Shaolin
Performance in Duarte Inn
By Bryant Irawan
Last Saturday on April 29, Duarte Inn was visited by the
very same Shaolin monks who performed in the San Gabriel
Auditorium. The monks were there to provide a pleasant performance
while visitors munch on delicious food that were available
in the Food Court. The monks were prepared and trained since
their childhood. The monks performed varied demonstrations.
Whether it was a empty hand performance or a double saber
they had it all. The Food Court customers were electrified
as the monks performed their graceful yet mighty, shock
inducing display.
The monks had a unique variety of age differences inside
the group. Each member have their own skill and experience
depending on how long they were trained. The child member
performed a powerful rolling and empty hand routine while
his “older brothers” complete the harder routines. Breaking
steel using their heads was a simple task to several older
members. But on the last spectacular display, they all grouped
up and performed a dynamic stunt. The hoisted their own
brother to the sky using the support of four pointed spears!
The other brothers were circling the four brothers that
supported the spears. By now, the crowd was fired up and
applauded as loud as they could. What a perfect showstopper?!
Before they left, our own wushu members hustled up and took
a couple of pictures before they left.
Sedikit tentang Shaolin
Shaolin
Temple (Shaolin Shi) boleh disebut sebagai ikon dari
kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun. Shaolin Shi didirikan
lebih
1500 tahun yl tepatnya pada tahun 495 M (dalam masa pemerintahan
Hsiau Wen Di dari Wei Utara) di Shungshan, sekarang Dengfeng
City di
propinsi Henan. 30 tahun setelah pendiriannya, Shaolin Shi
dikunjungi oleh seorang biksu Buddhis dari India, Bodhidharma.
Beliau kemudian menyebarkan aliran Zen di Tiongkok dan Shaolin
Shr
kemudian mendapat julukan "Zhan Jung Zhu Thing"
yang berarti Leluhur
Aliran Zen.
Wushu (seni bela diri) Shaolin baru terkenal
pada penghujung Dinasti
Sui. Saat itu, 13 biksu Shaolin menyanggupi permintaan Raja
Lee She-
min dari kerajaan Chin untuk menaklukkan Wang She-chung.
Mereka
berhasil mengalahkan Wang dan mendapatkan penghargaan tinggi
dari
Raja Lee. Seorang dari biksu tadi menerima tawaran menjadi
Jenderal
dan sisanya pulang kembali ke kuil Shaolin. Sejak saat itu
shaolin
kemudian pelan2 menyandang sebutan "Thian Sia Di Yi
Cha", yang
artinya Kuil yang tiada duanya di Dunia dan "Wu Lin
Sheng Ti"
artinya Pusat Persilatan.
Dari
sejak itu, dalam masa Dinasti Tang, Dinasti Yuan, Dinasti
Ming,
pendeta2 Shaolin tetap punya andil dalam membela negara
dalam hal
ini kekaisaran. Salah satu yang terkenal adalah di zaman
Dinasti
Ming di mana kekaisaran menghadapi pengacau Wo Khou (bajak
laut
Jepang). Wo Khou merampok harta benda dan membunuhi rakyat
kecil
menyebabkan keamanan terganggu. Biksu Yue Khong yang menerima
permintaan bantuan Gubernur Wan Biao segera menghimpun 30-an
orang
biksu Shaolin untuk menghadapi bajak laut tadi. Dalam pertempuran
yang menewaskan banyak Wo Khou dengan tongkat besi di tangan,
mereka
akhirnya terjebak dalam perangkap para Wo Khou yang bersembunyi
di
balik2 gunung. Karena kalah dalam jumlah, mereka semuanya
gugur di
medan perang sebagai pahlawan dalam sejarah perlawanan terhadap
Wo
Khou.
Shaolin
dalam perkembangannya mengalami naik turun sejalan dengan
pergantian dinasti di dalam sejarah Tiongkok. Masa keemasan
Shaolin
adalah pada dinasti Sui dan Tang karena kedua dinasti tadi
merupakan
dinasti di mana Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok.
Pada
penghujung dinasti Sui, api besar menghancurkan Shaolin
Shr. Namun
pada dinasti Tang, Shaolin mengalami zaman keemasannya.
Jumlah biksu
di Shaolin mencapai 2000 orang dan kuil Shaolin dipugar
dan
diperluas. Masa suram Shaolin yang terakhir adalah pada
tahun 1928,
di mana Shaolin yang dituduh seorang raja perang Shi You-shan
(warlord, gubernur yang belum tunduk ke republik) membantu
lawannya
sehingga warlord tadi menyerang dan menduduki Shaolin Shr.
Membakar
banyak bangunan di sana dan membunuhi biksu2 di sana.
Kini di Shaolin Shr, ada sekolah wushu bernama
Tha Gou yang menerima
murid dari segala penjuru China. Di Taiwan, Singapura, HK,
Malaysia
dan Jerman ada tempat2 milik pribadi atau organisasi yang
menurunkan
ilmu bela diri Shaolin.
Rinto Jiang
Disarikan dari berbagai sumber
 
 
|