Investments Trend

Kalau ditanya sekarang apakah waktu yang baik untuk membeli saham di AS setelah Federal Reserve membuat keputusan untuk tdk menaikan suku bunga pada tanggal 8 Agustus 2006. Jawabannya adalah tidak. Kita harus melihat dulu efek dari harga turunnya real estate di US. Seberapa cepat turunnya dan berapa besar turunnya. Soalnya dari berbagai asset class yang mempunyai resiko turun lebih cepat adalah real estate. Ini disebabkan karena kenaikan asset class sejak tahun 2000 ini sudah melewati batas normal dan sudah terjadi akumulasi excesses yang sekarang ini baru mulai terkoreksi. Kenaikan real estate yg belakangin ini yang mendukung ekonomi AS sebab adanya factor yg dinamakan wealth effect. Ini ada dua implikasi. Yang pertama, orang-orang merasa kaya (on paper) maka akan mengkonsumsi lebih banyak barang dan jasa. Yang kedua ini bersifat langsung yaitu orang-orang melalui home equity line meminjam uang untuk membeli barang. Kalau secara mikro ekonomi, supply dan demand rumah itu seperti penjualan tiket di stadium bola. Supply terus meningkat dan tidak akan menurun tetapi permintaan akan rumah bisa berubah drastis tanpa banyak dipengaruhi oleh supply rumah. Secara ektremnya, kalau lagi hujan, semua tempat duduk akan kosong biarpun seberapa murahnya.

Faktor turunnya harga rumah ini adalah ancaman nyata bagi perekonomian AS karena dengan turunnya harga rumah akan mempunyai implikasi yang luar biasa terhadap ekonomi AS. Konsumen akan mengurangin pembelian barang dan jasa. Selanjutnya, akan banyak pengurangan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dulunya diciptakan pada waktu real estate sedang booming. Contohnya, mulai dari developer rumah, pekerja konstruksi rumah, broker rumah, mortgage broker, perusahaan bahan bangunan, dan lain-lain. Mereka yang kehilangan pekerjaan akan mengurangin belanjanya dan kalau secara aggregate akan menpunyai impact yg luar biasa terhadap ekonomi AS. Karena ekonomi AS belakangan ini didukung oleh konsumen yang belanja dan bukan dari ekspor ke luar negeri tidak seperti China dan Jepang. Sebab banyak barang-barang sudah dibuat di luar negeri dan AS hanya mengkonsumsi dengan pinjaman luar negeri yg luar biasa besarnya.


Ibaratnya China, Jepang, dan negara penghasil minyak bumi adalah perusahaan-perusahaan yangmemberikan kredit yang sangat lunak bagi konsumennya dan mengharapkan konsumennya terus membeli. Konsumen ini diibaratkan sebagai Amerika Serikat. Yang menarik dalam hal ini adalah konsumen ini membeli barang dengan uang yang dicetak oleh konsumen sendiri (US Dollars), makanya kalau tidak ada membatasi, maka cenderung konsumen akan terus membeli dan meminja. AS sekarang adalah negara yg paling besar utangnya.

Faktor turunya harga real estate itu juga dipicu oleh kenaikan suku bunga yang akan memaksa house owners untuk menjual rumahnya. Spekulan-spekulan rumah yang masih banyak sekarang akan dipaksa untuk menjual rumahnya secara serentak karena tidak mampu membayar bunga yang tinggi setiap bulan. Meskipun demikian, bagi yang tinggal di daerah Kalifornia, turunnya harga rumah akan tidak separah tempat-tempat lain. Kalifornia adalah destinasi utama orang-orang baik dari AS sendiri atau luar negeri. Banyak imigran-imigran kaya dari ASIA yang akan terus membeli rumah di Kalifornia.

Selanjutnya, faktor yang kedua adalah inflasi. Ini menjadi ancaman yang besar tapi bersifat sekunder. Kenapa saya menyatakan secondary. Soalnya secara umum di AS, kalau ekonomi udah mulai lesu, kenaikan harga barang juga melambat. Yang ditakutkan sekarang adalah faktor harga minyak bumi yang masih berada di atas 70. Semakin lama harga minyak berada di atas 70 an, maka kenaikan biaya produser atau perusaan akan ditransfer ke konsumen dalam bentuk kenaikan harga atau inflasi. Kalau inflasi terus menerus, Fed akan dipaksa untuk melaksanakan kebijaksanaan uang ketat yang udah berlanjut selama 2 tahun sedangkan pasar uang sudah sangat ketat oleh perpinjaman pemerintah untuk membiaya perang di Iraq. Ini akan membuat ongkos ekspansi ekonomi tambah mahal.

Maka konklusinya, ekonomi AS berhadapaan dengan dua ancaman kronik (susah disembuhin) yaitu melemahnya ekonomi disertai kenaikan harga barang. Ini merupakan kombinasi yang paling tidak menyenangkan bagi pasar saham secara umum. Saya sarankan Anda supaya berinvestasi di fixed income saja seperti CD (Certificate of Deposit) atau mutual fund yang berinvestasi di obligasi pemerintah dan perusahaan-perusahaan blue-chip yang aman.

Writer:
Pengamat Ekonomi
Jeff Tan BSc

 

 
       

 


FastCounter by bCentral