Ideologi
Kebencian
oleh Heri Permana
Beberapa dari kita mungkin pernah bertanya-tanya
dalam hati apa
yang terjadi pada pengebom bunuh diri pada sejumlah aksi
teror
bom di Indonesia padahal mereka sebelumnya hanyalah orang-orang
biasa.Kita juga mungkin bertanya apa yang terjadi pada milisi
Serbia
ketika membantai dan memperkosa sejumlah orang yang notabene
sebelumnya adalah tetangga mereka sendiri.Kita juga pantas
heran
apa yang terjadi ketika sejumlah pengikut wahaby militan
meledakkan
bom di tubuhnya sendiri untuk membunuh sejumlah jama'ah
syi'ah
yang sedang sholat berjama'ah sebagaimana yang dilakukan
Yahudi
Goldstein ketika memberondong muslim Palestina yang sedang
sholat
dengan senapan mesin.
Apa yang menyebabkan mereka menjadi mesin
pembunuh yang tidak
memiliki rasa takut sekaligus tidak memiliki rasa kasihan
pada korban
korbannya.Salah satu benang merah yang bisa ditarik dari
para pelaku
tersebut adalah mereka semuanya pengikut kelompok radikal.
Dan semua kelompok radikal memiliki ideologi
yang sama persis walaupun
mereka mengatasnamakan hal-hal lain seperti warna kulit
, ras , agama dll.
Dari kelompok supremasi ras seperti Zionis , Nazi , KKK
, ekstrimis kelas
seperti kaum fasis dan komunias sampai kelompok fanatik
agama seperti
BJP (Hindu) , Ikhwanul Muslimin (Islam) memiliki kesamaan
ideologi yaitu
ideologi kebencian.
Semua kelompok ini memiliki kebencian yang
mendalam terhadap musuh
mereka sampai mereka beranggapan bahwa dunia ini akan menjadi
lebih
baik kalau musuh mereka itu berhasil dilenyapkan seluruhnya
dari muka
bumi minimal disingkirkan jauh-jauh dari komunitas mereka
.Ketika posisi
mereka lemah mereka menggambarkan musuhnya sebagai kelompok
penindas
yang akan menghancurkan eksistansi mereka dan ketika mereka
berkuasa
mereka selalu beranggapan bahwa musuhnya adalah sekumpulan
sampah
yang harus segera dibersihkan.
Semua orang normal tentu tidak akan pernah
bisa membayangkan melakukan
hal-hal seperti yang dilakukan kaum radikal.Seorang muslim
yang normal
tentu tidak akan memiliki pikiran untuk membunuh seseorang
hanya karena
dia beragama kristen misalnya, seorang manusia normal tentu
tidak akan
terlintas dalam pikirannya untuk meledakkan dirinya ditengah
keramaian
orang .Akan tetapi kaum radikal itu berbeda , mereka bukanlah
orang
normal walaupun dalam kesehariannya bertindak dan bertingkah
laku
sebagaimana layaknya orang normal.Akan tetapi jauh dalam
otak dan
pikirannya dia sebenarnya adalah orang gila yang sanggup
melakukan
apapun bahkan dengan mengorbankan nyawanya sendiri sekalipun
demi
menghancurkan kelompok yang dianggapnya sebagai musuh.
Ideologi kaum radikal memang merupakan sebuah
ideologi kaum psikopat,
dan ideologi ini mampu untuk dicangkokkan ke semua orang
normal
manapun dan merubahnya menjadi salah satu dari mereka, karena
ideologi ini adalah salah satu bentuk teror psikologis yang
tidak dapat
terlihat dan dirasakan tapi dapat merubah pikiran orang
menjadi 180
derajat dimana orang itu sendiri tidak menyadarinya selain
kemudian
bergabung dalam barisan mereka.
Metode doktrin ideologi kebencian yang pertama
adalah menjadi korban.
