|
 |
RI-Korea Kerja Sama Energi Nuklir
[Y-3/H-12]
[ JAKARTA] Indonesia dan Republik Korea sepakat untuk bekerja sama dalam penggunaan energi nuklir secara damai. Hal itu mencakup kerja sama bidang teknis, pertukaran tenaga kerja, dan penyelenggaraan symposium dan seminar, di samping pengembangan bisnis dan riset.
Demikian isi pokok dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Indonesia dan Republik Korea, seusai pertemuan bilateral antara kedua pejabat pemerintah, yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Republik Korea, Roh Moo-hyun, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12).
Dalam pertemuan tersebut Presiden didampingi Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menlu Hassan Wirajuda dan Menkominfo Sofyan Djalil.
Sedangkan Presiden Korea didampingi Menteri Luar Negeri dan Perdagangan, Song Mun Soon, Menteri Perdagangan, Industri dan Energi, Thung Sye-kyun dan Menkominfo, Rho Jun Hyong.
MoU yang ditandatangani itu merupakan bagian dari deklarasi kedua negara untuk membangun kemitraan strategis. Selain MoU di bidang energi nuklir, juga ditandatangani MoU di bidang pariwisata, yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran pariwisata antara kedua negara, selain kerja sama bidang teknis pertukaran informasi mengenai pariwisata. Kedua negara juga menandatangani MoU bidang kehutanan dan antikorupsi.
MoU lain yang akan ditandatangani kedua negara di luar pertemuan bilateral di Istana Negara, adalah mengenai penyelenggaraan Forum Energi, MoU antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan mitranya dari Korea, MoU pengembangan usaha kecil dan menengah antara Indonesia dan Korsel, serta MoU antara produsen baja Krakatau Steel dan Koperasi Ekspor Asuransi Korsel.
Selain bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Roh Moo-hyun juga bertemu Wapres Jusuf Kalla dan masyarakat Korea di Jakarta.
Kemitraan Strategis
Kerja sama Indonesia dan Republik Korea dibangun dalam kerangka kemitraan strategis dalam berbagai bidang, seperti sumber daya alam, energi dan teknologi informasi (TI). Saat ini Indonesia pemasok gas alam cair (LNG) terbesar kedua, kayu, pulp (bubur kertas), kertas dan juga pemasok minyak mentah ke-6 di Korea Selatan. Sebaliknya, Indonesia merupakan negara tujuan investasi terbesar ke-3 (US$ 4,55 miliar pada 2005) bagi investasi Korea di luar negeri.
Pada kesempatan pertemuan ini, Pemerintah Korea juga meminta Indonesia untuk memasukkan perusahaan-perusahaan Korea dalam proyek konstruksi pembangkit tenaga nuklir Indonesia yang akan dimulai pada 2016.
Secara keseluruhan, perdagangan Korea Selatan dengan Indonesia mencapai US$ 13,23 miliar (2005) dan menempatkan Indonesia sebagai mitra dagang terbesar Korea dalam kawasan ASEAN. Selama ini telah ada 1.000 perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia dengan jumlah pekerja lokal mencapai 500.000 orang dan total investasi mencapai US$ 4,55 miliar.
| |