|
 |
|
Perlu
Perhatian Lebih untuk Atasi Masalah Anak
Los Angeles, Kompas - Megawati Soekarnoputri mendapatkan
penghargaan Children’s Champion Award dari sebuah yayasan
anak lintas dunia Children’s Hunger Fund Foundation di Los
Angeles, California, AS Minggu (12/3) malam waktu setempat
atau Senin siang WIB.
Megawati mendapatkan penghargaan dari Children’s Hunger
Fund (CHF) Indonesia karena dinilai ikut memberikan perhatian
terhadap persoalan anak Indonesia.
Dalam sambutannya, Megawati mengakui banyak hal masih perlu
dilakukan untuk mengatasi masalah anak-anak Indonesia. ”Buta
huruf, kekerasan terhadap anak, jual beli anak masih menjadi
masalah utama anak-anak Indonesia,” kata mantan presiden
itu dalam acara di Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan
di Lembah Simi, California..
Menurut Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu, perlu perhatian
dan keputusan kuat dari para pemimpin untuk meyakinkan bahwa
Indonesia benar-benar berupaya memberi anak-anak masa depan
yang lebih baik.
Penghargaan bagi Megawati diserahkan oleh Hana Ananda atas
nama anak-anak Indonesia dari Yayasan Pondok Kasih, Surabaya,
mitra CHF di Indonesia. LSM yang bermarkas di Surabaya itu
bergerak dalam bidang sosial di berbagai wilayah Indonesia.
Saat di podium, Megawati mendapat standing applause cukup
panjang dari hadirin yang umumnya pengusaha atau tokoh-tokoh
masyarakat California yang selama ini menjadi donatur CHF.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan.
Menurut
pendiri/Presiden CHP David Phillips, Megawati berjasa melakukan
berbagai upaya mengatasi persoalan politik, sosial, dan
ekonomi. Dia juga telah membangun kerja sama lebih baik
antara RI dan AS, termasuk saat AS diguncang peristiwa 9/11.
Megawati juga telah membuka jalan untuk aktivitas CHF di
Indonesia maupun Yayasan Pondok Kasih di berbagai wilayah
Indonesia. Dengan jalan itulah mereka melakukan berbagai
langkah dan bantuan terhadap anak-anak Indonesia, termasuk
pemulihan pascatsunami di Aceh, 2004.
Kepada wartawan, Megawati mengatakan mengenal CHF melalui
Yayasan Pondok Kasih sejak tahun 2000 saat menjadi Wakil
Presiden RI. Dia tertarik membantu LSM tersebut karena menaruh
perhatian terhadap masalah-masalah anak.
Semasa
menjadi presiden, kata Megawati, ia berupaya memberikan
perhatian yang lebih untuk anak-anak, dari pendidikan, imunisasi,
maupun rumah singgah bagi anak-anak jalanan. Megawati mengatakan,
walaupun sudah tidak menjadi presiden lagi, tidak berarti
dia lantas pensiun. ”Masih banyak yang harus saya lakukan,”
katanya.
Megawati adalah orang pertama Indonesia yang menerima penghargaan
CHF yang diselenggarakan untuk pertama kali. Selain Megawati,
penerima penghargaan serupa adalah Ty Warner, seorang pengusaha
mainan anak-anak Ty Inc, yang memberikan sumbangan besar
bagi masalah anak-anak sedunia dan menyumbangkan sekitar
sejuta mainan untuk anak-anak di Irak. Seorang lain adalah
Dr Myron Wentz, pendiri USANA Health Science, karena sumbangan
mendirikan Pusat Kesehatan Wentz di Uganda dan mendukung
program peningkatan
gizi anak-anak.
CHF adalah lembaga swadaya masyarakat yang mengkhususkan
diri pada persoalan anak-anak telantar atau kurang pangan
di seluruh dunia. LSM yang didirikan 1991 itu telah melakukan
aktivitasnya di berbagai belahan dunia, termasuk pemulihan
pascatsunami di Aceh. CHF telah mendistribusikan 500 juta
dollar AS untuk anak-anak di 70 negara di seluruh dunia.
|