Warren Buffett sumbangkan kekayaannya


Warren Buffett orang kedua terkaya di dunia yang ditaksir jumlah kekayaan nya sekarang meliputi $44 milyard mulai membagikan kekayaannya bulan depan, sebagian besar hartanya akan diberikan kepada Bill &Melinda Gates Foundation, yayasan kepunyaan si Raja Microsoft.
Berita ini sangat mengejutkan karena sudah lama boss Berkshire ini menyatakan bahwa hartanya akan di sumbangkan setelah beliau meninggal, namun tak disangka Buffett (75) tiba-tiba berubah pikiran untuk mulai menyumbangkan kekayaannya dari sekarang.
Buffett akan memberikan 85% dari kekayaannya yang berasal dari stock Berkshire secara bertahap kepada 5 yayasan. Yang anehnya $30 milyard atau 5/6 dari jumlah sumbangan itu justru jatuh kepada organisasi Philantropis Bill & Melinda Gates Foundation, dan bukan kepada yayasan milik anak-anaknya Buffett sendiri. Warren Buffett memang sudah mempunyai hubungan baik dengan Bill Gates sejak 1991. Yayasan Gates aktif dalam skala internasional di bidang kesehatan seperti memerangi malaria,HIV/AIDS, TBC, dan memajukan Perpustakaan di Amerika serta High Schools.
Selama bergaul dengan dengan Bill (50) dan isterinya Melinda (41), Buffett kagum dengan aktivitas suami isteri terkaya di dunia ini, oleh karena itu Buffett mempercayai yayasan Gates bisa menggunakan dana sumbangannya dengan bijaksana untuk masyarakat luas. Kendati dana yang akan disumbangkan berasal dari saham Berkshire (B), Buffett memperkirakan harga saham Berkshire tersebut tidak akan jatuh, malah sebaliknya akan melambung naik.
Sumbangan ini adalah yang terbesar jumlahnya dalam sejarah. Sehubungan dengan nilai sahamnya di Berkshire yang diperkirakan akan naik dalam masa yang mendatang, maka jumlah sebenarnya dari sumbangan itu masih sulit di reka persisnya, yang pasti untuk nilai hari ini angkanya sudah menunjukan $37 milyard, mungkin saja jumlahnya akan jauh diatas itu nantinya.

Warren Buffet yang di tinggal mati oleh isterinya Susie yang berumur 72 tahun pada tahun 2004, menyatakan bahwa beliau dalam keadaan sehat walafiat saat ini dan dokter yang memeriksa kesehatan rutinnya pada bulan Oktober lalu memberikan laporan kesehatan yang sangat baik. Jadi bukan karena alasan kesehatan beliau memutuskan untuk menyumbangkan kekayaannya, namun beliau mengakui kepergian isterinya merupakan salah satu faktor beliau mengambil keputusan ini.

Buffett menikah dengan Susie pada tahun 1952, ketika itu beliau mengatakan kepada isterinya bahwa beliau akan menjadi orang berada karena beliau dilahirkan dengan bakat yang menguntungkan, tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Buffett berterimakasih kepada orang-orang disekitarnya yang turut membantunya selama ini, orang tuanya , gurunya dan isterinya.
Berkshire masuk dalam genggamannya pada awal 1970 dengan menggunakan $15 juta, diluar itu uangnya hanya kurang dari $1 juta, dan gajinya saat itu setahun $50.000. Buffett foundation yang dibangun bersama isterinya Susie sudah ada sejak tahun 1960, yang mana beliau saat itu sudah memperkirakan akan menyumbangkan uang pada masa mendatang. Mereka sudah sepakat dari dulu untuk memberikan kembali kepada masyarakat.

Buffett dan isterinya Susie sejak dulu tidak berniat menghibahkan semua kekayaannya kepada anak anaknya. Sepanjang anak-anak mendapat pendidikan yang baik mereka bertumbuh menjadi manusia yang tangguh, itu sudah cukup. “Saya bangga dengan anak-anak saya mereka berjalan dalam trek yang benar, dan saya tidak ragukan mereka. Mereka tidak hanya sebagai penandatangan buku cek , tapi mereka mencurahkan perhatian dan segala usaha didalam proses mendermakannya ”, ujar Buffett.


