|
6 Film Indonesia diputar di London
KALANGAN komunitas pecinta film Indonesia
di luar negeri bersemangat mengadakan kegiatan seperti Festival
Film Indonesia. Yang pernah berlangsung antara lain di Amerika,
dengan memutar sejumlah film nasional. Kini di Inggris menampilkan
film-film Indonesia yang dianggap mewakili perfilman nasional
saat ini. Daftar film yang diputar antara lain Gie, Janji
Joni, Eliana-Eliana, Daun Di Atas Bantal, Novel Tanpa Huruf
R, dan Arisan.
Pada acara Indonesian Days di Washington tahun
lalu, salah satu acaranya adalah y pemutaran film-film Indonesia.
Kegiatan tersebut difasilitasi KBRI yang ada di Washington
atau Konjen RI di kota-kota negara tersebut.
"Sebenarnya banyak masyarakat Indonesia
akan antuasias jika berkesempatan menyaksikan film Indonesia
di sini. Hanya saja kami memang agak sulit bisa mendapatkan
film untuk diputar," kata Lana Togas dari Annext Studios,
sebuah perusahaan yang bergerak dalam program kegiatan kesenian
dan pariwisata."Waktu itu kami mendapatkan film-film
melalui Jaringan Workshop yang menjadi representasi kami
di Jakarta."
Kini kegiatan pemutaran film Indonesia dilangsungkan
di Inggris, bertajuk London Indonesia Film Screening 2006,
digelar di School of Oriental and African Studies (SOAS)
London, Inggris, pada 9-15 Maret mendatang akan dibuka dengan
film Gie karya sineas muda Riri Reza.
"Film itu dipilih sebagai pembuka, terkait
keberhasilannya sebagai salah satu dari 50 film yang dinominasikan
untuk meraih film terbaik untuk kategori film berbahasa
asing dalam Academy Awards' tahun ini," kata Staf Perhimpunan
Pelajar Indonesia di Inggris, Hannah Alrasyid, melalui siaran
persnya di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan festival yang diselenggarakan
atas kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris
dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia ini adalah festival
pertama kali dalam sejarah sinema Indonesia.
Dia menambahkan, selain penayangan Gie, selanjutnya
juga akan diputar sejumlah film terbaik karya anak bangsa,
antara lain Janji Joni karya Joko Anwar, Eliana Eliana karya
Riri Reza, Daun di Atas Bantal karya Garin Nugroho, Novel
Tanpa Huruf R karya Aria Kusumadewa, serta Arisan Karya
Nia Dinata.
"Semua film dalam festival itu dipilih
dengan cermat berdasarkan tema dan kualitas karya yang bersangkutan,
serta dianggap bisa mewakili perkembangan paling mutakhir
dunia perfilman di tanah air," katanya.
Dikatakannya festival yang juga akan dihadiri
oleh aktor utama Gie, Nicholas Saputra, akan ditutup dengan
dua diskusi simultan bertema Gender dan Seksualitas dalam
Sinema Asia Tenggara, dan Perkembangan Film Kontemporer
Indonesia.
"Diskusi tersebut akan menghadirkan pembicara
dari British Film Institute, pakar akademisi, dan pengamat
film internasional," katanya.
Hannah mengatakan melalui festival itu diharapkan
masyarakat Eropa, terutama yang tinggal di London dan Inggris,
dapat mengenal Indonesia dari berbagai sisi.
"Melalui pita seluloid, bisa ditampilkan
sebagian kekayaan budaya. (akh/IM)
|