|
 |
Rakyat
AS Peringati Tragedi 11 September
Presiden Amerika Serikat (AS), George
W Bush (tengah) bersama istrinya Laura Bush (kiri), didampingi
seorang prajurit Marinir AS, Mayor Mark Thompson, meletakkan
karangan bunga di ground zero atau lantai dasar bekas menara
kembar World Trade Center (WTC) di New York, Minggu (10/9).
Bush hadir di sana untuk mengenang lima tahun serangan teroris
11 September 2001 yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
[Foto: AP]

[WASHINGTON] Ribuan rak-yat Amerika Serikat (AS) berjalan
dari National Mall menuju Gedung Pentagon guna memperingati
lima tahun Tragedi 11 September dan mengenang para korban
dalam peristiwa tersebut.

Acara Sunday's Freedom Walk, yang didukung oleh Departemen
Pertahanan AS adalah satu dari 120 organisasi yang mengorganisir
perayaan pembajakan tersebut di 50 negara bagian AS. Tragedi
11 September 2001 menelan korban sebanyak 3.000 orang yang
merupakan serangan terburuk dari teroris dalam sejarah AS.
Aksi jalan kaki itu dilakukan di seluruh AS selama Minggu
(10/9) dan Senin (11/9).
Di New York, Presiden George W Bush dan istrinya, Laura
Bush hadir dalam peringatan di Gereja Santo Paulus, yang
terletak tidak jauh dari Gedung WTC. Gereja tersebut menjadi
tempat pertolongan darurat saat terjadi tragedi itu lima
tahun silam.
Di Washington DC, pawai jalan kaki dipimpin oleh para pelajar
dan tiga sekolah dari District of Columbia (DC) yang kehilangan
teman dan guru saat tragedi 11 September 2001.
Perjalanan dimulai ketika pesawat American Airlines nomor
penerbangan 77, yang terbang dari Bandara Internasional
Dulles Washington ke Los Angeles, dan menghantam sisi Gedung
Pentagon dan menewaskan 184 orang.
"Ini saat emosional, tetapi juga waktu yang tepat ketika
kita mengenang orang yang kita jaga tetap hidup dalam hati
kita," kata Joyce Grimes, dari Ketcham Elementary School,
yang kehilangan Rodney Dickens (11) dan James Debeuneure
(58) seorang guru.
Sekitar 400 keluarga korban, termasuk yang bekerja di Pentagon,
ikut dalam aksi jalan kaki mengitari gedung tersebut. "Ini
hari di mana warga datang bersama dan menjadi satu serta
ber- kata; Ok, kita bersedih tapi ayo bangkit karena mereka
telah memberikan hidupnya untuk kita," kata Dani Lamana
bersama ibu, adik dan saudara iparnya, terbang ke Washington
dari Louisiana untuk mengikuti perayaan tersebut. Lamana,
saudara Scott (31) seorang letnan Angkatan Laut AS yang
tewas di Gedung Pentagon pada 11 September.

Di Connecticut perayaan dilakukan dengan sebuah misa untuk
mengucapkan terima kasih kepada para tenaga pertolongan
darurat. Di Pennsylvania, juga digelar kegiatan sejenis
yang disebut "Operation Salute" yang dimaksudkan
untuk menghormati dan mengucapkan terima kasih kepada Garda
Nasiona.
[AP/H-12]
| |