Mendesak
Dibentuk KBRI Watch
Den Haag - Sudah saatnya masyarakat Indonesia
di luar negeri membentuk KBRI Watch untuk mengawasi KBRI
di negara terkait.
Demikian dikatakan Ketua Forum Komunikasi
Masyarakat Indonesia Nederland (FKMIN), Dr. Sofjan S. Siregar
di sela-sela acara ramah tamah Menlu Hassan Wirajuda dengan
masyarakat di Wisma Duta, Wassenaar, Belanda.
"Pembentukan KBRI Watch ini sudah mendesak,
terutama di Eropa, demi mengawasi dan memperkecil kebocoran
uang negara di luarnegeri," kata Sofjan.
Menurut Sofjan, apa yang disampaikannya merupakan
hasil diskusi bertema "Pemberantasan Korupsi",
yang digelar dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan ke-61
RI di aula KBRI Den Haag, Sabtu lalu.
Dikatakan, tidak ada hari yang luput dari
pemberitaan mengenai terbongkarnya kasus korupsi dengan
skala kerugian miliaran dan bahkan triliunan rupiah.
"Seharusnya semakin banyak yang terbongkar,
semakin berkurang kasusnya. Ini malah sebaliknya. Malah
semakin banyak yang bermunculan," cetus Sofjan, yang
juga Direktur ICCN, Ketua ICMI Orwil Eropa dan dosen Universitas
Islam Eropa di Rotterdam.
Ditambahkan, bahwa pemerintah dalam usaha
pemberantasan korupsi selama ini masih dalam batas membongkar
kasus, namun bagaimana perkembangan dan akhir dari kasus
itu banyak yang tidak jelas.
Sofjan malah menilai proses persidangan kasus
korupsi yang melibatkan para pejabat tinggi aktif terkesan
main-main.
"Masa ada 5 orang saksi menyebutkan
keterangan yang identik tentang keterlibatan seorang Hamid
Awaludin yang kini jadi Menkum HAM, tapi yang bersangkutan
tidak diperiksa di pengadilan. Bagaimana negara mau beres?"
demikian Sofjan.
Eddi Santosa - detikcom
|