Masyarakat Indonesia disekitar Mid Term Election Nov 7
Dilaporkan oleh: Indonesia Media
Masyarakat Indonesia sekitar Hacienda Heights berkumpul disekolah dasar KWIS sore itu atas undangan School Board Hacienda-LaPuente Unified District, Bapak Norman Hsu. Pasalnya Voice of America siaran bahasa Indonesia datang mengcover untuk "Salam VOA" yang bekerja sama dengan beberapa stasiun TV di tanah air seperti RCTI, Metro TV, TPI, dan JTV di Surabaya. Dalam kesempatan ini Norman Hsu memperkenalkan seorang guru satu-satunya asal Indonesia yang mengajar murid Autism untuk K-3, yang bernama Dodi Gunadi.
Ternyata kedatangan reporter dan penyiar VOA bahasa Indonesia, Patsy dan Crew-nya berniat menyantap pernyataan politik dari beberapa tokoh masyarakat Indonesia diseputar General Election Nov 7 ini. Dari Norman Hsu yang mengaku sebagai pendukung Partai Republican tentu saja mendukung pemilihan kembali gubernur California Arnold Swaschzenegger karena berhasil mencegah keterpurukan ekonomi di California. Norman menghimbau kepada masyarakat Indonesia yang sudah menjadi US Citizen agar memanfaatkan pemilu demi membela kepentingan orang imigran Asia, dan apabila sibuk ketempat polling, gunakanlah absentee ballot yang sekarang bisa di minta secara permanen. Kembali Norman mengutip seloroh wapres Jusuf Kalla "Orang Tionghoa jangan anggap Indonesia seperti Hotel", disini beliau juga mengingatkan masyarakat Indonesia yang berhak menyoblos agar menggunakan haknya juga sebagai pemilih.
Sementara itu Dr.Frits Hong sebagai ketua umum ICAA menegaskan bahwa sebagai Republican beliau juga tidak tutup mata melihat rekan Asia di-kubu Democrat yang bisa dipercaya dapat bekerja dengan baik. Sebagai contohnya, John Chiang (D) mendapat dukungannya maju sebagai calon State Controller. Kami sebagai imigran membutuhkan kekuatan politik dari orang-orang kami dari kedua belah kubu, demikian ujarnya.
Dr.Irawan dari Indonesia Media menambahkan bahwa banyak masyarakat Asia di Amerika yang enggan menjadi U.S. citizen hanya dikarenakan malas kalau diwajibkan untuk Jury Duty, hal ini adalah pikiran egois, mereka harusnya lebih menyadari kewajibannya sebagai masyarakat yang menikmati fasilitas tinggal di AS. Padahal peraturan dan perundangan untuk kepentingan kita perlu di tentukan oleh kita sendiri lewat pemilu. Dalam kesempatan ini dia juga menghimbau kepada pemerintah RI agar memberi keleluasaan bagi masyarakat Indonesia di AS untuk mendapatkan Dwikewarganegaraan, seperti kawan kawan imigran lainnya dari Taiwan, Singapore, Filipina, bahkan Mexico dan banyak lagi negara-negara lainnya. Hal ini akan banyak menguntungkan RI sendiri.
Banyak Arek-arek Suroboyo yang hadir disana menyampaikan salamnya kepada anggota keluarga yang dicintainya di tanah air yang akan menyaksikan tahyangannya lewat TV dalam acara "Salam VOA".
|