Skandal Seks di DPR

(dari berbagai sumber/IM).

Kalau selama ini hanya orang awam yang banyak diberitakan terkait skandal seks, sejak Rabu (29/11) Gedung DPR dihebohkan dengan beredarnya gambar adegan seks seorang anggota DPR dari sebuah fraksi besar.

Berbagai kalangan di DPR dan MPR serta DPD sepanjang Kamis (30/11) banyak memperbincangkan informasi tersebut. Mereka juga berburu rekaman gambar skandal seks itu.

Heboh video mesum anggota DPR berinisial YZ tersebut kian seru. Sejumlah anggota dewan dan saksi mata yang melihat rekaman video berdurasi 5 menit tersebut mengungkapkan telah melihat dengan jelas wajah keduanya. Yang laki-laki, anggota dewan dari sebuah partai besar, sedangkan si perempuan artis cantik penyanyi dangdut berinisial ME.

Setelah menjadi pergunjingan sejak hari Rabu kemarin, banyak kalangan yang memburu rekaman video tersebut. Mulai sesama kolega di DPR hingga sejumlah wartawan yang menginginkan adanya bukti adanya adegan mesum tersebut.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk mendapatkan rekaman video tersebut. Sejumlah anggota dewan hingga wartawan sejak tadi pagi sudah mendapatkan rekaman video tersebut dan diputar. Video berdurasi singkat tersebut memang membuat orang seakan tidak percaya.

Tergambar jelas dalam rekaman tersebut wajah anggota dewan berinisial YZ, dengan perut agak buncit dan tidak mengenakan pakaian, menuju ke sebuah tempat tidur. Di sana, sudah menunggu seorang artis dangdut nan seksi yang "siap tempur". Rekaman pun kemudian menggambarkan adegan di atas ranjang, diduga dilakukan di sebuah hotel.Dari adegan yang terlihat, kemungkinan gambar diambil oleh sang wanita. Sambil bersandar kemungkinan dia memegang kamera perekam.


Sejumlah anggota dewan mengaku, gambar tersebut sebenarnya sudah sempat menjadi pembicaraan saat partai besar tersebut menggelar rapimnas. Namun, rekaman video tampaknya tidak sempat menghebohkan. Baru dua hari terakhir, tiba-tiba gedung dewan digegerkan oleh rekaman video tersebut yang menyebar melalui handphone.

YZ dan artis dangdut ME dikabarkan melakukan perbuatan amoral sewaktu kampanye pemilihan anggota legislatif tahun 2004 lalu. Artis ME dikabarkan tengah merencanakan membuat album, dan meminta politikus dari partai besar ini untuk mendanainya. Namun, entah apa sebabnya, hubungan keduanya berakhir dengan tidak harmonis. Dan beredarlah rekaman video tersebut.

 

Maria Eva Sempat Gugurkan Kandungan

 

JAKARTA, KCM--Pedangdut dan pesinetron Maria Eva akhirnya buka suara soal hubungan spesialnya dengan YZ, anggota DPR RI, yang kini jadi perbincangan pasca beredarnya rekaman video adegan syur keduanya yang beredar luas di ranah publik.

 

Diakuinya, hubungan itu sebenarnya telah berlalu dua tahun silam. "Saya kenal dia empat tahun lalu. Hubungan kami sebatas senior-junior. Dia banyak mengajarkan dunia politik dan lainnya. Kebetulan di aktif di Golkar dan saya di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI)," kata Maria Eva kepada pers didampingi dua kuasa hukumnya, Ruhut Sitompul dan Michael Pardede, di kantor Parsi (Persatuan Artis Sinetron Indonesia) di Gedung Film, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (4/12).

 

Tapi berjalan waktu hubungan itu tak lagi sebatas hubungan pertemanan. Hingga akhirnya Eva dan YZ mengaku saling tertarik. "Kita berdua saling menyayangi," katanya.

 

Meski begitu Maria Eva mengaku hubungan itu tak diikat dalam ikatan pernikahan hingga hubungan mereka pun akhirnya bubar dua tahun silam.

 

Berkait dengan rekaman video syurnya itu, Maria Eva tak membantah jika itu adalah dirinya. Bahkan ia mengaku kerap merekam hubungan intim tersebut. Itu pun dilakukan atas sepengetahuan YZ. "Apa yang semua kita lakukan, semuanya having fun kok," ujar Maria Eva.

 

Kalau pun, video rekaman itu sampai tersebar di masyarakat, Maria Eva, membantah jika dirinya yang melakukan hal itu. "Saya justru syok," kata pedangdut asal Surabaya itu.

 

Dalam kesempatan itu, Maria mengaku jika hubungannya dengan YZ sempat membuahkan janin dalam kandungannya. Sayangnya, janin dalam kandungannya itu terpaksa ia gugurkan medio 2004 lalu, lantaran ada desakan dari istri YZ.

