Warga
Tionghoa Juga Agustusan
Surabaya - Kemerdekaan milik semua
bangsa Indonesia. Tak terkecuali bagi warga Indonesia keturunan
Tionghoa yang tinggal Surabaya.

Untuk kelima kalinya, masyarakat Tionghoa dan sebagian besar
pedagang menggelar upacara detik-detik proklamasi di komplek
Pasar Atum Mall, Jl Stasiun Kota, Surabaya, Kamis (17/8/2006).
Upacara yang juga diwarnai kesenian tradisional
reog Ponorogo itu dihadiri Bos Senopati Perkasa Didi Wulyadi
Simson, Wakil Kepala Konjen RRC Cong Reming, Ketua Paguyuban
Masyarakat Tionghoa Surabaya Liem Ou Yen, serta Kapolsekta
Pabean Cantikan AKP Wiwik Setyaningsih.
Pada upacara kali ini juga memberikan penghargaan
dan santunan pada sekitar 50 veteran Pejuang 45 yang khusus
diundang. Direktur PT Senopati Perkasa Pamungkas Didi W
Simson didaulat menjadi inspektur upacara bendera.
Upacara itu berlangsung seperti upacara lainnya.
Ada paduan suara yang menyanyikan "Indonesia Raya",
pembacaan teks proklamasi dan lainnya.
Usai upacara, Wakil Ketua Paguyuban Warga
Tionghoa Surabaya Ridwan Sugianto Harjono menyatakan semua
masyarakat Tionghoa pantas dan wajib merayakan ulang tahun
Indonesia.
"Sebagai warga negara Indonesia, kita
semua patut mensyukuri kemerdekaan yang diperoleh melalui
perjuangan para pahlawan dan seluruh komponen bangsa lainnya.
Warga keturunan Tionghoa pun wajib berbakti kepada bangsa
dan negara," katanya.
Ridwan berharap dengan adanya kebijakan pemerintah
yang menyatakan semua warga negara tanpa melihat ras, suku
dan agama memberikan kesempatan dan hak yang sama, bisa
menghapus image yang menyatakan warga Tionghoa adalah "warga
negara nomor dua".
"Warga keturunan Tionghoa seperti warga
keturunan suku lain juga memiliki kewajiban dan hak yang
sama sebagai warga negara Indonesia," tambahnya.
Ia sendiri mengakui jika sampai saat ini masih
ada perlakuan diskriminatif terhadap keturunan Tionghoa
dalam kehidupan sehari-harinya.
"Tapi perlakuan diskriminatif yang
menimpa kami itu hanya dilakukan oleh sebagian aparat. Biasa,
kebijakan dari atas tidak bisa langsung diimplementasikan
yang di bawahnya," sesalnya. (sss)
Budi Sugiharto - detikcom
|