|
 |
|
Indonesia
Dalam Bahaya
Jakarta ( Berita ) : Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
(GMNI) menilai bahwa "Indonesia dalam bahaya"
karena situasi demokrasi bebas saat ini mirip dengan apa
yang terjadi pada 1950-1959 dimana banyak elemen bangsa
hanya mementingkan golongannya sendiri.
Penilaian itu disampaikan Koordinator Humas Panitia Nasional
Kongres GMNI, Syaiful Bachrie, kepada Antara yang menghubunginya
sesaat sebelum ia berangkat ke Pangkal Pinang, Kabupaten
Bangka Belitung, dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang,
Senin (26/06).
"NKRI dalam bahaya karena banyaknya elemen bangsa yang
hanya mementingkan golongannya sendiri dan merasa benar
sendiri...," katanya.
Terkait dengan kongres GMNI yang akan dibuka Presiden Yudhoyono
itu, ia mengatakan, perhelatan tersebut sangat strategis
bagi konsolidasi organisasi kemahasiswaan ekstra-universiter
ini di tengah suasana terbelah organisasi itu ke dalam dua
pimpinan nasional beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, pihaknya menyebut kongres yang diikuti utusan
dari 91 dewan pimpinan cabang dan enam koordinator daerah
dari seluruh Indonesia itu sebagai "kongres persatuan"
untuk meneguhkan kembali makna penting konsolidasi.
GMNI dibentuk pada 22 Maret 1954 sebagai hasil gabungan
dari tiga organisasi mahasiswa, yakni Gerakan Mahasiswa
Marhaenis, Gerakan Mahasiswa Merdeka, dan Gerakan Mahasiswa
Demokrasi Indonesia. (Ant/IM)
|