JAMU GENDONG - MINUMAN TRADISIONAL YANG MENYEHATKAN
Oleh: Nurul Utami

“Jamu…jamu..jamu Mbak , Mas….minum jamu nggak….?? Begitulah gaya Yu Marni, penjual jamu, menyapa pelanggannya. Busana yang dikenakan dan dandanannya khas penjual jamu. Baju kebaya khas Jawa dipadankan dengan kain panjang batik melilit ping-gangnya dan dilengkapi dengan selembar selendang dari kain batik juga sebagai alat untuk menggendong bakul jamunya. Selendang itu akan diselempangkan ke lehernya ketika ia sibuk meladeni pembelinya mencampur beberapa jenis cairan dari dalam botol di dalam gelas untuk diminum. Rambutnya disanggul rapi, wajahnya segar dan selalu tersenyum ramah meladeni pelanggannya

Setiap sore kira-kira pk 4 sore Yu Marni sudah keluar rumah untuk berkeliling menyusuri gang-gang kampung di tengah kota Bandar Lampung, menjajakan jamu racikannya sendiri. Pelanggannya dari segala kalangan dan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, pria dan wanita Yu Marni jual jamu jenis apa saja, dari yang hanya sederhana seperti kunir asam atau beras kencur yang disukai anak-anak dan orang dewasa sampai jamu kunci-sirih khusus untuk wanita atau jamu kuat khusus untuk pria dewasa. Bagi mereka yang berusia lanjut, jamu gendong menjadi pilihan dikala sakit, karena ramuan dari jamu ini dipercaya bisa mengobati penyakit tertentu seperti menghilangkan rasa sakit di punggung, encok, dan rematik.

Jamu yang dijual Yu Marni disimpan dalam botol-botol yang bening dan bersih sehingga dapat memperlihatkan warna asli dan alami cairan jamu di dalamnya. Dan kadang masih terasa hangatnya, karena jamu tersebut baru saja dibuat. Semua botol itu diletakkan dengan rapi di dalam bakul gendongannya .

Jamu gendong, begitulah orang menyebut jualan Yu Marni. Penjual jamu gendong sangat dikenal oleh orang Indonesia. Tidak hanya oleh orang yang tinggal di Jawa saja, daerah asal jamu gendong, tetapi produk industri rumahtangga itu sudah merambah ke daerah-daerah luar jawa.

Dr Sulisitiorini , salah satu dosen Universitas Negeri Semarang, dan yang melakukan penelitian tentang jamu gendong, menemukan bahwa bahan jamu gendong ternyata selalu terdiri dari dua jenis, seperti kunir-asam, beras-kencur, cabe-puyang, kunci-sirih, adas-pulowaras dan lain-lain. Campuran dua jenis bahan tersebut sesuai dengan khasiat dan manfaatnya, dan juga dianggap semacam mantra agar memperoleh kesembuhan. Misal, jamu adas-pulowaras memiliki khasiat bisa menyembuhkan dan merupakan semacam doá agar si sakit cepat memperoleh kewarasan (kesehatan) setelah meminumnya. Kepercaya-an yang telah tertanam lama inilah yang menjadi salah satu penyebab jamu gendong tetap eksis di tengah masyarakat, meski menghadapi persaingan dengan jamu modern berbentuk pil, serbuk, hingga cairan tinggal tenggak yang dipromosikan secara besar-besaran di media cetak maupun elektronik. Hal ini dikarenakan harganya terjangkau oleh rakyat dari golongan menengah ke bawah. Dengan Rp 1500 rupiah, tubuh bisa terasa lebih segar setelah minum jamu gendong tersebut.

Menurut Dra Suharmiati, Apt., komposisi bahan yang digunakan oleh setiap penjual jamu berbeda-beda. Misalnya, pada jamu beras kencur bisa ditambahkan kapulaga, kedawung, jahe, kunyit, kayu manis atau adas. Dalam meracik bahan jamupun dilakukan penakaran yang kasar seperti dengan genggaman atau kepalan tangan, ruas dan ibu jari, tetapi ada pula yang menggunakan alat ukur.

Ada dua cara pengolahan jamu gendong ini. Cara pertama adalah dengan merebus seluruh bahan dan memeras sari yang terkandung dalam bahan baku. Ekstrak hasil rebusan ini bisa disimpan selama 24 jam, lewat dari waktu itu jamu harus dibuang. Cara kedua dibuat tanpa direbus tetapi jamu hanya boleh disimpan selama 12 jam.

Jamu gendong merupakan industri rumahtangga dan merupakan jenis usaha obat tradisional yang tidak memerlukan izin usaha. Jamu gendong merupakan obat tradisional bentuk cairan yang dijajakan untuk langsung digunakan tanpa penandaan atau merek dagang. Jamu gendong dapat diperdagangkan oleh siapa saja yang menghendaki. Pembuatan dan pengolahannya cukup dengan alat-alat yang sederhana, dan bahan bakunya mudah di dapat, seperti di halaman rumah, di pasar-pasar atau di toko bahan baku jamu.

Beberapa jenis jamu gendong serta khasiatnya bisa disebutkan di sini. Misalnya, kunyit-asam berkhasiat untuk mencegah panas dalam atau sariawan dan dikenal sebagai jamu penyegar tubuh. Jahe-gula jawa untuk penghangat tubuh, atau biasa diberikan kepada penderita radang tenggorokan. Sambiloto untuk mengatasi gatal-gatal, menambah nafsu makan, dan mengurangi gangguan kencing manis. Cabe-puyang bermanfaat menyembuhkan pegal-pegal di daerah pinggang. Dengan meminum jamu beras-kencur, maka seseorang akan terbebas dari pegal linu, selera makan meningkat, dan tubuhpun sehat. Jamu kunci-sirih dikenal berkhasiat menjaga kesehatan organ intim wanita, mengecilkan rahim dan perut, mengobati keputihan, menghilangkan bau badan, serta menguatkan gigi. Air jeruk nipis berkhasiat melangsingkan, penurun panas, dan menghilangkan rasa pahit pada jamu sambiloto dan cabe-puyang. Air daun papaya berguna untuk menambah nafsu makan dan obat malaria

(Penulis adalah dosen dari Universitas Lampung – IM)


     

 


FastCounter by bCentral