Pemerintah
Dituntut Ungkap Dalang Kerusuhan Mei 98
M. Rizal Maslan - detikcom
Jakarta - Sekitar 40 keluarga korban kerusuhan Mei 98 melakukan
pawai dan aksi damai di sekitar kawasan tugu Monas, Jakarta,
Minggu (14/05/2006). Mereka menuntut pemerintah segera mengungkap
siapa dalang dibalik kerusuhan yang menelan banyak korban
tersebut.
Pawai yang berakhir sekitar pukul 09.15 WIB
itu juga meminta pemerintah bertanggung jawab baik secara
materil maupun moril kepada keluarga korban.
Banyaknya warga Jakarta dan sekitarnya yang
melakukan olahraga di sekitar kawasan Monas dimanfaatkan
oleh para pelaku aksi untuk membagibagikan sekitar 5000
stiker yang bertuliskan "Ingat kerusuhan Mei 98, dukung
penuntasannya".
Menurut seorang keluarga korban bernama Ny
Rembiak (52), warga Jalan Baru II, Kampung Jatinegara Kaum,
Klender, Jakarta Timur mengatakkan, anak pertamanya bernama
Untung Surono (24) menjadi korban kerusuhan Mei di Jogja
Departemen Store, Klender.
Pada saat itu anaknya tewas terpanggang di
lantai V gedung Jogja Dept. Store. "Saat itu saya tidak
tahu anak saya pergi ke sana. Tapi, menurut temannya dia
diajak oleh seseorang untuk ke sana. Tiba-tiba terjadi kerusuhan
dan anak saya tewas," tutur Rembiak lirih.
Rembiak pun hanya bisa berharap kasus yang
sudah terjadi sekitar 8 tahun yang lalu itu bisa diselesaikan
oleh pemerintah dengan cepat.
Hal senada juga diungkapkan Ny Iman (58) warga
Klender, anak keduanya menjadi korban dalam peristiwa kerusuhan
di Jogja Dept Store. Anaknya tewas terbakar bersama ratusan
korban lainnya.
"Kami hanya meminta pemerintah untuk
bertanggung jawab dan dapat mengungkapkan kasus ini karena
selama 8 tahun kami menunggu kasus ini terungkap,"
ujar Iman sedih.(ahm)
|