Mengapa Tragedi Mei’98 harus diperingati ?


Komentar dari Sdr. Chan C.T redaktur “Focus” di Hongkong:
Saya menyalahkan Pemerintah sampai sekarang, setelah lewat lebih 8 tahun, belum juga berhasil menuntaskan masalah tragedi 98 itu, pemerintah belum berkemampuan menyeret keluar tokoh-tokoh penanggung-jawab sampai terjadinya tragedi Mei 98 itu. Jangan biarkan sementara pejabat-tinggi yang mendalangi dan menyulut kerusuhan-kerusuhan dengan meng-"kambing-hitam"kan atau mengorbankan sekelompok warganya itu boleh tetap hidup berfoya-foya diluar HUKUM. Berusahalah tegakkan HUKUM sebaik-baiknya dinegeri ini. Sudah terlalu banyak kerusuhan-tragedi terjadi di negeri ini, dari G30S, peristiwa pembantaian massal, penangkapan, pembuangan atas ratusan ribu manusia tidak bersalah, tidak berdosa sampai belasan tahun tanpa proses pengadilan, Peristiwa Malari, Tanjung Periok, sampai pada kerusuhan-kerusuhan berbau SARA yang terjadi di Situbondo, Ujungpandang, Rengasdengklok, .... dan Tregedi Mei 98 ini, tak ada satu yang berhasil diselesaikan tuntas. Jangan sampai terulang lagi, terulang lagi kejadian kerusuhan berupa tragedi pelanggaran HAM yang mencekam dan mengerikan itu di-Nusantara ini.


Yang menjadi masalah, kerusuhan atau tragedi yang meletus berulang kali dinegeri ini, nampaknya didalangi oleh sementara pejabat-tinggi untuk mencapai tujuan politik tertentu dan celakanya mereka-mereka terlalu tinggi jabatannya, tidak terjamah HUKUM. Bolehkah kedaaan demikian dibiarkan terus? Kalau keadaan demkian dibiarkan terus berlangsung, bukankah setiap saat akan terulang kerusuhan-tragedi yang kita semua tidak hendaki itu?! Kali ini anda yang jadi korban, lain kali bisa orang lain dan, lebih banyak lagi, kan!

Saya tidak pernah secara khusus mengangkat Tionghoa sebagai korban tragedi Mei 98 itu, karena saya berpendapat tak peduli pihak atau golongan mana korban yang lebih besar, betapapun kecil korban yang terjadi, terutama korban jiwa, tokoh yang mendalangi, yang menyulut kerusuhan-tragedi itu harus bertanggungjawab didepan pengadilan, tidak seharusnya dibiarkan dan, ... lalu cukup minta para korban memaafkan atau diserahkan saja penyelesaiannya pada Tuhan!

Dan juga jangan karena ada sementara orang yang menyalahgunaan mengangkat korban tragedi Mei 98 untuk komersial, seperti yang terjadi di AS, lalu kita tidak berani menuntut yang benar dan adil.


     

 


FastCounter by bCentral