Seluruh anggota kelompok mereka dicuci otaknya dengan metode
teror
psikologis bahwa mereka adalah sekelompok orang yang memiliki
kesamaan
identitas semisal agama , ras , suku dll yang sedang mengalami
sebuah
kedzaliman dan kesewenang-wenangan dari pihak lain.Mereka
kemudian
secara psikologis ditempatkan sebagai bagian dari sebuah
group/kelompok
yang menjadi korban itu semua dan membuat mereka memiliki
perasaan
tertekan , tidak berdaya dan frustasi terhadap itu semua
yang kemudian
diarahkan agar memiliki semangan dan jiwa juang yang tinggi
untuk melakukan
perlawanan terhadap kelompok yang ditetapkan oleh mereka
sebagai lawan.
Mereka juga diberi kecemasan bahwa mereka sedang dikepung
oleh kekuatan
lawan yang berkonspirasi untuk menghancurkan eksistensi
mereka baik
secara fisik , psikis maupun pemikiran.
Metode kedua adalah ide superioritas kelompok.Seluruh
kelompok radikal
selalu menganggap kelompoknya baik menurut ras , agama ,
kelas dll adalah
sebuah kelompok terpilih yang bertugas untuk menyelamatkan
dunia dari
kehancuran.Mereka beranggapan bahwa warna kulit , suku ,
atau agama
mereka adalah merupakan sebuah pemberian dari Tuhan untuk
menguasai
dunia.Mereka beranggapan bahwa mereka adalah kelompok terbaik,
satu
satunya yang benar , dan yang memiliki cita-cita paling
luhur untuk
mendominasi dunia.
End part 1
Start part 2
Tapi ada pihak-pihak yang menghalangi dan berusaha mencegah
mereka
untuk melaksanakan semua cita-cita luhur tersebut yaitu
kelompok yang
diidentifikasikan mereka sebagai musuh.Sehingga untuk menggapai
cita-cita
dan hak mereka untuk menguasai dunia maka seluruh musuh
dan penghalang
mereka harus dihancurkan.Dan satu-satunya jalan untuk itu
adalah dengan
jalan kekuasaan.Karena itu kelompok-kelompok radikal sama
sekali tidak
mempedulikan cara apapun untuk meraih kekuasaan, semua metode
ataupun
cara dianggap halal dilakukan untuk menggapai kekuasaan
karena itu adalah
hak mereka.Dan ketika kekuasaan itu diraih maka kekuasaan
itu diarahkan
untuk mendominasi, semua orang atau kelompok yang tidak
sealiran akan
disingkirkan walaupun mereka memiliki kesamaan ras , suku,
atau agama
dengan mereka sendiri karena bagi mereka orang atau kelompok
itu bukanlah
anggota murni dari ras atau agama mereka melainkan hanya
orang-orang yang
telah tercemar oleh paham atau pandangan yang merusak dari
kelompok lain,
sementara kelompok yang didefinisikan sebagai musuh akan
ditindas karena
mereka menganggap hal itu sebagai tugas suci mereka untuk
memastikan
agar kelompok mereka tetap berada di atas.
Paham superioritas ini menempatkan pihak-pihak
lainnya sebagai kelompok
yang tingkatannya lebih rendah dari mereka bahkan kelompok
yang
dianggap sebagai lawan dianggap kedudukannya lebih rendah
dari
hewan seperti babi atau anjing.Paham inilah yang menyebabkan
mereka
tidak pernah dan tidak akan pernah merasa bersalah kalau
mereka menindas
atau memperlakukan kelompok lain secara semena-mena bahkan
bagi
mereka itu adalah bagian dari tugas suci mereka.Menyembelih
leher
orang , memperkosa wanita-wanita mereka , meledakkan simbol
mereka, membakar rumah mereka dll dianggap bukan perbuatan
biadab
bahkan mereka sangat menikmati ekspresi penderitaan dari
korban
korbannya.
Di tingkat yang lebih ringan , mereka menganggap
propaganda , fitnah,
pengrusakan nama baik lawan-lawannya sebagai bentuk kewajiban
suci.