 

"Saat kandungan dua bulan, janin itu terpaksa digugurkan," ungkapnya tanpa mau merinci kapan tepatnya hal tersebut ia lakukan.

 

Bahkan saat proses pengguguran kandungan, Maria mengaku diantar YZ. "Dia (YZ-Red) yang mengantarkan saya ke rumah sakit sampai saya pulang ke rumah. Semua dia yang membiayai," ungkapnya lagi.

 

Meski hubungan itu telah berlalu, namun Maria tak membantah jika dirinya kerap kali diteror baik melalui telepon atau sms berkait dengan hubungan yang pernah ia lakukan bersama YZ.

 

 

Lewat Ponsel, Maria Eva Beberkan Pengakuannya

Maria Eva (ME), penyanyi dangdut yang diduga menjadi pelaku video porno dengan anggota FPG DPR RI, sulit ditemui. Ia membeberkan kasus yang dihadapi melalui teman dekatnya. Inilah laporannya..

 

Berikut penuturan Ikhwan Mansyur, teman dekat ME, yang dihubungi Suara Merdeka via ponsel, Minggu kemarin, setelah dia mengirim email ke Biro Jakarta.

 

"Panjang lebar ME berkisah kepadaku. Berita ini kutulis kepada pers setelah membicarakannya dengan ME, sekadar membantu menjernihkan kesimpangsiuran.'' ME mengaku tidak pernah menikah atau bercerai dengan YZ. Karena itu pula, tidak beralasan dugaan yang menyebutkan ME meminta harta gana-gini sebagai kompensasi perceraian itu, kemudian karena tidak mendapatkan bagian yang adil, ia lantas mengedarkan adegan video seorang perempuan dengan seorang lelaki berinisial YZ.

 

''Info yang menyebut aku menikah atau bercerai itu palsu. Info palsu pula yang menyebut aku sengaja mengedarkan adegan itu hanya karena tidak mendapat pembagian (harta gana-gini) yang adil. Aku tidak tahu siapa yang menyebarkan video itu, apa motifnya,'' ujar ME.

 

Dikabarkan, tersiar berita bahwa di balik peredaran video tersebut ada urusan sakit hati. ME dikabarkan sudah dinikahi YZ beberapa tahun, tiba-tiba dicerai. Karena merasa dikhianati, ditambah pembagian harta gana-gini yang tidak adil, ME lalu memublikasikannya.'' Pada kesempatan sebelumnya, ME sering berkirim pesan singkat (SMS) menanyakan perkembangan isu. ''Maklumlah, sejak Kamis (30/11) malam ME memilih mengasingkan diri dari keramaian, menenangkan pikiran seraya memikirkan jalan keluar terbaik.''

 

Sejak saat itu, ME merasa gundah gulana. Hidup tak tenang, karena kaum jurnalis seperti tiada henti menungguinya keluar dari sebuah apartemen di bilangan Kelapa Gading, Jakarta. Mereka dari beragam media massa.

Pada Kamis siang itu, ME masih sempat menghadiri undangan AMI Award di Gedung Jamsostek, di bilangan Gatot Subroto, Jakarta. Di sana, ME mengaku dikejar-kejar wartawan. Sejak siang itu, pemberitaan seputar dirinya memang semakin ramai. ''Ngeri juga dengar radio,'' kata ME.

 

ME mulai merasa liputan media massa terlalu memojokkan dirinya dan membela Partai Golkar sebagai partai politik besar. ME berpikir untuk keluar dari persembunyian, menggelar konferensi pers agar semua masalah jelas. Namun niat tersebut dia urungkan.

 

ME juga menceritakan, istri YZ mulai menerornya lewat SMS. ''Ia mengancam mau membunuhku segala. Selain itu, istrinya meneriaki aku sebagai pelacur yang tidak pantas mengikuti pengajian,'' terangnya. ME mengaku tidak pernah lagi berhubungan dengan YZ selama hampir dua tahun terakhir ini. ''Nomor teleponnya pun aku nggak tahu. Tapi pemberitaan itu banyak yang salah. Jika pemberitaan cenderung memojokkannya, ia mengancam akan menuntut televisi bersangkutan.''

 

''Yang paling kasihan, kedua orang tuaku, dari Kamis (30/11) malam (sejak isu mulai membesar) menangis terus. Sama sekali nggak bisa merem,'' ujar ME.

Pada kesempatan bertelepon itu, Ikhwan mengaku sama sekali tidak menanyakan apakah perempuan yang beradegan dengan YZ itu adalah dirinya atau bukan. Aku masih ingin menjaga perasaannya.

 

Dengan kejadian ini, ME menyerahkan penyelesaian masalahnya kepada Partai Golkar karena disadari kasus ini sedikit banyak pasti berpengaruh terhadap pencitraan partai. Apalagi ia masih duduk sebagai Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) untuk periode ini. Di hari Kamis malam itu, ME mengatakan bertemu seorang petinggi DPP AMPI mengobrolkan masalahnya. Pertemuan diadakan mendadak karena alasan isu tersebut bukan semata-mata masalah YZ lagi, tetapi sudah menjadi masalah partai karena YZ sebagai fungsionaris DPP Partai Golkar dan FPG DPR.

