Panglima TNI : Bentrok TNI-Polri, Masalah Serius

Oleh:Badriah


TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Marsekal (TNI) Djoko Suyanto menegaskan bahwa bentrok anggota TNI dan anggota polisi di di Atambua, Kebupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Minggu (10/12) pagi merupakan masalah serius.

"Oh ini serius. Ini masalah kedisiplinan. Masalah kontrol pada masyarakat. Aparat kan tidak boleh seperti itu," ujar dia di Istana Negara, Senin (11/12) usai acara laporan hasil lomba tembak AARM ke-16 di Hanoy, Vietnam.

Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Sutanto yang mengatakan kasus itu sama dengan kasus anak muda lainnya.

"Penyebabnya macam-macam. Ada rebutan pacar, masalah singgungan, senggolan motor bisa terjadi. Sama dengan anak muda yang lainnya di lapangan itu," ujar Sutanto sambil tertawa-tawa usai acara pembukaan rapat kerja nasional, pengawasan intern pemerintah, Senin (11/12).

Djoko Suyanto menegaskan bahwa darah muda yang mudah tersinggung tidak tepat dijadikan alasan terjadinya bentrok itu. "Termasuk aparat saya sendiri. Ini soal disiplin, dia harus patuh apa yang disampaikan atasannya."

Namun, ia menolak jika ini dikaitkan dengan semangat membela korps. "Kasus itu lebih pada pertemanan atau senasib. Jiwa korps itu kan institusi TNI. Ini lebih ke arah kelompok."

Ia memastikan ada disiplin militer setiap ada pelanggaran. "Harus diberikan pemahaman yang benar mengenai posisi TNI dan Polri yang harus jadi contoh di tengah masyarakat. Tidak boleh berbuat seenaknya."

Ia mengakui sedang ada upaya damai dengan polisi. "Kesepakatan lama TNI-Polri akan dilaksanakan masing-masing. Saya dan kapolri mendisiplinkan anggota masing-masing."

Minggu pagi lalu, situasi kemanan di Atambua mencekam menyusul bentrokan antara Anggota Kepolisian Resor Belu dan anggota TNI Angkatan Darat Unit 744 yang menjaga perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Bentrokan dipicu salah satu anggota TNI Angkatan Darat yang sedang mabuk hingga mengakibatkan Praka Andik Hidiharta tewas tertembak. Adapun korban luka-luka yakni Sertu Heri dan Prada Bambang.

Dalam insiden ini Markas Polres Belu, Rumah Dinas Kepala Polres dan Wakil Kepala Polres Belu dihancurkan. Begitu pula Kantor Telkom Atambua juga menjadi sasaran amuk. "Batalyon 744 tidak dipindahkan. Itu kan yon organik yang berada di wilayah itu,"ujar dia.


       

 


FastCounter by bCentral