Dubes Indonesia ABDUL IRSAN - BRAVO!
==========================================================

Mengapa dirasakan perlu menulis tentang Dubes Abdul Irsan? Bukan karena
penulis memang mengenal dia secara pribadi. Tak lain dan tak bukan,
disebabknan oleh sikapnya yang dirsakan tak ada duanya. Sang Dubes minta
maaf atas perilaku-korupsi yang terjadi di KBRI Tokyo oleh seorang staf
KBRI -- jadi, korupsi atau "pungli" yang dilakukan oleh "anak-buahnya".

Sebagai kepala perwakilan Abdul Irsan merasa sepenuhnya bertanggungjawab
atas tindak korupsi yang berlaku di KBRI Tokyo. Dan dia merasa bahwa dia
harus menanggung risikonya dan siap untuk mengundurkan diri sebagai
kepala perwakilan. Sikap sebagai pemimpin, sebagai kepala perwakilan, di
saat di lingkungan tanggungjawbnya telah terjadi korupsi, Dubes Abdul
Irsan berani memikul tanggungjawab atas perbuatan salah yang dilakukan
oleh "orang bawahannya" -- Sikap inilah yang selama ini belum pernah
penulis saksikan di negeri kita. Apalagi pada waktu periode Orba ketika
kultur Korupsi Kolusi dan Nepotisme telah menjadi budaya kehidupan para
elite pemimin-pemimpin di pemerintahan dan birokrasi, militer dan dunia
bisnis.

Maka, tanpa ragu-ragu patut disampaikan penghargaan kepada Dubes Abdul
Irsan. Dengan tindakannya itu Dubes Irsan, disadarinya atau tidak, telah
memberikan teladan yang patut dicontoh oleh rekan-rekannya di
Kementerian Luar Negeri, pemerintahan dan seluruh masyarakat.

Korupsi atau "pungli" yang terjadi di KBRI Tokoyo itu, sebenarnya tidak
spektakuler. Pasti bukan ukuran korupsi sebesar yang dilakukan oleh
dinasti Cendana dan kepala mafiosonya, Jendral Suharto. Juga tidak
sebesar korupsi yang dilakukan oleh para jendral sampai ke koter-koter
di pedesaan. Namun, korupsi adalah korupsi. Maka Abdul Irsan dengan
serius bersikap terhadap tindak korupsi tsb.


     

 


FastCounter by bCentral