NORTHERN CALIFORNIA YANG SAYA KENAL sebagai SENIOR .

Oleh: Jeanne Doko

Pengalaman seseorang akan lebih menarik dan indah bila bisa diketahui oleh lain orang karena setiap orang mempunyai visi yang berbeda tentang hal yang sama. Hal ini yang dikatakan pengalaman memberi “pengayaan diri”(personal enrichment) .Mungkin tulisan dengan judul ini kurang diminati buat pembaca di Indonesia tapi saya yakin apa yang saya alami ini perlu diketahui teman2 Senior lain yg akan tinggal di Negeri Paman Sam ini ataupun yng sudah berada di sini.

Pada mulanya saya agak ragu juga, apakah bisa survive di San Francisco yang terkenal serba mahal dan udaranya yang dingin dan berangin diwest coast, jauh dari sanak–famili yang lain, dan teman-teman pensiunan Dep.DIKBUD ( Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) di Jakarta serta kehilangan tetangga yang cukup ramah dan bersahabat.

Ternyata setelah beberapa bulan disini menyesuaikan dengan situasi lingkungan dan cuaca di San Francisco yang berbeda dengan keadaan di Jakarta akhirnya bisa juga membuat saya dan suami betah. Kami mulai mendapat kenalan2 baru di Gereja, di Konsulat Jenderal RI San Francisco dan beberapa teman baru lewat teman teman anak kami baik dari anak yang sudah sekitar 13 tahun berada di California maupun via anak sulung di Seattle, Washington State, yg saat ini lebih betah tinggal dikota hujan tsb.

Hal-hal baru yang saya ketahui diangkat dari apa yang dilihat, dibaca dan dialami setiap hari sewaktu saya masih bekerja disini; juga melalui cerita pengalaman suami yang masih bekerja sampai saat ini serta diperkaya dengan pengalaman ke2 anak yang selalu menjadi catatan menarik secara periodic dalam Diary saya.

Kumpulan bahan ceritera pengalaman ini yang selalu saya release untuk ke-3 anak yang masih berdomisili di Jakarta, juga untuk famili& kenalan pada saat setiap kali berliburan ke Indonesia. Setiap tempat memiliki keunikannya tersendiri; ada enaknya,dan ada hal hal tidak enak .Ada kelebihan tapi ada juga kekurangannya. Cuma yang menjadi sorotan saya kali ini adalah hal hal unik yang menyangkut pengalaman hidup sebagai senior di negara maju yang saya jalani hampir 8 tahun disini .

….”these seats are vacated for Seniors or disabled people…”

Rasanya kehidupan ini sungguh penuh arti dan punya harga walaupun sudah beruban dan bertongkat. Orangtua selalu di dahulukan bila mau cari tempat duduk dan naik ke bis / kendaraan umum apalagi ada tempat duduk khusus yang nyaman untuk para orangtua dan penyandang cacat.Ini sesuai Hukum / Perundang-undangan Federal yang berlaku diseluruh negeri dan menyeluruh.

…” please on the line…”

Setiap orang harus antri dan membayar ongkos bis secara cepat dan langsung diberi pass/ticketnya. Ongkos Muni / bis bagiSenior di San Francisco $0.50, berlaku selama 3
jam dan AC Transit di Oakland & sekitarnya lebih mahal, yaitu $ 01.10 untuk 1x tranfer saja. Jangan harapkan wang kembalian kalau tak siap, karena ongkos itu langsung ditelan mesin bukan ke tangan Driver. Soal antri juga berlaku umum untuk semua keperluan dan pelayanan untuk masyarakat di mana saja , terhadap siapa saja no discriminination karena anggota masyarakat dengan wheelchair saja harus antri untuk membeli sesuatu dan membayar di Kasir

….”.special discount for Senior……”

Soal makanan dan Restoran di San Francisco dan di Bay Area cukup berkelimpahan karena yang saya baca, San Francisco adalah kota yg paling banyak restoran & café di USA.,+/- 3000 buah.
Belum lagi Cina Town San Francisco yg juga terbesar diseluruh negeri ini sangat mengajak kita untuk melahap Chinese/ Asian food. Saya dan suami selalu memilih Hunan cuisine karena enak, hot spicy dan cocok selera Indonesia. Namun, nongkrong dan makan2 di Glodok, dan Senen jauh lebih lezat dan sangat mengundang selera.

Fast food Restaurant yang cukup tua dan populer di USA dan sudah menglobal sejagad raya ialah : Mc Donald juga memberi pelayanan khusus .Sebagai Senior, ngopi di Mc Donald, bisa ketemu banyak kenalan Seniors ,dan ada discount khusus untuk Coffee dan Soda. Bayangkan segelas kopi hanya $0.29 (29 cents) bandingkan di Starbuck/coffeeshop Amerika yang besar cupnya hampir sama untuk Regular sekitar $ 1.00 s.d. $1.25

Negeri inipun cukup memberi kesempatan lain untuk para Senior memilih menunya lewat special discount yang siap diberikan saat makan diTown House Buffet Restaurant. Jenis Restoran ini terdapat di seluruh California, di kota2 tertentu bahkan mungkin terdapat diseluruh Amerika. Jenis makanannya juga bervariasi dan banyak pilihan. Mulai dari American food dengan berbagai steak & salad serta dessert nya, ada juga Mexican cuisine, sampai pada Asian Food yang tak kalah ber variasi . Pokoknya tinggal pilih, makan sepuasnya, all you can eat, asal hati-hati dengan asupan cholesterol dan carbohydrat.

