25 Tahun IDN (Guo Ji Re Bao)
Dilaporkan oleh : Dr.Irawan.
Shiung Te Lung yang sering disapa Ted Siong atau dikenal sebagai Pak Gatot Presdir dari International Daily News menggelar event dinner di Restaurant Capital dibilangan Monterey Park. Perhelatan yang dihadiri oleh lebih dari 200 pemuka masyarakat ini adalah dalam rangka peringatan 25 tahun koran berbahasa Mandarin IDN (Guo Ji Re Bao) yang mula berdirinya di Los Angeles California. Dalam pidatonya Ted Siong menyampaikan hasil kerja IDN hari ini sudah mengalami kemajuan terutama di Indonesia. Guo Ji Re Bao di Indonesia sekarang merupakan koran berbahasa Mandarin yang terbesar, bahkan koran yang bekerja sama dengan Jawa Pos (Dahlan Iskan) ini telah membuka koran berbahasa Indonesia yang bernama "Indonesia News" yang terbit di beberapa kota, Medan, Palembang ,Pontianak, Surabaya, dan akan datang di Bandung juga. Perluasan korannya juga telah merambah ke Australia, Thailand , dan Hongkong. Koran ini juga telah bekerjasama dengan Indonesia Media sejak tahun 2004. Sekarang Indonesia News telah ber-oplah 80.000 sehari tutur Ted Siong yang mengantongi gelar Doktor kehormatan itu.
IDN dan Indonesia Media.
Acara makan malam ini diselingi dengan pidato sambutan dari para pimpinan organisasi, pemuka masyarakat Chinese , dan ellected officials dari kawasan Los Angeles, diantaranya juga hadir mantan walikota Monterey Park, Lily Chen. Dr.Frits Hong selaku pengurus senior Indonesia Media dan pengurus ICAA sempat mengucapkan selamat atas kemajuan dari IDN , dan mengharap kerjasama IDN dengan segala afiliasinya dengan Indonesia Media selama ini bisa memberikan sumbangan kepada kemajuan Indonesia dan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.
Boss IDN ini mengaku telah menyumbangkan 20 juta USD, ke korban Tsunami di Indonesia dan ke panti asuhan yatim piatu. Berbicara tentang yatim piatu ,Ted Siong membuka latar belakang nya sebagai anak yatim piatu yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan darah Tionghoa (diduga berdarah Melayu dan India). Beliau dipelihara dan dibesarkan oleh keluarga Tionghoa (Hakka - Moiyan), dan mengaku diri100% orang Tionghoa. Kepiawaiannya berkomunikasi dalam beragam bahasa adalah anugerah yang jarang dimiliki oleh para pemimpin masyarakat. Pengetahuan budaya Tionghoanya bagaikan satrawan zaman dinasti masa lalu, seperti yang sering kita temukan di adegan-adegan cerita silat yang kalau berbicara sambil melantunkan peribahasa yang puitis.
 Event ini juga sebagai anniversary 40 tahun perkawinan Ted Siong dengan isterinya. Hadir dalam acara itu cucu cucu nya bersama kedua puteranya yang tinggal di Arcadia, Yopie, dan Johan yang tinggal di Diamond Bar, sedangkan Jessica puterinya yang sekarang bermukim di Singapore tidak terlihat hadir. Sehari sebelum event ini Ted Siong dengan keluarga sempat berkunjung ke kegiatan rutin hari Sabtu ICAA di Duarte Inn.
Acara berlangsung meriah dan dilanjutkan dengan karaoke dalam bermacam dialek bahasa sampai larut malam.
|