|
 |
Suciwati Berangkat ke Bangkok
(naz)
Bicara Kasus Munir dengan Utusan PBB
JAKARTA - Suciwati tidak pernah merasa lelah untuk mencari keadilan bagi kematian suaminya, aktivis HAM Munir. Senin besok, misalnya, ibu dua anak ini akan terbang ke Bangkok, Thailand, untuk menggalang simpati internasional terhadap kasusnya.
Suciwati yang berangkat bersama sejumlah aktivis HAM dari Indonesia, seperti Koordinator Human Right Working Rafendy Djamin, akan menghadiri 2nd Regional Consultation of HRDs with Hina Jilani.
Acara itu diselenggarakan Forum Asia dan APWLD (Asia Pacific Women in Law and Development). Jilani adalah utusan khusus Sekjen PBB bidang HAM.
"Di sana, secara khusus saya akan berbicara dengan Jilani soal Munir," kata Suciwati saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.
Bagi Suciwati, pertemuan dengan Jilani itu bukan yang pertama. Pada 2005, dia pernah bertemu Jilani di Atlanta, AS. "Tapi, kali ini lebih urgent karena pembunuh suami saya sekarang (dinyatakan) tidak ada," tambahnya.
Putusan kasasi Mahkamah Agung beberapa waktu lalu menyatakan, terdakwa pembunuh Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, tidak terbukti membunuh Munir. Akibatnya, siapa pembunuh Munir menjadi gelap. Kini, bekerja sama dengan FBI dan Belanda, Polri kembali membuka kasus itu.
Suciwati berharap Jilani akan menyampaikan perkembangan kasus pengusutan Munir tersebut kepada Sekjen PBB Kofi Annan dan akan mengambil tindakan melalui mekanisme internalnya. "Mungkin saya boleh berharap akan ada mekanisme PBB untuk kasus ini (Munir) seperti yang mereka lakukan dalam kasus terbunuhnya (mantan) PM Lebanon Rafik Hariri," bebernya.
| |