|
 |
Deklarasi
Minahasa Merdeka
(rik)
UCAPAN Dolfie Maringka untuk mendeklarasi
Gerakan Minahasa Merdeka (GMM) bukan hanya gertakan sam-bal.
Janjinya untuk mende-klarasi GMM pascaeksekusi Fabianus
Tibo cs, bakal diwu-
judkannya hari (25/09) ini. “Kami akan mendeklarasi Ge-rakan
Minahasa Merdeka esok (pagi ini, red) bertempat di Mi-nahasa
Law Center, Jalan Sam Ratulangi,’’ ungkap Maringka ketika
menelepon koran ini, tadi malam.
Dikatakannya, sejumlah to-koh diundang di antaranya Dr Bert
Supit dan mantan Wakil Walikota Manado, Teddy Ku-maat. ‘’Kami
juga akan berdis-kusi nanti, ke mana Indonesia akan dibawa,’’
katanya seraya menyatakan tidak setuju aksi anarkis dalam
merespons eksekusi Tibo cs.
‘’Kalau di Maumere dan Atam-bua disambut dengan bakar-bakar,
itu kami tidak sependa-pat. Kami memilih jalan perjua-ngan
elit. Kami meminta kemer-dekaan,’’ katanya. Maringka kemudian
menjelaskan, per-mintaan kemerdekaan yang di-maksud. ‘’Maksud
di sini ada-lah meminta kemerdekaan di bidang peran politik,
baik lokal dan nasional. Merdeka di bi-dang pemberdayaan
dan pengelolaan ekonomi daerah. Sebab sekarang ini otonomi
hanya setengah hati. Kami juga meminta kemerdekaan dalam
bidang beribadah di seluruh Indonesia,’’ tukasnya.
Maringka yang menyatakan akan memimpin langsung GMM mengatakan
juga, sudah tidak percaya lagi dengan NKRI, karena UU Aceh
dan lahirnya perda-perda bernuansa SI (Sya-riat Islam).
Berikut para tokoh garis keras juga secara jelas-jelas menyatakan
untuk menja-dikan negara ini negara agama.
Ditanya apakah deklarasi GMM sudah mendapat izin, Maringka
malah mengatakan, tidak perlu izin. ‘’GAM juga kan nda minta
izin. Pemerintah sendiri yang kasih tunjuk jalan kan? Oleh
sebab itu, sudah saatnya kini Minahasa akan bersuara keras.’’
| |