Teror dan intimidasi dianggap sebagai bentuk kewajaran.Bahkan
ketika
hal-hal itu diterapkan pada orang atau sekelompok orang
yang notabene
satu ras atau satu agama dengan mereka.Di internet kita
bisa lihat kaum
radikal Islam misalnya dengan tanpa rasa bersalah memailbomb
milis
milis milik kelompok islam lainnya ataupun meneror muslim
lain yang
tidak sepaham dengan mereka.
Semua itu dianggap wajar untuk dilakukan karena
mereka adalah kelompok
superior yang memiliki tugas suci sementara yang lain cuma
dianggap
sekumpulan orang-orang kotor bahkan budak yang pantas untuk
mereka
perlakukan apa saja.
Doktrin ketiga adalah doktrin eksklusifme
kelompok.Sebagai kelompok
'tertindas' mereka harus bersatu dan sebagai kelompok yang
superior
maka mereka berkewajiban untuk menjaga kemurnian mereka.
Maka
seluruh anggota kelompok wajib untuk memiliki kesamaan identitas
baik dari masalah pakaian , cara berbicara dll.Mereka juga
sering
menciptakan kosa kata baru untuk membedakan mereka dengan
yang
lainnya.Dan untuk lebih menjaga kemurnian mereka maka segala
bentuk
hubungan dengan kelompok-kelompok lain di luar mereka harus
diminimalisir sampai batas yang terendah.Kelompok yang memiliki
perbedaan agama atau ras dengan mereka dianggap sebagai
makhluk
najis yang harus dijauhi ,sementara kelompok yang memiliki
kesamaan
ras atau agama dengan mereka tapi berbeda pandangan dianggap
sebagai
kelompok tercemar yang juga harus dijauhi.Mereka didoktrin
untuk
hanya merasa nyaman ketika bergaul dan berkumpul dengan
sesama
mereka sendiri , bahkan dalam masalah perkawinan para anggotanya
diarahkan untuk hanya menikah dan menikahi orang-orang yang
satu
group dengan mereka.
End part 2
Start part 3
Ideologi Kebencian Kaum Radikal Islam
Kaum radikal Islam pada dasarnya memiliki
kesamaan dengan kelompok
radikal lain seperti Zionis , Nazi , KKK , BJP , Komunis
dll.Karena
mereka memiliki ciri yang sama dengan kelompok radikal lainnya
seperti
ciri-ciri diatas.
Walaupun mereka mengklaim bahwa mereka mengajarkan
agama pada
pengikutnya berdasarkan pemahaman yang benar pada dasarnya
mereka
sama sekali tidak mengajarkan agama hanya kebencian yang
dibungkus
dengan agama.Liqo atau kelompok pengkajian agama di masjid-masjid
kampus misalnya mereka rata-rata tidak diajar oleh orang-orang
yang
memiliki kualifikasi sebagai pengajar agama , dan tidak
ada satupun
literatur atau referensi yang mereka pakai bersumber dari
kitab-kitab
pengajaran agama yang menjadi rujukan utama lembaga-lembaga
pengajaran agama yang resmi, bahkan tidak ada satupun kitab
agama
yang mereka pakai untuk mengajari anggotanya.Yang mereka
pakai
hanyalah buku pedoman/panduan kaum ekstrim yang mengajarkan
paham
kebencian berdasarkan step-step seperti diatas.
Ayat pertama yang diajarkan kelompok radikal
islam pada pengikutnya
adalah selalu Al Baqarah 120 yang ditafsirkan sedemikian
rupa untuk
membuat para pengikutnya memiliki perasaan jadi korban dan
berada
dalam kepungan musuh yang akan menghancurkan eksistensi
mereka
sebagaimana rumus kaum radikal yang pertama.
Wacana 'ghozwul fikri' atau yang di Indonesiakan
menjadi 'perang
pemikiran' pun dijadikan wacana untuk menebar ketakutan
akan ancaman
dari pihak lain termasuk dari kalangan muslim sekalipun
yang harus
dihadapi dengan reaktif.
Wacana 'khairu ummah' menjadi wacana superioritas
kelompok dan
wacana 'islam kaffah' menjadi wacana untuk membentuk eksklusifme
kelompok melalui penerapan simbol-simbol tertentu untuk
membedakan
mereka dengan kelompok lain.
