|
 |
|
Bazaar
Imlek ICAA 2006
Kembali pecahkan rekor
Dilaporkan Oleh: Dr.Irawan
Hacienda
Heights, February 04, 2006/Indonesia Media. Janji panitia
terpaksa tidak bisa ditepati, karena sebelumnya panitia
merasa yakin bahwa tempat parkir di Wilson High School dimana
diselenggarakannya acara Bazaar ini sanggup menampung luapan
antusias pengunjung, ternyata meleset. Banyak laporan dari
pengunjung bahwa mereka terpaksa parkir di jalan dan harus
berjalan, bahkan ada yang memutuskan kembali lagi setelah
peek hour. Namun panitia merasa terharu setelah mendengar
kerelaan dari pengunjung untuk berjalan agak jauh, karena
mereka umumnya sudah merasa senang untuk bisa hadir di Bazaar
Imlek ICAA ini, "Jalan sedikit tidak ada masalah, ini
’kan setahun sekali, you orang tenang sajalah" ujar
seorang warga senior.
Komunitas
Indonesia semakin dikenal
Kali
ini partisipan bertambah dengan significant, karena booth
yang dibuka bukan hanya berasal dari orang-orang Indonesia
saja tapi juga melibatkan beberapa pihak yang berasal dari
luar komunitas. Ini membuktikan eksistensi komunitas Indonesia
di sekitar Los Angeles mulai disadari publik.
Band “NYA”
gabungkan diri ke ICAA
Namanya “Not Young Anymore” katanya pemusik-pemusik yang
membawakan lagu-lagu “Koes Plus” itu. Ternyata bukan hanya
nomor-nomor lama dari Koes Plus saja yang digenjreng oleh
mereka yang notabene sudah menggandrungi urusan musik sejak
lama, bahkan ada beberapa yang memang profesional, lagu-lagu
populer lainnya juga siap diiringinya. Contohnya “Bung Tigor”
diiringinya dengan mantap ketika ber-La BamBa.
Piagam Penghargaan
26
aktivis ICAA memperoleh tanda penghargaan dari ketua umum
ICAA, Dr.Frits Hong berkenaan dengan sumbangsih mereka kepada
aktivitas organisasi. Mereka yang menerima penghargaan adalah
sbb:
Dari kalangan pengurus: - Bpk. Johnny Setiawan, Bpk. Adrianus
Khoe, Bpk. Steven Lin. Bpk. Harry Chou.
Dari aktivitas bidang kebudayaan: Bpk Ricky Lee, selaku
guru Mandarin yang volunteer mengajar setiap hari Sabtu,
Bpk Alvin Loka, Bpk. Thomas Chua Adidjaja, pengajar Taichi,
dan Paul Wardhana.
Dari group paduan suara ICAA: Grace Hong, Suryani Kheng,
Sinta Widaningsih, Lidyawaty Pranoto, Silvia Ding Soewono,
Pantja Djatmiko.
Dari Group Wushu dan Lion dance: Dr.Elly Swadipura, Michael
Lee, Teddy Yusuf, Dennis Chen, Perry Chen, Dean Chen, Bryant
Irawan, Josephine Lin, Jennifer Van, Sulastri, Bob The,
Tamu-tamu kehormatan
Konsul
Jenderal Bpk.Handriyo yang berhalangan (sedang berada di
Jakarta) diwakili oleh Konsul Pensosbud, Bpk Bambang Susanto
yang membacakan teks pidatonya, Konsul bidang Konsuler,
Ibu Cecilia, bersama suami Bung Tigor yang turut memeriahkan
panggung acara. President of School Board Hacienda and LaPuente,
Bpk. Norman Hsu sebagai board advisory ICAA juga menyampaikan
sepatah kata. Pembantu Senator Goldwater, Mrs Julia Wu,yang
ibunya orang asal dari Indonesia yang juga sebagai board
advisory ICAA menyampaikan tanda penghargaan kepada ICAA.
Sedangkan Walikota Arcadia John Wuo memuji keberhasilan
ICAA dalam melayani komuniti , sambil menyerahkan tanda
penghargaan kepada pengurus ICAA, yang dinilai telah membuktikan
kiprahnya di masyarakat luas. Sebagai catatan, John Wuo
adalah salah seorang CEO (Chinese-American Elected Officials)
yang mendukung ICAA dan Arcadia Indonesian Community. Miss
Asia USA 2005, Jennifer Chu ,dan Mrs Asia USA 2005, Tram
Ho, juga turut hadir dalam keramaian ini, mereka menghimbau
agar puteri-puteri dan nyonya-nyonya Indonesia turut berpartisipasi
dalam contest yang akan dilakukan bulan April 2006 ini.
Sayangnya tidak ada layanan
Paspor.
Yang
namanya orang Indonesia selalu saja ada yang melontarkan
ketidak puasan. Banyak omongan masyarakat terdengar oleh
panitia yang umumnya menyesalkan mengapa pada bazaar yang
sekarang-sekarang tidak ada lagi layanan paspor oleh KJRI?
Dalam hal ini panitia hanya bisa memberikan saran agar masyarakat
membuat surat permohonan atau mengadakan semacam petisi
kepada kantor perwakilan Republik Indonesia yang bersangkutan.
Karena dalam kehidupan alam demokrasi hendaknya masyarakat
juga harus belajar aturan permainannya, jangan hanya menggerutu
saja.
Hasil karya gemilang.

Suksesnya Bazaar Imlek ICAA 2006 ini bukan hanya hasil karya
dari segelintir orang saja, tapi diyakini semua komponen
masyarakat Indonesia di wilayah Los Angeles dan sekitarnya
telah memberi andil. Dari jajaran panitia yang dipimpin
oleh Bpk. Harry Chou selaku ketua III ICAA , seksi Acara
yang ditata Sdr. Pantja Djatmiko dkk, sampai ke-para pembuka
stan (37 booth) dengan para pengunjungnya yang datang berbondong-bondong
semua membuat bazaar kali ini memecah rekor sekitar 5000
pengunjung (estimasi berdasarkan keluar masuknya parkir
mobil dan timbunan sampah di container).
Namun Panitia tetap menyadari bahwa suksesnya bazaar kali
ini tidak terlepas dari karya gemilang dari Bazaar ICAA
yang dikelola oleh panitia-panitia Bazaar ICAA terdahulu.
Tanpa sejarah kesuksesan yang lalu, tidak ada kesuksesan
hari ini. Panitia mengucapkan terimakasih kepada segenap
pihak yang telah mendorong terciptanya hasil karya gemilang
ini.
  
   
 
  
 
 



 
|