Kembali ke Halaman Muka (Back to Main Page)

Sigmund Freud

Disadur Oleh : Mang Ucup

Sigmund Freud yang terkenal dengan Teori Psikoanalisis adalah seorang
ilmuwan kondang yang bisa disejajarkan dengan Darwin maupun Einstein. Banyak
orang mengenal dan mengetahui hasil karyanya, tetapi hanya sedikit orang
yang mengetahui kehidupan dia yang sebenarnya. Apakah Anda tahu bahwa ia
menyimpan banyak sekali rahasia berupa koleksi hasil karyanya yang disimpan
di Library of Congress di Washington. Rahasia tsb sampai detik ini tidak
boleh dipublikasikan maupun dibaca oleh siapapun juga. Koleksi karya dia ini
baru boleh dibuka pada tahun 2113. Apakah ini rahasia mengenai kehancurannya
umat manusia?

Freud yakin dan juga cemas bahwa pada suatu saat umat manusia ini akan
punah. Jadi mirip seperti surat rahasia dari Fatima yang mewahyukan tentang
kiamat. Hanya bedanya Freud adalah seorang ateist tulen dan pendukung
beratnya teori Darwin. Menurut dia agama itu hanya sekedar ilusi atau
iming-iming saja. Agama itu dasar utamanya hanya sekedar angan-angan
(wishfulfillment), karena manusia takut mati dan menderita. (The Future of
an Illusion - 1927).

Ia juga menilai sebagai infantilisme (kenakan-kanakan). Tuhan itu
sebenarnya adalah ciptaan dari daya khayal manusia, sebagai pengganti dari
sang ayah. Jadi akar kebutuhan terhadap agama ada di father complex. Seorang
Bapak yang berkuasa, adil dan pengasih hal ini menjadi hidup kembali di dlm
sosok figur Tuhan. Oleh sebab itulah umat Nasrani paling merasa genah dan
cocok dimana mereka diperkenankan untuk menyapa Sang Pencipta dengan
panggilan nama "Bapa". (Totem and Taboo - 1913)

Sigmund Freud dilahirkan 150 th yang lampau tepatnya pada tgl 6 Mei 1856 di
Morovia. Nama dia yang sebenarnya adalah Sigismund Schlomo Freud. Ia lahir
dari keluarga Yahudi. Memiliki dua kakak tiri dan tujuh adik kandung. Dimana
empat adik perempuannya dibunuh oleh Nazi (Hitler). Ia sendiri berhasil
melarikan diri ke London. Buku-buku hasil karyanya dibakar oleh Nazi di th
1933.

Berdasarkan analisanya sendiri, ia mengakui bahwa pada masa kanak2nya ia
pernah mengidap Odipus Kompleks. Dimana ia mencintai ibu kandungnya sendiri
dan cemburu terhadap ayahnya. Oleh sebab itulah ia menilai setiap anak
sekitar usia 5 tahun akan mengalami nasib yang serupa seperti dia.

Pada awalnya ia ingin melanjutkan studinya dalam bidang hukum, tetapi
mengalami kesulitan karena adanya tekanan dari golongan antisemit. Akhirnya
ia mengambil jurusan medis.

Ia pernah mengadakan penelitian mengenai kokain (sabu-sabu) dimana ia
sendiri yang dijadikan kelinci percobaannya. Akhirnya ia jadi kecanduan. Hal
ini diakuinya dalam surat pribadi yang ditujukan kepada tundangannya Martha
Bernays. Bahkan banyak musuhnya yang menilai bahwa kebanyakan hasil karya
Freud itu ditulis pada saat ia sedang dalam keadaan ON. Jadi mirip dengan
mang Ucup baru bisa nulis kalau sedang dalam keadaan mabok githu. Hasil
studinya Freud mengenai Kokain pernah pernah ditulis di th 1887 dengan judul
"Ueber Coca"

Ia pernah mencoba menganalisa dirinya melalui biographi yang ditulisnya
sendiri. Walaupun demikian diketahui, bahwa ia sendiri telah memusnahkan
biographinya minimum dua kali di th 1885 & th 1907 sehingga sedikit yang
kita ketahui mengenai masa remajanya.


Melalui pasiennya yang disebut Anna O - nama aslinya Bertha Pappenheim, ia
menemukan terapi kongkouw (talking cure). Agar bisa kongkouw dengan santai
maka disediakan sofa dimana pasiennya bisa kongkouw sambil berbaring begitu.
Original sofa Freud masih bisa dilihat di Museum Freud di Wien.

Ia sendiri pernah mendapatkan kritikan keras dari kaum feminist atas
teorinya dimana ia menilai bahwa perempuan itu sebenarnya adalah makhluk
pria yang dikebiri, karena tidak memiliki penis. Hal inilah yang
mengakibatkan kaum perempuan itu selalu memiliki perasaan iri terhadap penis
pria yang disebutnya sebagai Penisneid (Penisenvy).

Ia juga menilai bahwa setiap manusia di kolong langit ini didorong oleh dua
instink utama ialah disatu pihak ingin tetap bisa hidup terus yang berkaitan
dengan sex (Eros), tetapi dilain pihak juga siap untuk mati - thanatos
(Thanatos = nama dewa maut Yunani).

Freud adalah perokok berat serutu, hingga akhir hayatnya ia masih saja tetap
merokok. Pada tahun 1922 diketahui bahwa Freud menderita kanker. Ia telah
menjalani operasi hingga 30 kali walaupun demikian tidak bisa disembuhkan.
Pada tgl 23 Sep 1939 melalui Dr pribadinya Dr Schur ia minta di euthanasia
(dibunuh) melalui suntikan morphin yang overdosis.


 
       

 


FastCounter by bCentral