya jatah sebesar RM 2.1 juta ( atau Sing $ 900,000 ) untuk diberikan kepada sekolah sekolah Tionghoa yang selama ini berada di bawah program bantuan pemerintah.
Pengumaan di atas, hanya beberapa hari setelah PM Abdullah Badawi mengaku adanya nuansa ketegangan rasial di Malaysia, berhubung dengan ketegasan UMNO memulihkan NEP, yang dianggap menganak-emaskan golongan Melayu oleh golongan lainnya, terutama dari masyarakat Tionghoa.
Malay Agenda yang dialu alukan oleh sebagian delegasi dalam pidatonya yang berapi api di Pertemuan Umum UMNO ke 57 bulan lalu, telah membangkitkan rasa kurang puas dan was was diantara masyarakat Malaysia yang multi rasial dan multi budaya.
Pengumuman bantuan tersebut, seiring pertemuan ramah "dari hati ke hati" antara Menteri Pendidikan Datuk Seri Hishammudin Hussein dan Pemimpin Pemuda MCA ( Malaysian Chinese Association ) Liow Tiong Lai demi membincangkan adanya issue ketegangan rasial.
Menteri Pendidikan Datuk Seri Hishammudin atas kapasitas sebagai Pemimpin Pemuda UMNO telah dilaporkan menghunus keris pusaka pada Pertemuan Umum UMNO baru baru ini, ketika mengucapkan pidato yang dianggap provokatif.
Pada masa ini tercatat 1,200 gedung sekolah Tionghoa di seluruh Malaysia, dibeayai sendiri oleh komunitas Tionghoa setempat, hanya gaji para guru dibayar oleh pemerintah, karena terdaftar sebagai pegawai resmi pemerintah.
Sementara banyak keluhan dari kalangan pendidikan komunitas Tionghoa yang merasa mereka sengaja dipersulit dalam pelbagai masalah oleh kebijakan pemerintah, khususnya dalam pembagian jatah budget keuangan untuk pendidikan.
Apa yang dlakukan oleh Menteri Pendidikan, mencerminkan adanya usaha pemerintah meredamkan perasaan kurang puas, yang dapat menuju kearah sikon yang tidak harmonis.
| |