Ikut Cruise ke Mediterranean # 10
Jusni Hilwan
Tetapi ke selatan sampai ke Lima, Peru. Insya Tuhan dongengan cruise Bang
Jeha berikutnya adalah salah satu dari ketiga tempat tersebut. Sampai kisah Livorno adalah gerbang atau kota pelabuhan untuk melihat kota Florence,
tempat lahirnya kesenian Renaissance, dan kota Pisa yang terkenal dengan
menara miringnya. Di gereja Santa Croce (salib suci dalam bahasa Itali) di
Firenze, nama lain dari Florence, terletak kuburan Galileo, Michelangelo,
Machiavelli, dan Dante. Mereka semua, disamping Leonardo da Vinci, pernah
berKTP Florence alias tinggal di kota itu. Karena saya rada telmi urusan
budaya dan seni, engga demen-demen beeng serta tak bisa terlalu membedakan
mana yang gemilang mana yang biasa-biasa saja, maka Florence saya lewatkan
untuk dikunjungi. Menara miring Pisa tidak bisa tidak dilihat sebab sejak
dari kecil, ketika di koran Berita Minggu ada gambar serial Ripley's Believe
It Or Not, saya tak bisa melupakan pertama kali melihat gambar menara ajaib
tersebut. Miring terus tapi kog engga rubuh-rubuh :-). Sebetulnya lagi, kalau
melihat gambarnya, menara itu sih engga indah-indah banget yah. Tetapi supaya
kalau suatu ketika kami punya cucu, kami bisa mendongeng "we have been there"
maka pergilah kami kesitu.
Mungkin melihat patung David yang telanjang karya Michelangelo di kota
Florence akan lebih menarik, barangkali :-). Tetapi karena perabotan saya
tidak beda jauh dengan punyanya si David, yah engga dilihat engga apa apa
juga. Kemarin ketika lewat di jalanan utama kota Civitavecchia, saya kagum
juga dengan sekularismenya negeri Itali ini. Penduduknya boleh azha 90%
Katolik tetapi ada mesin penjual kondom di sebelah etalase toko yang bisa
diakses 24 jam, seperti ATM. Saya lihat ada 6 macam kondom yang dijual, dari
mulai yang 3 Euro s/d yang 9 Euro. Bukan saja bensin mahal di Itali yah, alat
KB juga sami mawon. Coca-cola sebotol ukuran 0.5 liter, 3 Euro sahaja.
Untunglah kebanyakan tempat kencing gratis, tidak seperti di banyak kota
lainnya di Eropa ini.
Hari ini kami kurang mujur prens di saat masuk ke kompleks Menara Pisa.
Sebetulnya ada 3 bangunan utama disitu. Katedralnya yang disebut Duomo dalam
bahasa Itali (arti harafiahnya rumah Tuhan), suatu bangunan megah berbentuk
kubah yang disebut Baptistery, tempat rakyat Pisa dipermandikan (dan di jaman
itu dicelup masuk) dan barulah Menara Pisa yang sebetulnya suatu 'bell tower'.
Bisa Anda samakan dengan azan, panggilan untuk memanggil rakyat sembahyang ke
mesjid cuma di Itali ini dipanggilnya pakai lonceng atau bel, neng nong neng
nong neng nong :-). Tidaklah Anda perlu heran kalau si pemandu wisata kami
mengatakan bahwa bel itu sudah tidak pernah dibunyikan lagi sejak awal abad
yang lalu lantaran getaran dan goyangan bel berbiji-biji tersebut tidaklah
"sehat" bagi sang menara.
Nah, ketidak-mujuran kami terjadi karena katedralnya ditutup dan tunggu punya
tunggu, sampai jam 11-an ketika kami sudah perlu balik ke kapal, gereja itu
masih ditutup. Ja'ul juga padahal tour naik bis cuma setengah jam dari kapal
ke Pisa ongkosnya engga murah-murah banget, 59 $ US per orang. Yang bikin
sebel rek, gereja itu sempat dibuka dan kita bisa lihat dari pintu depannya.
Memang sih lumayan indahnya, lah dibangun oleh cukong di kota itu di abad 12.
Walah pas saya mau motret dengan kameraku, meskipun pintu tidak ditutup lagi
tetapi dipasangin gordijn sebesar alaihim sehingga praktis tidak kelihatan
lagi, apapun juga. Emang judes dah kawula Gereja Katolik :-). Yang bikin
perkara konon ada jenazah santo pelindung kota Pisa ini, San Ranieri yang
kemarin dipindahkan bersama sarcophagusnya dari pinggir ke tengah gereja.
Kemarin katanya hari pesta nama sang santo dan akibatnya pagi ini perlu
dipindahkan balik dan entah kenapa, macet perpindahannya. Eniwe, salah
satu cita-cita hidup kami sebelum kojor, bisa melihat Menara Pisa sudah
kesampaian, tinggal 1000 cita-cita lainnya :-).
Mong-ngomong cita-cita, jalan-jalan tentunya, saya sudah memantau beberapa
potensil tempat untuk cruise kami yang akan datang. Saat ini pilihannya ada
sekitar tiga, semuanya berdasarkan referensi brosur Princess Cruise yang
tersedia dan terus dipromosikan di dalam kapal. Akan kami mulai bandingkan
nanti dengan cruise lainnya tentunya, pilihan kota atau pelabuhan yang
disinggahi, lama dan harga, serta seperti apa kapalnya. Yang pertama,
ke Kepulauan Tahiti dan Hawaii, kedua dari San Juan, Puerto Rico lewat Teluk
Panama ke Utara sampai ke Acapulco, Mexico, yang ketiga sama seperti itu
yang akan datang, bai bai lam lekom.
... (bersambung) ...
|