Ikut Cruise ke Mediterranean # 11

Jusni Hilwan

Malam ini malam terakhir cruise kami di Laut Tengah dan tadi kami 'day trip'

duaan wae di Marseille, Perancis. Karena tidak ada yang khas dari kota ini,

sahaya cuma tahunya suatu kota pelabuhan doang, maka ya tidak ada tour kapal

yang kami ikuti. Kalau Anda gila bola, mungkin tahu bahwa Zinedine Zidane

pemain dan kapten tim Perancis, lahir disini. Lantaran bola dimainkannya di

Jerman saat ini :-), ya engga bisa lihat juga si Zizou bermain. Marseille

adalah kota kedua terbesar di Perancis dengan penduduk sekitar 1.5 juta. Kota

ini juga tua sejarahnya, bangsanya 2600-an tahun. Seperti daerah Livorno dan

Pisa kemarin, Marseille terletak di tanah yang subur alias banyak hasil

buminya. Bila Anda senang sejarah Gereja Katolik, tak jauh dari Marseille

terletak kota Aix-en-Provence dan Istana Avignon yang selama 70-an tahun

menjadi pusat kekuasaan Gereja Katolik alias paus memerintah disitu,

hingga Paus Gregorius XI yang berhasil membereskan lagi keadaan dan pindah

ke Roma, Itali. Setelah mengunjungi sekitar 3 gereja di downtownnya, maklum

gereja selalu terbuka dan gratis :-), dapat saya laporkan gerejanya engga

bagus dan tidak terpelihara atau dirawat. Maklum kekatolikan sudah engga 'in'

lagi bagi orang Perancis. Jalan-jalan di sekitar pusat kota selama 2 jam

cukuplah untuk merasakan denyut nadi kota ini, yang sedang mengalami cem-macem

konstruksi alias jalanan jadi pada macet.

 

Kapal Grand Princess yang berukuran 110 ribu ton bruto, 70 ribu ton netto,

mempunyai kapasitas air bersih 2700 ton. Setiap kapal berlabuh, saya pantau

apakah ia akan mengisi air dan tidak pernah. Baru kemarin saya tahu, nonton

video khusus yang menceritakan isi perut kapal ini. Ternyata kapal yang

termasuk supermodern ini, dibangun tahun 1998, mempunyai penyulingan air

sendiri dari sumber air laut. Pantesan. Saya juga tidak pernah melihat mobil

tinja yang antri nyedot gituan kite-kite :-). Artinya, engga salah lagi bahwa

sistim pembuangan tinjanya juga 'self-sufficient' dan mereka buang ke laut.

So pasti lubang keluarannya jauh dari lubang untuk menyedot air minum kami.

Satu hal lagi yang membuat tsk-tsk-tsk adalah ternyata penggerak propeler

kapal ini semuanya motor listrik dan mesin diesel mereka cuma dipakai untuk

membangkitkan tenaga listrik sebesar 57 MW (megawatt). Ketika PLTA Jatiluhur

baru jadi, daya yang dibangkitkannya cuma 2 x 50 MW.

 

Seperti biasanya tayangan Bang Jeha, saya akan mensyer ongkos cruise ini

meskipun tayangan ini masih akan bersambung setelah kami di Barcelona. Anda

semua tahu penghasilan seorang pensiunan programmer :-) alias saya bukan mau

pamer bahwa duitku seabrekan. Tetapi siapa tahu ada yang berminat untuk juga

cruise ke Mediterranean. Sebelum saya booking lewat Travelocity, tentu saya

sudah survai harga kesana-kesini dan Travelocity berhasil mendapatkan harga

termurah untuk cruise ini. Ternyata kami diberikan diskon khusus (VIP istilah

mereka) oleh karena belum pernah naik Princess tapi sudah ikut cruise lainnya.