 

''Partai Golkar sebagai partai besar yang berjaya dari tahun ke tahun bisa hancur gara-gara ulah YZ dan ME.'' Demikian SMS-nya yang dikirim menirukan alasan sang petinggi organisasi underbow itu. Namun yang menyebalkan baginya, setelah kejadian itu banyak orang berlomba-lomba menawarkan jasa baik kepadanya, baik melalui telepon maupun pihak kedua atau ketiga. Misalnya, ada tokoh organisasi massa (ormas) kepemudaan yang aktif di partai politiknya, tetapi tidak pernah berkomunikasi selama ini dengannya, tiba-tiba bertindak seolah-olah abang yang memperhatikan adiknya.

 

''Kamu kan adik saya, siapa sih yang tidak dekat dengan Bang. ME menirukan pernyataan mantan ketua umum ormas kepemudaan itu.

Beberapa pengacara sudah bersiap sebagai pembela ME, dari yang gratisan sampai yang pasang tarif tinggi. Bahkan sejumlah stasiun televisi menyatakan bersedia membayar tinggi asal ME diwawancarai eksklusif.

''Aku jelas menolak tawaran itu semua. Apa dikira aku mencari sensasi,'' tukas ME kepada Ihkwan Mansyur.

 

ME kini hanya pasrah. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kejadian itu. Ia mengaku akan lebih banyak berintrospeksi atau ber-muhasabah. Baginya, tak cukup hanya menyesali kealpaan, ber-muhasabah harus melahirkan perubahan diri untuk menjadi muslim paripurna. ''Aku hanya ingin kehidupan yang lebih baik”

 

 

Kamar Anggota DPR Jadi Saksi Bisu

 

Skandal seks anggota DPR dengan perempuan-perempuan cantik, ungkap Permadi, sebenarnya bukan hanya dialami anggota DPR dari Partai Golkar, Yahya Zaini. Banyak yang melakukan tetapi mereka pintar menyembunyikannya.

 

''Yahya Zaini hanya ketiban sial. Ini sudah biasa, kamar-kamar anggota Dewan jadi saksi bisu,'' kata anggota legislatif dari PDI-P itu, kemarin.

 

Permadi tidak membantah adanya praktik main perempuan di gedung wakil rakyat tersebut.

 

Menurut dia, praktik demikian juga ada di pemerintahan. ''Jangan anggap hanya di DPR saja, di gedung pemerintahan atau lainnya juga sama,'' papar politikus yang sering mengenakan pakaian serbahitam itu.

 

Praktik tersebut sudah sejak lama dan ironisnya terjadi hingga sekarang. ''Karena itu saya bilang, sekarang zaman edan, kalau nggak ikut edan ya tidak kebagian.''

 

Tentang praktik skandal seks di DPR, dia menyebutkan, para anggota bisa saja ada affair dengan sekretarisnya, penjaja barang dan jasa, atau wanita-wanita lain. Selama ini, tidak pernah ada razia karena praktik itu bersifat pribadi.

 

Di dalam forum resmi, skandal-skandal seks seperti itu juga tidak pernah dibahas secara serius dan sepertinya bukan masalah.

 

Dia mengaku pernah mendapat godaan wanita di gedung DPR. ''Kalau nggak pernah mendapat godaan ya bukan anggota DPR,'' tandas Permadi.

 

Bagaimana strategi menolak godaan itu? ''Sebenarnya kalau kita berani bilang 'tidak' ya sudah selesai. Banyak juga anggota yang berani menolak praktik semacam itu.''

 

Eva Kusuma Sundari, anggota DPR dari PDI-P juga mengakui adanya skandal seks itu. Bahkan, dia menyinyalir ada germo yang beroperasi memasok penyanyi-penyanyi dangdut untuk para politikus.

 

Selidiki Aborsi

 

Sementara itu, kasus aborsi janin buah cinta Yahya Zaini dengan pedangdut Maria Eva akan diselidiki Polda Metro Jaya. ''Sebab, itu tindakan kriminal dan melanggar undang-undang. Aborsi juga bukan delik aduan,'' tandas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana.

 

Menurut dia, penyelidik tengah mengumpulkan informasi untuk mengetahui waktu dan tempat aborsi janin berusia dua bulan hasil hubungan gelap itu. ''Sebab, kejadiannya kan sudah lama sekali. Walau begitu, kami akan terus menyelidiki.''

 

Dia menilai, pengakuan Maria Eva yang telah menggugurkan kandungannya atas desakan istri Yahya belum cukup untuk dijadikan bukti. ''Itu belum cukup, apalagi dia hanya ngomong di media. Seharusnya pengakuan itu di depan polisi.''

 

       

 


FastCounter by bCentral