KONTRASEPSI
"Masya
Allah, " seru Mat Kelor yang lagi asyik baca koran
Press Enterprise demi membaca satu berita mengenai wanita-wanita
Meksiko yang nekad nyebrang perbatasan ke Amerika.
"Kenape lu tiba-tiba ngejerit, kayak
borok di sikut kesenggol ujung meja ?" tanya Pepen
dengan santai.
"Cewek-cewek yang nyebrang ke Amerika
minum pil KB atau suntik sebelum nyebrang perbatasan karena
besar kemungkinan resiko diperkosa !" kata Mat Kelor
menterjemahkan sebagian isi berita di koran. "Malah
ada cewek yang bilang, perkosaan adalah harga yang musti
dibayar demi masa depan yang lebih cerah. "
"Edan-edan !" seru Qodir dengan
gemas. "Kebangetan yang memperkosa. Orang Amerika apa
ta, mas ?"
"Bukan, ya orang mereka sendiri. Anggota
geng atau penyelundup yang emang beroperasi di daerah perbatasan.
" jawab Mat Kelor.
"Sama lha, nasibnya dengan kaum hawa
di negeri kite yang nekad jadi tkw di Arab. Yang muda-muda
di tempat penampungan diajarin make alat kontrasepsi, supaya
kalo diperkosa kagak bakalan hamil !" tukas Pepen dengan
serius.
"Heran ya. Kok tega-teganya memperlakukan
pegawainya seperti itu ?" tanya Qodir sambil geleng-geleng
kepala.
"Lha pegawai atawa tenaga kerja itu kan
bagi kita. Mungkin bagi mereka dianggap budak. Kalo budak
kan diapain aja boleh, orang kata budak itu milik dari si
empunya !" kata Pepen dengan sewot. "Makanya tkw
yang nggak tahan disiksa dan diperkosa terus, kalo melarikan
diri dan ketemu polisi, pasti ujug-ujug dipulangin lagi
ke bos-nya. "
"Yang menyedihkan pelaku-pelakunya adalah
mereka yang pakaiannya, budayanya bahkan hukumnya di negeri
kite mulai kite tiru-tiru belakangan ini, " celetuk
Mat Kelor.
"Semenjak ditemuin ribuan tahun yang
lalu di Mesir, alat kontrasepsi dalam perjalanan sejarahnya
berubah-ubah fungsinya !" kata Jumadi yang tiba-tiba
ikut terlibat dalam pembicaraan dan kembali ke topik semula.
"Fungsinya sih tetap sama Jum, mencegah
kehamilan, "samber Pepen. "Tapi tujuannya yang
beda. "
"Iya tujuan semula untuk antara suami-istri
biar nggak nambah anak, " tambah Mat Kelor atas pernyataan
Pepen. "Kemudian buat yang suka jajan supaye kagak
kena penyakit. "
"Sekarang ini buat perempuan baek-baek
yang ber-resiko diperkosa !" kata Jumadi.
"Ade lagi, Jum. " celetuk Pepen
nggak mau kalah. "Bences-bences banyak yang minum pil
kb, katenye buat tambahan hormon, supaya dadanye numbuh
kayak perempuan. "
"Taneman kali ? Numbuh ! " kata
Jumadi sambil terbahak-bahak.
"Gile lu Pen, sampe isi perutnya waria
lu tahu persis. Nah sekarang ketahuan, kemane lu dulu suka
ngilang kalo malem Minggu ? Rupanye ke Pulo Mas atawa Taman
Lawang, maenan same bencong !" samber Mat Kelor sambil
terbahak-bahak.
(Bang Madi/ IM)
|