|
|
|
Tubuhku
Bersih, Tubuhku Sehat !
The body is a house given to you for rent,
the owner is God.
Live there as long as He will,
thanking Him and paying Him the rent of faith and devotion.
Sri Sathya Sai Baba
Ungkapan di atas juga senada dengan firman Tuhan yang mengatakan
kebersihan adalah sebagian dari iman, Karena itu, ajari
si kecil mencintai tubuhnya sejak dini!
[J1]
Kondisi tubuh si kecil memang rentan terhadap serangan berbagai
kuman penyakit. Maklum saja, daya tahan tubuhnya belum berkembang
dengan sempurna Nah, salah satu cara untuk mencegah si kecil
terserang penyakit adalah menjaga kebersihan tubuh.
Mulai dari tangan
.
Bagi si kecil, tangan sangat membantunya dalam mengeksplorasi
dunia yang baru dikenalnya. Dan mungkin saja ia tidak sengaja
memegang sesuatu yang mengandung kuman penyakit.
Lalu, dalam aktivitas pergaulan, si kecil mungkin saja bersalaman
atau bersentuhan tangan dengan temannya yang sedang flu
atau pilek. Bisa jadi, tangan temannya yang terkena ingus
belum sempat dicuci. Akibatnya? Kuman flu langsung menempel
pada tangan si kecil.
Untuk menghindarinya, upaya paling efektif yang bisa Anda
lakukan adalah membiasakan si kecil untuk rajin cuci tangan.
Cuma, perhatikan dulu aturan mainnya. Si kecil harus menggosok-gosok
seluruh jari, telapak, serta punggung tangan dengan sabun
yang mengandung antiseptik di bawah kucuran air hingga benar-benar
bersih.
Menanamkan kebiasaan cuci tangan pada si kecil sebaiknya
dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Misalnya, sambil
menyanyikan lagu bertema kebersihan tubuh atau bercerita
tentang perang antara kuman penyakit dengan pasukan darah
yang gagah berani di dalam tubuh. Ini merupakan langkah
awal untuk membiasakan balita Anda selalu menjaga kebersihan
diri.

Boks 1:
Waktu-waktu Cuci Tangan
Penanaman kebiasaan cuci tangan dapat dimulai sejak si kecil
merangkak. Sebaiknya, ia mencuci tangannya pada saat-saat
berikut:
Sebelum dan sesudah makan.
Setelah memegang binatang. Misalnya, binatang peliharaan.
Seusai membersihkan hidung yang sedang pilek.
Setelah bermain pasir atau bermain di luar rumah.
Sebelum ikut menyiapkan makanan untuk seluruh anggota
keluarga.
Sesudah buang air besar atau kecil.
Sepulang bepergian.
Cegah si kecil dari kebiasaan buruk: menggigit kuku.

Boks 2:
Jangan Abaikan Kuku
Menjaga kebersihan tangan tidak cukup bermodalkan rajin
cuci tangan saja. Kuku pun harus rutin dipotong, karena
kotoran atau kuman penyakit bisa saja bersembunyi di balik
kuku yang dibiarkan panjang. Bagaimana caranya?
Potonglah kuku si kecil segera selesai mandi. Kukunya
mudah dipotong, karena masih lembut dan lunak.
Guntinglah kuku dengan mengikuti bentuk jarinya. Gunakan
gunting kuku yang tajam, sebab gunting kuku yang tumpul
malah akan merobek kukunya.
Jangan bersihkan kotoran di balik kuku dengan benda tajam,
sebab keisengan Anda ini dapat merusak jaringan di bawah
kuku.
Potong kuku si kecil seminggu sekali.
Gigi juga harus bersih!
Mulut dan gigi memang ibarat pintu gerbang masuknya makanan
dan minuman ke dalam tubuh, dan juga.... kuman penyakit!
Karena itu, kebiasaan menggosok gigi bisa dimulai sejak
gigi susu si kecil tumbuh. Caranya, Anda mengelap' gigi
susu dan gusinya dengan kain bersih. Nah, kebiasaan menggosok
gigi sudah dapat diajarkan pada si kecil di usia 1 tahun.
Awalnya, Anda bisa membantu menyikatkan giginya.
Sejalan dengan bertambahnya usia si kecil, kemampuan motorik
halusnya juga makin berkembang. Jadi, dia sudah bisa memegang
sendiri sikat giginya. Apa yang bisa dilakukan?
Ajarkan cara menggosok gigi yang benar. Misalnya, dengan
posisi saling berhadapan, berikan contoh bagaimana Anda
menggosok gigi sendiri. Lalu, mintalah si kecil menirukan
Anda.
Atau, sama-sama berdiri di depan cermin sambil memegang
sikat giginya. Setelah itu, biarkan si kecil menggosok giginya
sendiri. Ia kan peniru ulung.
Ajarkan untuk mengetes apakah giginya sudah bersih atau
belum, yakni menggerakkan lidah di sepanjang deretan gigi
sambil merasakan permukaan gigi yang sudah dibersihkan.
Biasakan si kecil menggosok gigi setiap selesai makan
dan menjelang tidur malam.
Sebagai pelengkap perawatan giginya, bawa ke dokter gigi.