…”..e-mail addressnya….”

Kalau di Indonesia khususnya di Jakarta dan kota-kota besar , mulai dari tukang sayur sampai Nenek-Nenek yang lagi shopping di Carffour, selalu ber”hallo “ dengan HP( Hand Phone) nya maka canggihnya Nenek di Amrik ialah :menggunakan e-mail sebagai alat berkomunikasi yang murah, cepat dan in-de-mode atau ngetren kata cucuku . Dimana saja ketemu teman baru atau lama selalu e-mail address yang diminta, malahan banyak yang mengajak : yuk, chatting yuk !!

….”please help yourself…..”

Setiap kali saya berlibur ke Indonesia ketemu Teman-Teman selalu saja topik pembicaraan berkisar tentang : kenaikan harga pasar, kegiatan cucu dan pembantu yang pulang/ berhenti. Dan selalu saya nyeletuk : Enak ya, masih ada cucu yang membantu, dan Pembantu Rumah dengan gaji yang masih terjangkau walaupun sering bergonta-ganti.
Situasi dan life style disini berbeda
Saya selalu ambil hikmahnya selama tinggal di USA. Karena dengan kondisi sakit pinggang bawaan, kacamata min-plus, kaki yang mulai encok harus mengurusi semua household work, 80% dikerjakan sendiri. Mulai dari cleaning, masak, ke Toko Grocery, kantor pos, Bank dll.Tapi setelah diteliti, exercise ini yang membuat saya jauh lebih fit dan sehat karena banyak teman-temanku yang sering sakit2an, dan bolak – balik dirawat nginap karena cara hidup yang termanja. Ini mungkin yang sering membuat saya harus menjawab pertanyaan Bus Driver dengan kesal ; setelah saya masukkan coin dengan Senior fare, langsung ditanya : Are you Senior ? Karena rata-rata orang Asia dikatakan younger looking daripada umur sebenarnya.Tidak enaknya, setiap kali saya harus cepat-cepat tunjukkan ID/KTP California dan ini menyita waktu orang lain yang sedang antri.

…”. Golden Gate Bridge, Napa Valley & Lake Tahoe…..”

Banyak teman yang sudah beberapa tahun tinggal di Amerika tetapi belum berkesempatan menginjak kota San Francisco yang terkenal dengan Golden Gate Bridgenya. Sebenarnya di Bay Area ini banyak jembatan yang indah yaitu : mulai dari Dumbarton Bridge di Palo Alto, San Mateo Bridge di San Mateo dengan jembatan yang sangat panjang, sedangkan Bay Bridge yang terbesar , megah dan jembatan dua susun yang menghubungkan Oakland dengan San Francisco. Juga masih ada San Rafael Bridge dan beberapa yang lain di utara tetapi yang satu ini Golden Gate Bridge bila di pandang dari kejauhan layaknya kita menyaksikan gadis semampai cantik dan anggun yang sedang berlenggang lenggok memperagakan bajunya diatas catwalk.Sungguh indah !! Gorgeous !!

Melalui jembatan ini kita bisa berlibur summer ke Napa valley,yang indah dan sejuk udaranya. Disana terbentang luas perkebunan anggur sekaligus tempat pembuatan wine/ anggur yang terkenal bukan saja di Amerika tetapi juga di dunia. Kalau musim winter dan spring tiba kita bisa ke Callistoga tempat pemandian air panas yang mengandung belerang dan baik untuk kulit. Setelah mandi kita bisa berbarbeque diluar sambil menikmati kehangatan disamping griller.

Liburan keluarga di Lake Tahoe juga amat menarik. Kadang2 dibulan April / Mei pun salju masih turun di pinggiran Danau terlebih dipegunungan yang mengelilingi kota Lake Tahoe. Cucu saya amat senang berskylift dan belajar iceskating di puncak gunungnya yang pernah menjadi tempat berlangsungnya Olympiade musim dingin beberapa tahun yang lalu.

…”..the Golden Girls, Martha dan Foodnetwork….”