Ongkos cruise (doang) per orang, sudah termasuk tax dan port charges adalah

US$ 2189.32. Ongkos itu akan lebih mahal kalau Anda sendirian cruise-nya alias

dihitung berdasarkan dua orang. Dikali dua menjadi US$ 4378.78 dan dikurs ke

dollar Kanada di saat itu Cdn$ 5246.79 alias jatuhnya 200-an dollar per hari.

Itu sebabnya saya katakan cruise ke Laut Tengah mahalan dibandingkan dengan

yang ke Caribbean maupun yang ke Alaska. Masih ada biaya pesawat terbang yang

jadi melonjak naik karena di bulan Juni menjelang musim panas maupun ada

demam bola (jadi penuhnya penerbangan ke Eropa). Setelah kelilingan mencari

tiket termurah Toronto-Venice dan Barcelona-Toronto, kami dapat lewat Gala

Travel dengan penerbangan Air France lewat Paris. Ongkos tiket berdua,

Cdn$ 2580 sahaja. Adalah suatu eror atau blunder bila Anda sudah ngebook

cruise dan kapal terbang dengan harga $ 7800 tetapi tidak membeli asuransi!

Travel insurance kami yang jenis deluxe, juga sudah kami riset kesana-kesini

dan akhirnya pakai Travelguard. Untuk berdua, preminya adalah Cdn$ 367.20.

Ke semua faktor biaya itu masih perlu ditambahkan ongkos ikut tour yang

diselenggarakan perusahaan cruise yang besar sekali variasinya, dari yang

sekitar 50-an $ sampai yang 300-an $ per trip per orang. Karena kami

milih-milih banget, maka di pos pengeluaran itu sahaya cuma keluar sekitar

US$ 500. Masih ditambah tips untuk awak kapal yang udah kudu kalau Anda ikut

cruise dan engga mau malu-maluin bangsamu :-) plus kasian dong kepada para

pekerja rodi bernama awak kapal. Sediakan lagi sekitar US$ 10 per orang per

hari (standard kapal, tidak perlu Anda ikuti bila tidak terlalu puas). Bila

Anda mentotal semua biaya tersebut, maka tak salah hitunganmu bahwa ongkos

cruise ke Laut Tengah berkisar sekitar Cdn $ 9000 berduaan.

 

Di hari terakhir cruise ini, para penumpang dipersilahkan mengisi survai

mengenai kepuasan kami yang sudah mengeluarkan uang ribuan dollar tersebut.

Bang Jeha disetujui isterinya memberikan rating 'fair' untuk 'overall

satisfaction', 'below expectation' untuk komentar umum terhadap cruise ini

dan 'maybe' di pertanyaan mau ikut Princess lagi engga. Agar supaya fair, di

bagian komen bebas, saya memberikan mereka 9 kritik untuk perbaikan. Antaranya

ributnya kapal ini, banyaknya servis yang ekstra harus bayar lagi, begonya

sambungan wireless Internet, nge-clique di kesempatan bermain bridge,

payahnya kualitas dan servis beberapa tour mereka, tiadanya seminar atau

ceramah selama cruise, mengalami birokrasi ketika saya minta kabel bekas

buat menyambung power chargerku laptopku, deeste deesbe.

 

Seperti sudah sering saya syer, ikut cruise ada enaknya ada engganya. Yang

paling asyik buat isteriku, dua minggu ia tidak perlu masak, tak usah

membereskan tempat tidur, tidak perlu mencuci baju juga dan kerjanya cuma

jalan-jalan serta makan mulu, salah satu kebahagiaan hidupnya :-). Akan

halnya sahaya, engga usah benahin koper atau ngelipet tenda setiap paginya,

bisa bersuasana honimun terus setiap hari :-). Juga tersedia cem-macem

fasilitas kebugaran dan yang paling asyik adalah kolam arusnya. Disamping itu

semua, tidak ada ongkos yang terlalu mahal kan untuk membuat isteri kita hepi,

iya engga prens? Sekian dulu, sampai kisah berikutnya, bai bai lam lekom.

... (bersambung) ...

 

       

 


FastCounter by bCentral