PERAYAAN “IMLEK” DI Gereja Katolik St. Philip Benizi – Barongsai masuk gereja

Untuk pertama kalinya bagi umat katolik di belahan bumi Utara Amerika merayakan hari Imlek di gereja St. Philip Benizi, Fullerton – California yang dirayakan oleh romo Godlif Sianipar,O.Carm bersama romo Istejo, Pr dalam kunjungan sebatical dari Indonesia. Gereja dipenuhi oleh sekitar 400an umat yang hadir dengan memakai berbagai pakaian ala Tionghoa maupun Vietnam. Banyak anak-anak kecil kelihatan mundar mandir dengan pakaian-pakaian yang mengingatkan kita akan film silat.

Sepasang barongsaipun hadir di gereja ikut merayakan Imlek, Sincia atau Chinese New Year ini. Meskipun lelah, pemain barongsai dan penabuh musik tidak menunjukkan kelelahan mereka. Dengan penuh semangat mereka menghibur umat KKI- OC (Komunitas Katolik Indonesia di Keuskupan Orange). Dua tahun lalu barongsai dan liangliong masuk Cathedral Our Lady of The Angels di Los Angeles yang belum lama berdiri. Kardinal Roger Mahony bersama Uskup William Clark dan Uskup Ignatius Wang merayakan misa Imlek pertama disana.

 

Apa itu Imlek dan mengapa dirayakan di gereja?
Imlek adalah lafal Indonesia yang diambil dari bahasa Hokien yang artinya tahun menurut hitungan Tionghoa yang menggunakan hitungan bulan atau yang dikenal sebagai Lunar Calendar. Karena itu Imlek dikenal juga sebagai Lunar New Year. Dibelahan bumi Asia Imlek adalah sebagai tanda datangnya musim semi. Orang Vietnam, Tionghoa dan Korea merayakan perayaan musim semi dan masing-masing mempunyai nama tersendiri untuk perayaan musim semi tersebut.

Setelah dihibur oleh barongsai, acara berikut adalah acara perayaan “Penghormatan Leluhur” (Veneration of Ancestors) dimana para Dewan Pastoral, pengurus KKI-OC dan umat dengan hidmat memberikan penghormatan kepada para leluhur, dan para martir dengan bantuan dan bimbingan Roh Allah, supaya kita mampu meneladan hidup mereka dan menghormati budaya kita. Bacaan untuk ritus ini diambil dari buku Sirakh 44:1-4,7,10-14.

Perayaan misa berjalan baik dan sangat bernuansa inkulturatif. Didalam homili romo Godlif menggambarkan arti dari perayaan Penghormatan Leluhur supaya umat mengetahui bahwa apa yang baru dirayakan itu bukanlah pemujaan erhala. Dalam budaya Asia termasuk Tionghoa, dimana kebanyakan umat yang hadir pada misa ini adalah keturunan Tionghoa mempunyai budaya menghormati orangtua baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Pada setiap perayaan misa di doa Syukur Agung diucapkan doa untuk mereka yang telah meninggal.

Setelah Konsili Vatikan kedua, Kardinal Yu Ping memperkenalkan budaya Penghormatan Leluhur bahkan bagi umat Vietnam, perayaan ini sudah merupakan bagian dari buku Formal Gereja Katolik mereka seperti yang dinyatakan oleh seorang teolog Asia ternama, romo Peter Phan, guru besar teologi di Georgetown University, Washington DC.



Di Indonesia, baru beberapa tahun belakangan ini, setelah mantan presiden Indonesia Gus Dur dan Megawati memberikan kebebasan bagi warga etnis keturunan Tionghoa untuk dapat secara terbuka merayakan hari Imlek ini. Di Indonesia berpuluh tahun sebelumnya hal-hal yang berhubungan dengan budaya Tionghoa dilarang untuk dilakukan ditempat umum, sehingga umat Katolik Indonesia tidak dapat mengikuti merayakan misa di gereja.

Umat yang hadir di St. Philip Benizi mengungkapkan rasa bahagia mereka boleh mengalami perayaan yang demikian meriah dan bahkan untuk pertama kalinya bagi sebagian dari mereka. Tidak ketinggalan Angpao berisikan satu kutipan ayat dari Kitab Suci dan coklat ikut dibagikan setelah misa. Tentu perayaan tidak lengkap bila tidak dilengkapi dengan ramah tamah dan perjamuan makan. Di ruang makan acara hiburan ikut membuat suasana semakin semarak. Sebuah sejarah telah tercatat dan semoga kebebasan beragama dan berbudaya bisa dinikmati oleh setiap insan Allah di dunia ciptaanNya.

Misa bahasa Indonesia dirayakan setiap hari Minggu di
Gereja Katolik St. Philip Benizi
235 South Pine Dr.
Fullerton, CA 923833
Setiap hari Minggu, jam 4:30 sore
Romo Godlif Sianipar, O.Carm sebagai Chaplain


Ditulis oleh Densy Chandra
Konsultan Nasional untuk Kerasulan Indonesia dari Wali Gereja Katolik di Amerika


     

 


FastCounter by bCentral