Kira-kira pada usia 2-3 tahun. Dari sini, ajak si kecil
ke dokter gigi setiap 6 bulan.
Boks 3:
Gosok Menggosok Gigi
Mulailah dengan menggosok permukaan luar gigi, yakni antara
gigi dan pipi. Gerakkan sikat gigi ke arah atas dan bawah,
sehingga menyentuh seluruh bagian gigi.
Gosok seluruh permukaan bagian dalam gigi, yakni antara
gigi dan lidah, dengan cara yang sama.
Gosok juga seluruh bagian gigi yang digunakan untuk mengunyah
(mahkota gigi), yakni antara gigi atas dan gigi bawah.
Sikat bagian belakang gigi depan dari atas ke bawah dengan
ujung sikat. Satu demi satu.
Sikat juga bagian atas permukaan lidah si kecil untuk
menghilangkan sisa makanan atau minuman yang menempel. Seluruh
rongga mulut pun bersih.
Dan
seluruh tubuh!
Tubuh perlu dibersihkan dengan cara mandi. Selain bersih
dari kotoran dan kuman penyakit, tubuh tidak akan mengeluarkan
bau tak sedap lagi. Pada jaringan kulit, terdapat kelenjar
sebum yang terus menerus mengeluarkan cairan mirip minyak
untuk melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan. Minyak
ini akan menangkap kotoran, debu, dan sel-sel kulit yang
mati. Kalau kulit tubuh tidak dibersihkan setiap hari, kotoran
yang menempel akan menumpuk. Ini tidak hanya membuat tubuh
berbau tak sedap, tapi juga menimbulkan berbagai gangguan
kulit. Kondisi ini jadi lebih buruk kalau si kecil juga
menderita biang keringat.
Agar kulit tubuh selalu bersih dan sehat, biasakan si kecil
untuk mandi 2 kali sehari, yakni pagi dan sore. Pada waktu
memandikan, lakukan hal-hal berikut:
Bersihkan seluruh bagian tubuhnya, tanpa kecuali. Sela-sela
tubuhnya, seperti ketiak, selangkangan dan telinga, perlu
dapat perhatian khusus.
Gunakan sabun mandi yang lembut, namun dapat mematikan
kuman-kuman penyakit. Untuk membantu menggosok tubuh si
kecil, gunakan waslap bersih.
Selesai disabuni, bilas tubuh si kecil hingga bersih.
Bila si kecil takut air, jadikan acara mandi sebagai kegiatan
yang menyenangkan. Misalnya, ajak mandi sambil bermain semprot-semprotan
air atau mainan lainnya.
Selesai dibilas, keringkan tubuh si kecil dengan handuk
yang lembut.
Kenakan baju ganti yang bersih.
Jangan lupa, rambut dan kulit kepala
Selain mandi, si kecil juga perlu mencuci rambut sedikitnya
3-4 hari sekali. Cuci rambut atau keramas akan menjaga kebersihan
rambut dan kulit kepalanya. Dengan begitu, kutu rambut tidak
berani mendekat.
Mencuci rambut memang tidak selalu mudah, karena sebagian
anak takut matanya perih terkena sampo. Jadi, belikan saja
topi khusus untuk keramas. Topi ini biasanya berlubang di
bagian tengahnya, sehingga sampo tidak akan mengenai mata.
Agar kegiatan cuci rambut menyenangkan, biarkan si kecil
mencuci rambut bonekanya.
Untuk mencuci rambut si kecil, ini yang bisa dilakukan:
Bubuhi rambutnya dengan sampo bayi atau sampo khusus untuk
anak-anak.
Remas-remas rambutnya sambil menggosok-gosok kulit kepalanya
secara perlahan hingga sampo berbusa-busa. Setelah itu,
bilaslah rambutnya.
Ulangi lagi sampai rambut dan kulit kepala si kecil benar-benar
bersih.
Keringkan rambut si kecil dengan handuk bersih yang lembut.
Gunakan sisir yang ujungnya tumpul atau sikat rambut yang
lembut untuk merapikan rambutnya. Dengan begitu, kulit kepalanya
tidak akan terluka.
Tak ketinggalan, kaki
Selain tangan, kesehatan kaki juga perlu dijaga! Tanamkan
kebiasaan selalu mencuci kaki setelah bermain dan sebelum
tidur. Sebab, kaki yang tidak segera dicuci sehabis bermain
di tanah bisa jadi salah satu penyebab terjadinya infeksi
kulit atau infeksi lainnya. Misalnya, cacingan, kutu air,
dan infeksi jamur.
Ketika mencuci kaki, gunakan sabun antiseptik. Dengan begitu,
kuman yang menempel pada kulit telapak kaki langsung terbunuh.
Juga, biasakan untuk menggunting kuku kaki secara rutin
atau sesuai kecepatan pertumbuhan kuku.
Kunci keberhasilan dalam menanamkan kebiasaan ini adalah
disiplin! Memang, tidak mudah. Jadi Anda perlu membekali
diri dengan niat, tekad, dan kemauan. Tanamkan pengertian
pada si kecil bahwa kesadaran untuk menjaga kebersihan dan
kesehatan tubuh merupakan ungkapan cinta pada Sang Pencipta
tubuhnya.
|