Kempingan Toronto ke Vancouver # 4
JUSNI HILWAN
Bang Jeha tukang jalan-jalan memang sudah menjelajahi seluruh propinsi bagian
timur Kanada maupun bagian baratnya dengan kekecualian tak pernah saya
bermobil di Saskatchewan. Itu adalah propinsi di antara Manitoba di timurnya
dan Alberta di sebelah barat. Alasan utamanya karena konon nyupir disitu
membosankan banget, jalanannya lurus dan tidak ada satupun obyek yang bisa
dilihat. Itu berita dari koran sas-sus bahwa sepanjang mata memandang, yang
akan dilihat hanyalah ladang gandum, pohon canola dan sunflower. Barulah di
hari kemerdekaan RI yang 51 sahaya berkesempatan menjelajahinya dan bersaksi
bahwa oke-oke saja route sepanjang Hw 1 dari mulai perbatasan Manitoba sampai
ke perbatasan Alberta. Ada rolling hill, turunan dan tanjakan yang kalau saja
kita naik sepeda, asyik lah medan seperti itu. Pohon-pohon tumbuh kog di
sepanjang jalan, selain ada tiang listrik maupun kabel telepon, pasti dari
era awal abad lalu. Sesekali kita akan berpapasan dengan kereta api, baik
jalur CN maupun CP Rail. Itulah route yang kami tempuh di tanggal 17 Agustus
lalu untuk menuju campground ketiga, Cypress Hill Provinvial Park yang
letaknya di Saskatchewan.
Karena tidak pernah nyetir di propinsi ini, saya tidak tahu seberapa galak
polisinya, apakah lebih 10 km doang dari kecepatan maksimum, akan ditilang
seperti di Manitoba. Oleh karena itu, saya tidak berani untuk menyetir lebih
dari 110 120 km/jam. Lain halnya dengan Benny yang masih berjiwa pemuda :-).
Ketika saya lirik speedometer saat ia nyupir mulai dari Regina, angkanya
jadi 130 140 km/jam. Itu sebabnya meskipun menurut M/S Streets and Trips,
kami akan sampai di kemgron jam 8 malam, jarak 400 km terakhir ia kebut
3 jam sehingga hari masih terang banget ketika jam 7 kami sudah sampai di
Cypress Hill Interprovincial Park. Ya, cagar ini saking gedenya mencapai
propinsi Alberta tetapi kami memilih mencobai kemping yang di Saskatchewan.
Ongkos kempingnya sih murah dibandingkan di Ontario, cuma $ 15 per malam
hanya anehnya mesti bayar karcis masuk $ 7. Tetapi tetaplah lebih murah
daripada menginap di hotel motel, apalagi di musim panas. Kemgronnya boljug
meski serba terbuka karena cuma di hutan pohon pinus. Antar tetangga bisa
saling liat dan bersalam-mualaikum, eh, say hello :-).
Kedua ibuk-ibuk peserta kemping JHO-Somali Travel ini memang terkenal
kepiawaian mereka di dalam ilmu masak-memasak. Akibatnya, suguhan menu makan
malam adalah soto Betawi. Meskipun beberapa bahan seperti tomat, daun bawang
dan jeruk nipisnya ketinggalan di lemari es di rumah tuan nyonya tumpangan
kami di Winnipeg, en toh soto Betawinya cukup enak. Karena dimakannya sekali
lagi di dalam suasana kemping atau di alam raya, keasyikannya tidak usah
kalah dari enaknya soto Betawi dimana saja. Seusai mereka berdua masak soto
Betawi, mereka mempersiapkan hidangan makanan siang untuk hari Jum'at
18 Agustus berupa ... sayur asem dengan ayam goreng bumbu kuning, kumplit
pokoknya. Jumlahnya juga sedemikian sehingga kalau mau menjadi gembul,
kita bisa nambah 2-3 kali, tetap masih cukup. Saya yakin kalau saja ada
anak Kanada yang senang masakan Indo dan ikut trip JHO-Somali Travel,
di-charge $ 100 per orang per hari juga mereka akan hepi-hepi wae :-).
Keesokan harinya, dalam perjalanan menuju Alberta, kami singgah di tempat
yang termashur sedunia untuk urusan si dino, yakni Dinosaur Park di propinsi
tersebut yang letaknya tak begitu jauh dari kota Medicine Hat, sekitar 150-an
km ke arah barat lautnya. Bila Anda tidak tahu dimana Medicine Hat, sekitar
200 km sebelum Calgary, ibukota propinsi Alberta. Tempat tersebut dikenal
juga sebagai Alberta Badland, yakni sepanjang lembah Red Deer River. Geologi
Badland itu memang lain dari yang lain, sukar untuk digambarkan hanya dengan
kata-kata tetapi akan kuperlihatkan fotonya. Konon disitulah ditemui jumlah
rekor jenis dinosaurus di dunia, sebanyak 35 species, sehingga dijadikan
world heritage site oleh PBB. Bila Anda pernah melihat film Jurassic Park,
kemungkinan Anda akan manggut-manggut melihat betapa spektakularnya geologi
dimana dahulu para dinosaurus melanglang kampung halaman mereka. Sekian
dahulu, sampai berjumpa di kisah berikutnya.
... (bersambung) ...
|