Kalau anda tidak bekerja ataupun hanya kerja part time rasanya seharian , sejak pagi sampai malam banyak sekali kegiatan yang perlu dilakukan dirumah bahkan waktunya terasa kurang. Sesudah sarapan pagi kita bisa mengatur kegiatan harian dan jadwal kita : Cleaning, masak, exercise kecil, mengikuti News, baca e-mail, menulis, membalas surat, dll. Hiburan didalam Rumahpun tak kurang. Ada acara TV yang sangat menarik baik kaum muda , wanita, pria juga untuk para Seniors. Antara lain, Acara yang dibawakan oleh The Golden Girls, Nenek-Nenek intellectual yang penuh humor sehat. Juga acara Martha Stewart, celebrity wanita Amerika yg professional dalam banyak hal terutama skills yang menyangkut kegiatan wanita: masak, pertamanan, home pets dan banyak lagi productnya yang di jual di K’Mart.Orangnya,sangat berdedikasi terhadap kariernya yang lebih berbau feminine. Walaupun pernah menjadi peragawati dan menggeluti pekerjaan yang glamorous, banyak duit, tinggalnya didaerah Manhattan,daerah yang terkenal lux dan mahal di New York City tetapi orangnya sangat sederhana, humble,ramah dan ini membuatnya semakin terkenal.

Bagi Ibu-Ibu yang senang masak, atau mau belajar masakan Amerika maka acara Foodnetwork .com bisa diikuti di Internet dan Demo Masak di Televisi pada Channel “ Food “ secara nonstop sampai larut malam .

…”longlife education…..” di Indonesia terkenal dengan program belajar sepanjang hayat.

Filsafat Belajar sepanjang hayat ini bisa kita lihat disini secara nyata. Adult Education program yang ada di Setiap College bisa kita ikuti sesuai minat dan kemampuan kita tanpa diskriminasi dan tanpa batas umur. Di beberapa kampus dari City College of San Francisco yang pernah saya ikuti programnya diwaktu lalu, selalu ada sticker/ notice di mana-mana bertuliskan :” …… We hate of discrimination in all factors……,”……You have the right for a better education……, dan kalimat yang lain lagi yang sangat memacu semangat kita untuk maju , berpikir dan bertindak positif serta saling menghargai. Banyak kegiatan dan program yang ditawarkan kepada para Immigran dan Orang Dewasa secara cuma2 kecuali buku-buku yang perlu dibeli.

Sewaktu saya mengikuti program ESL ( English as a Second Language) di City College of San Francisco, saya ketmu beberapa Teman wanita : seorang berkebangsaan Russia hampir sebaya saya sekitar 60 an tahun, seorang wanita Korea umur 70, dan seorang wanita Jepang 72Tahun . Yang terakhir ini sering berpamitan pulang duluan karena mau menjemput cucunya di Taman Kanak2. Dia kelihatannya sangat cekatan dan banyak kegiatan diluar rumah. Juga gesit menyetir mobilnya dibanding saya yang tidak nyetir dan selalu bergantung pada suami dan anak atau naik bis saja.

...”Persahabatan Senior Indonesia se Bay Area ….”

Organisasi tempat berkumpulnya Senior Indonesia ini banyak memberi pengalamnan menarik buat kita. Selain sebulan sekali bisa bertemu dengan Teman-Teman yang berbahasa Indonesia bercampur patah-patah Hollands spreeken kitapun dapat menikmati makanan di buffet Indonesia yang di bawa per potluck oleh setiap anggotanya .Sehabis melahap opor ayam dan sambal goreng pete kita juga mengikuti Ceramah gratis tentang
kesehatan, laporan dan oleh-oleh cerita perjalanan dari Teman-Teman yang bepergian kenegara lain. Biasanya kegiatan Senior ini dimulai dengan exercise berupa Tai chi atau yang sejenis. Sesudah Lunch bersama ada juga selingan Line dance, nyanyi lagu-lagu Keroncong dan lagu Pop jaman Bung Karno untuk mengobati rasa kangen akan Tanah Air tercinta dan juga membawa kenangan indah yang tak mungkin diperoleh kembali.

Kegiatan Senior Indonesia ini paling disenangi oleh saya dan suami juga anggota dan Tamu lainnya karena disini para Elderly bisa berbagi rasa, dan berbagi pengalaman
diantara sesama.

Setiap hari kita selalu mendapatkan pengalaman baru dan ini perlu kita catat, sehingga nantinya anak cucu kita bisa membaca kembali dan mengkaji pengalaman tersebut. Selain hal yang menyenangkan dan memberi pelajaran pada saya, ada hal yang membuat saya sering salah tingkah bila saatnya menjamu Besan saya yang Yahudi – Amerika. Karena saya sebagai Orang Indonesia ingin membuat sesuatu yang terbaik buat mereka tetapi sikonnya berbeda sehingga membuat saya agak stress .Yaitu saya sebagai Nyonya Rumah ingin mendampingi duduk ngobrol dengan mereka tetapi dapur menunggu saya harus masak sendiri dan sebagian besar harus fresh dan disiapkan mendadak karena ini kebiasaan mereka sehingga kita perlu menyesuaikan. Repotnya, keduanya sudah lebih senior dibanding saya dan suami serta banyak sekali pantangan bagi makanan mereka. Ini membuat saya sulit memilih menu yg enak tapi sesuai diet mereka serta yang bisa kita bersama-sama menyantapnya.

Be mind that life is not an easy game, so we do challenge it, mostly take it for granted and pray to be the winner !!


     

 


FastCounter by bCentral