Lamaran Sekretaris Di Sasana Tinju

(dikumpulkan oleh edllsda99/IM)

 

Sebuah sasana tinju yang baru berdiri tengah membuka lowongan. Semua posisi sudah terisi kecuali bagian sekretaris. Lalu kepala sasana tinju pun menegur bagian Personalia.

 

Kepala Sasana: "Kenapa sampai sekarang belum ada sekretaris yang bisa lolos tes untuk mengisi lowongan itu?"

 

Personalia: "Mereka rata-rata gagal ketika diminta untuk mengetik dengan komputer. Apalagi semua harus komputerisasi."

 

Kepala Sasana: "Masak dari puluhan pelamar nggak ada yang bisa mengetik pakai komputer?"

 

Personalia: "Iya Pak, Soalnya Syaratnya Harus Pakai Sarung Tinju"

 

Kepala Sasana: "Pantesan!"

 

Kalau Orang IT Punya Punggung Gatal

 

Sepasang suami istri sama-sama bekerja di bidang IT, tetapi si suami lebih sering menghabiskan waktunya main komputer sepanjang hari, ibaratnya makan, tidur terus di depan komputer.

 

Si istri akhirnya menyadari betapa parahnya pengaruh komputer bagi suaminya, saat satu kali ia mencoba membantu menggaruk punggung suaminya yg sedang gatal.

 

Si suami berkata, "Bukan di situ, `scroll` ke bawah dikit!"

 

Gara-Gara Bangga Punya Mobil Baru

 

Agus baru saja membeli sebuah mobil baru. Dia sangat menyukai mobilnya tersebut. Setiap dia mengendarai mobilnya itu, dia selalu merasa bahagia dan tidak peduli akan sekelilingnya.

 

Suatu hari dia sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah mall. Agus sangat menikmati saat-saat mengendarai mobil barunya itu. Sedang asyik-asyiknya mengemudi dia merasa ada yang tidak beres. Sepertinya ada yang ketinggalan di mall tadi. Dia lalu berhenti dan memeriksa semua belanjaannya. Tetapi tidak ada satu pun yang terlupa.

 

Setelah yakin bahwa tidak ada yang tertinggal, dia menjalankan mobilnya lagi. Beberapa saat kemudian dia berhenti lagi untuk memeriksa dompet dan ponselnya. Ternyata masih ada.

 

Akhirnya dia mantap bahwa itu hanya perasaannya saja. Dan dia pulang dengan hati tenang. Ketika ia sampai di rumah dia langsung disambut anaknya. Tidak lama kemudian anaknya dengan heran bertanya, "Papa..., Mama mana?"

 

Membuang Abu Ayahnya Pacar

 

Agus pergi ke rumah pacarnya, Susi, untuk kali pertama. Susi pamit ke dapur untuk membuat minuman dan Agus dibiarkan sendiri di ruang tamu. Agus melihat sebuah guci antik di atas televisi. Dia mengambil guci itu dan mencoba melihat isinya. Ternyata ada banyak abu di dalamnya. Agus lantas membuang abu itu karena mengotori guci.

 

Saat Susi kembali dari dapur, Agus bertanya, "Ini guci antik ya?"

 

"Oh iya, di dalamnya ada abu Ayahku," jawab Susi dengan tenang.

 

"Ya ampunnnnnn .... mati akuuuuu!," teriak Agus histeris dengan wajah pucat pasi.

 

"Kenapa, Agus?," tanya Susi ikut-ikutan panik.

 

"Aaaa ... kuuuu sudah membuang Abu Ayahmu!"

 

"Ohhh ... terima kasih ya, sayang!," jawab Susi dengan tenang.

 

"Looohhhhh .... tidak apa-apa abu Ayahmu aku buang?"

 

"Ya, gak pa pa to .... Ayahku itu emang males buang abu rokoknya di asbak. Selalu saja dia buang ke dalam guci itu!"

 

Anak Perempuan Dihamili

 

Sang ayah dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan mereka hamil.

"Siapa si bedebah itu," jerit sang ayah, sedang si ibu menangis.

"Suruh dia datang kesini!" Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya.

 

Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah. Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu

masuk kerumah. Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah perempuan yang telah dihamilinya.

 

Dia berkata, "Saya lelaki yang telah menghamili anak anda.Tapi,terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena isteri saya tak mengizinkan.

 

Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab. Sekiranya anak anda melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua

buah supermarket, sebuah hotel dan uang tunai 5 milyar rupiah.

 

Sekiranya dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah kilang minyak, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10

Milyar rupiah. Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?"

 

Sang ayah berfikir. Si ibu berhenti menangis.Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata, "Kalau keguguran, kamu coba lagi ya !!"

 

       

 


FastCounter by bCentral