Dan hasilnya seperti yang bisa kita lihat
pada orang-orang harokah ,
di luar penampilan mereka yang secara kasat mata terlihat
ramah dan
santun mereka memiliki Iblis di kepalanya.Mereka menjadi
orang-orang
yang berkepribadian ganda.Ketika berada di lingkungannya
sendiri
mereka bersikap serba baik dan ramah tapi ketika berhadapan
dengan
orang yang beda atau sesuatu yang beda sontak mereka menjadi
kumpulan
orang-orang yang garang , brutal bahkan tidak mengenal rasa
kasihan.
Sehingga tidak aneh kalau id satu sisi mereka tidak pernah
melewatkan
sholat berjama'ah tepat waktu di sisi lain mereka menyembelih
leher
manusia seperti menyembelih hewan qurban.Di satu sisi mereka
berkhotbah
mengenai ukhuwah tapi di saat bersamaan sibuk mengkafirkan
dan
menghujat saudara sendiri.
Kelemahan Kaum Radikal.
Di balik semua sisi kegarangan kaum radikal,
pada dasarnya mereka
memiliki satu sisi kelemahan yang sangat serius yang menyebabkan
mereka sangat mudah untuk diarahkan dan dikendalikan oleh
pihak
luar.
Kaum radikal karena paham kebencian sudah
merasuki pikirannya
mereka tidak lagi memiliki pikirannya sendiri , pikirannya
sudah menjadi
milik orang lain.Seperti halnya orang yang sedang marah
dan kepepet
serta terkepung di pojok otak dan pikiran mereka tidak mampu
untuk
berpikir secara jernih dan logis lagi.Kebencian yang mendalam
membuat
mereka selalu paranoid terhadap pihak lain dan membuat mereka
selalu
memandang semua orang dan segala sesuatu atas dasar prasangka.
Karena itulah mereka menjadi sekelompok orang
yang bisa diperintah
dan diprogram untuk melakukan sesuatu oleh seseorang atau
sekelompok
orang dengan patuh tanpa mereka mampu berpikir panjang secara
logis.
Seperti halnya orang yang terhiptonis mereka bisa diperintahkan
melakukan
hal bodoh seperti menjadi monyet tanpa mereka sendiri menyadarinya,
bahkan mereka juga dicangkokkan program berupa kata-kata
tertentu
yang bisa membuat mereka berbuat lepas kontrol.
Beberapa contoh ringan misalnya begitu percayanya
kaum radikal islam
ini terhadap bualan orang amerika yang sedikit maniak dan
gila di sebuah
website bahwa bom bali I adalah sebuah mikro nuke hanya
karena sejumlah
media garis keras yang mengutipnya menggunakan kata-kata
trigger berupa
konspirasi menyudutkan ummat islam.Kata kristenisasi begitu
berpengaruh
pada diri mereka sehingga mempercayai selebaran bohong (yang
kemungkinan
disebar intel dan militer) yang mengabarkan (alm) Munir
adalah seorang
kristen fanatik yang hendak mengkristenkan Indonesia padahal
(alm) Munir
sendiri wadalah seorang muslim keturunan Arab yang sempat
menjadi
aktivis HMI.
Karena itulah tidak heran kalau kaum
radikal ini justru menjadi pion penting
yang dimamfaatkan oleh kalangan militer , intelejen ataupun
rezim diktator
untuk menggolkan tujuan mereka.Karena orang-orang radikal
itu walaupun
mungkin merupakan seekor macam , mereka cumalah macan sirkus
yang
tidak layak ditakuti.Karena pikiran mereka sudah menjadi
milik orang lain
maka mereka mudah untuk dikendalikan , dan karena mereka
tidak mampu
lagi berpikir logis maka mereka menjadi sangat mudahnya
untuk dihasut
atau dibohongi bahkan diprovokasi sehingga bisa diarahkan
sekehendak
orang lain.Karena itulah tidak heran pemuda-pemuda yang
lugu setelah
mendapat doktrin ekstrimis islam dengan mudahnya bisa diperintahkan
untuk melakukan bom bunuh diri.
|