Sama halnya dengan Bill dan Melinda, mereka banyak membaca perkembangan dan masalah kesehatan secara teliti, membuat presentasi yang begitu mengagumkan dan mereka tahu kemana mereka harus mendermakan uangnya, untuk itulah maka Bill merasa perlu lengser dari Microsoft dan mulai lebih mencurahkan waktunya di foundation.
Tadinya memang Buffett menyiapkan yayasannya yang di kelola oleh orang kepercayaannya Allen Greenberg untuk menangani distribusi kekayaannya setelah beliau meninggal. Menurutnya, Allen yang ditunjuk sebagai president dari yayasan itu bagus menjalankan yayasan itu dengan efektif. Namun belakangan setelah bergaul rapat dengan Bill Gates dan Melinda, Buffett mengubah rencananya karena menyaksikan bagaimana Bill dan Melinda menangani yayasan mereka dengan baik sekali. Mengapa tidak berpartisipasi kedalam foundation yang memang sudah besar dan berskala international? pikir Buffett.


Dibawah ini daftar dari para philantropis penyumbang besar:

Nama jangka waktu jumlah nilai sekarang

Andrew Carnegie 1902-1919 $350 juta $7,2 milyard

John D. Rockefeller 1889-1937 $530 juta $7,1 milyard

John D. Rockefeller Jr. 1927-1960 $475 juta $5.58 milyard


Distribusi kekayaan Buffett:

- Bill & Melinda Gates Foundation : 10.000.000 saham,
- Susan Thompson Buffett Foundation , yang sekarang bernama Buffett Foundation : 1.000.00 saham
- Susan A. Buffett Foundation : 350.000 saham
- Howard G. Buffett Foundation : 350.000 saham
- NoVo Foundation (dipimpin oleh Peter Buffett) : 350.000 saham

Komentar dari beberapa tokoh masyarakat Indonesia yang dimintai pendapatnya , DR.Frits Hong (banker): “ Saya juga mempunyai pandangan yang sama dengan Warren Buffett, yaitu tidak akan memanjakan anak saya dengan melimpahkan uang berlebihan kepada mereka, biar mereka usaha sendiri yang penting kita sebagai orang tua memberikan pendidikan yang cukup kepada mereka. Usaha menderma dan sosial semacam ini juga telah dilakukan kawan-kawan kita dari organisasi Tzu Chi , World Vision, dan United Way, tapi dua yang terakhir itu memungut biaya operasional yang cukup tinggi.”

Johnny Setiawan (accountant): Dari segi perpajakan dan peraturan memang memungkinkan orang Amerika melakukan itu, tapi kalau dilihat jumlah uang yang disumbangkan beliau, keuntungan dari tax deduction tidak akan membawa manfaat yang berarti. Buffett telah mendermakan kekayaannya dengan sungguh sungguh. Saya tidak melihat ada udang dibalik batu, memang pardigma menyumbang seperti ini belum ada di pikiran orang kita (Indonesia), tapi ini bagus untuk dipertimbangkan.

John Oey (Insurances and Real Estate, loan Brooker): Adalah hal yang indah bisa dilakukan oleh orang yang berada, inilah uniknya negara yang dikatakan sebagai Kapitalis, yang berdemokrasi penuh dengan kebebasan berpikir termasuk kebebasan mendermakan kemana uangnya. Nilai nilai kemanusiaan yang universal masih menjadi titik perhatian kaum bisnis, mereka tidak hanya sibuk cari uang saja, pada saatnya mereka juga memberikan kembali kepada masyarakat. Suasana, situasi, ,tatanan dan peraturan yang ada di Amerika memungkinkan itu terjadi. Kapan konglomerat kita bisa meniru tindakan terpuji semacam ini?

     

 


FastCounter by bCentral