Pernyataan Wakil Presiden Dikecam Keras


[JAKARTA] Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla kembali dikecam karena mempromosikan turisme seks bagi masyarakat Timur Tengah. Di DPR, para politisi perempuan yang tergabung dalam kaukus perempuan parlemen untuk hak asasi manusia (HAM), menyatakan siap menggunakan hak politik DPR, bila wapres tidak segera menyatakan permintaan maaf.
Hingga Jumat (30/6) siang, sekurangnya telah 18 anggota DPR yang menandatangani surat kecaman terhadap wapres. Para penandatangan surat kecaman itu sendiri, baru berasal dari tiga Fraksi, yaitu Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P), dan Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN).
Menurut Tuti Lukman, politisi perempuan asal FPAN, dukungan akan terus bertambah dari fraksi-fraksi lain, dan bukan hanya berasal dari para politisi perempuan. Selain Tuti, anggota FPAN yang turut memberi dukungan antara lain Latifah Iskandar, dan Tristanti Mitayani.
Dukungan dari FKB antara lain Nurysahbani Katjasungkana, Badriyah Fayumi, Anna Muawanah, Ida Fauziah, dan Anisah. Sementara FPDI-P, antara lain Eva Kusuma Sundari, Edi Mihati, Elviana, Elva Hartati, Ida Fauwzy, Dewi Djakse, Tumbu Saraswati, Ribka Tjiptaning, Ismayatun, dan Nadrah Isahari.
Pada kesempatan terpisah, kecaman juga dilakukan oleh sejumlah organisasi perempuan, seperti Sekar, Cetro, Mahardika, YLBHI, Kalyanamitra, GPSP, Yappika, Ciba, Seknas Fitra, Migran Care, Fatayat NU, Infid, dan Formappi, di kantor YLBHI, Jakarta.
Wapres seperti diberitakan media berbahasa asing, Kamis (29/6) menyatakan bahwa strategi negara untuk menarik turis asing harus disesuaikan dengan selera turis. Dia menyebut tidak masalah, kalau banyak turis Timur Tengah ke Puncak mencari janda, karena para turis itu akan memberi banyak keuntungan.
Dia menyebutkan, setelah turis itu pergi, wanita yang ditinggalkan akan mendapat keuntungan seperti rumah, dan anak-anak yang ditinggalkan bisa memiliki gen yang lebih baik, hingga akan ada lebih banyak artis televisi dari keturunan mereka.
"Itu pelecehan luar biasa. Bagaimana pejabat negara yang harusnya menegakkan HAM, malah memicu pelanggaran HAM, mendorong perdagangan perempuan. Padahal kita sedang berupaya memberantas perdagangan perempuan, yang rancangan undang-undangnya sedang dibahas," kata Eva.
Dewi Djakse juga mengecam wapres, yang menjadikan perempuan sebagai komoditi seks. "The tourists would bring numerous benefits to the woman and their offspring, as well as the country's entertaintment community," kata wapres, seperti dikutip dalam pemberitaan.
Jawaban wapres yang disampaikan melalui media, Jumat (30/6), bahwa ucapannya itu hanya bercanda, dinilai sangat tak pantas. "Kalau dia mau guyon, kenapa harus bawa korban yang besar. Ini bukan guyon, tapi pelecehan," ujar Eva. [B-14/IM]

 

     

 


FastCounter by bCentral