|
 |
|
Melajoe Tionghoa
Bahasa Melajoe -Tionghoa pada masa permulaannya adalah bahasa
umum yang dipakai oleh orang-orang Betawi, hanya campurannya
saja yang berlainan kalau orang Tionghoa dicampuri kata-kata
Hokkian, kalau orang Jawa dicampuri kata-kata jawa. Bahasa
ini pada masa itu juga belum ada tata bahasa yang jelas.
Ini dapat disimpulkan bahwa bahasa Mejaoe Tionghoa itu waktu
:
1. bukan bahasa pasaran, tetapi masih kuno, bahasa yang
umum dipakai dalam masyarakat di Betawi
2. bahasa ini dipakai dalam perdagangan, pers melajoe, sastra
dan interaksi dalam masyarakat yang jumblahnya pada itu
waktu banyak kepunyaan dan penulis-penulisnya orang dari
etnis Tionghoa, Ini tidak saya lebihi, tetapi perlu saya
tulis untuk meluruskan sejarah, bahwa orang Tionghoa mempunyai
jasa dalam pemakaian bahasa Melajoe sebagai bahasa Indonesia.
3. Pada Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tahun 1928,
salah satu butir bahasan adalah tentang perlunya menetapkan
bahasa Indonesia sebagai medium pendidikan. Ironisnya, pembicaraan
berlangsung alot, karena ternyata para pemuda yang hadir
pada kongres itu - notabene: semuanya pribumi - tidak banyak
yang lancar berbahasa Indonesia. Kebanyakan pidato politik
tentang kebangsaan justru disampaikan dalam bahasa Belanda.
Hanya Mohamad Yamin yang ketika itu dianggap paling piawai
dalam menggunakan bahasa Indonesia. (Bondan Winarno)
4. Karena bahasa Melajoe Tionghoa sudah dipakai secara luas
dalam interaksi sosial, ekonomi dan budaya, maka ini melicinkan
ditrimanya bahasa Melajoe sebagai bahasa Indonesia.
5. Sesudah itu waktu, bahasa Indonesia yang diakui oleh
"Balai Poestaka " diakui sebagai bahasa Indonesia,
dan bahasa Melajoe Tionghoa dianggap sebagai bahasa pasaran.
Meskipun saya bukan ahli bahasa, namun tidaklah berkelebihan
kalau saya katakan bahwa bahasa Melajoe Tionghoa boleh dianggap
sebagai salah satu cagak, dari beberapa cagak untuk perkembangan
Bahasa Indonesia!
6. Kesimpulan janganlah kita merendahkan bahasa Melajoe
Tionghoa, karena Tempo Doeloe bahasa ini adalah bahasa yang
umum, yang boleh ditanyakan ialah mengapa bahasa minoritet
bisa menjadi Bahasa Umum Indonesia, jawabannya ialah diatas!
Salam,
Han Hwie-Song
|