Menabur abu jenazah di ruang angkasa


Umumnya abu jenasah dari seseorang yang telah meninggal dunia
(setelah diperabukan dalam krematorium) disebarkan kelaut atau
disimpan dalam sebuah bangunan khusus seperti di Columbarium, maka
beberapa krematorium yang ada di Jakarta berlokasi berdekatan dengan
pantai seperti di Cilincing, Marunda-Muara Tawar(Nirwana) dan Dadap
Kamal (King Palace), hal ini dipilih karena kemudahan aksesnya
kelaut sebagai salah satu bahan pertimbangannya dalam penentuan
lokasi.

Baru-baru ini sebuah perusahaan Amerika (Celestis) yang bergerak
dibidang penguburan/penaburan abu jenasah telah menawarkan jasanya
ke Tiongkok untuk mengirim abu jenasah seseorang yang telah
meninggal ke orbit ruang angkasa dengan rocket.

Abu jenasah ini dimasukkan kedalam tabung (kontainer) yang berbentuk
tabung/kapsul lipstik seberat 1 s/d 7 gram (sekitar kurang dari 1%
dari sisa abu jenasah sesudah dikremasi), lamanya atau durasi tabung
ini mengarungi ruang angkasa bervariasi mulai dari beberapa menit
sampai dengan ratusan tahun, tergantung daripada orbit penempatan
atau lintasan wahana ruang angkasa tersebut.

Keluarga dari pihak yang diperabukan dapat melihat dan memantau
prosesi ini melalui "online service" yang disediakan sampai dengan
wahana ruang angkasa tersebut habis terbakar di atmosfir.

Harga yang ditawarkan di Amerika untuk pelayanan jasa ini berkisar
mulai dari US$995 untuk 1 gram abu sampai dengan US$5,300 untuk
kapsul dengan berat 7 gram.



     

 


FastCounter by bCentral