|
 |
|
Upacara
Perkawinan Adat Jawa
Bag 4
Upacara Peningsetan:
Peningsetan
atau Srah-Srahan, berasal dari kata singset (berarti ikatan).
Kedua keluarga menyetujui pernikahan. Mereka akan menjadi
besan. Keluarga dari pengantin laki-laki berkunjung ke keluarga
dari pengantin perempuan. Mereka membawa hadiah:
? Suruh Ayu (daun betel), mengharapkan untuk keselamatan.
? Beberapa kain batik dengan corak berbeda, mengharapkan
untuk kebahagiaan dan kehidupan yang baik.
? Kain Kebaya.
? Setagen putih untuk tanda kekuatan.
? Buah-buahan, mengharapkan kesehatan.
? Beras, gula, garam, minyak, dan lain-lain, tanda dasar
kehidupan.
? Cincin untuk pasangan pengantin.
? Sumbangan uang untuk pesta pernikahan.
Dalam kesempatan ini, kedua keluarga beramah tamah. Hanya
pengantin laki-laki tidak bisa bertamu ke kamar pengantin
perempuan yang sudah bagus di dekorasi. Pengantin laki-laki
tiba bersama dengan keluarganya, tetapi dia tidak boleh
masuk ke rumah. Hanya keluarganya boleh masuk ke rumah.
Dia duduk di serambi depan rumah bersama dengan beberapa
teman dan keluarga. Selama itu, dia hanya diberi segelas
air dan tidak boleh merokok. Di boleh makan hanya setelah
malam hari. Dengan maksud, dia harus menahan lapar dan godaan.
Sebelum keluarganya meninggalkan rumah, utusan dari keluarga
pengantin laki-laki menyatakan kepada tuan rumah bahwa mereka
akan mengambil alih tangung jawab pengantin laki-laki. Utusan
menyatakan bahwa pengantin laki-laki tidak kembali ke rumah.
Setelah pengunjung meninggalkan rumah, pengantin laki-laki
boleh masuk ke rumah, tetapi tidak ke kamar pengantin. Orangtua
dari pengantin perempuan akan mengurus penginapannya.
Itu disebut Nyantri. Nyantri dilakukan untuk keamanan dan
praktisnya, dengan pertimbangan bahwa besok dia harus berpakaian
pengantin dan siap untuk Ijab dan upacara pernikahan lain.
Upacara Ijab:
Orang Jawa biasanya bicara lahir, menikah dan meninggal
adalah takdir Tuhan. Upacara pernikahan sesuai dengan pelaksanaan
adalah merupakaan pertunjukan dari tradisi seni dan budaya,
bagian integral dari ciri khas bangsa, di mana simbol dari
kehidupan adalah kedudukan dengan martabat dan kebanggaan.
Tradisi ini diwarisi sejak dari dahulu kala sampai sekarang.
Upacara Ijab merupakan syarat yang paling penting dalam
mengesahkan pernikahan. Pelaksanaan dari Ijab sesuai dengan
agama dari pasangan pengantin. Tempat di adakan Ijab diletakan
Sanggan atau Sajen disekitarnya.
Pengantin wanita dengan gelungan, minyak rambut mengkilap,
perhiasan emas dan kebaya untuk saat ini. Pengantin laki-laki
juga berpakaian khusus untuk upacara ini. Pasangan pengantin
muncul terbaik.
Mereka dihormati seperti Raja dan Ratu di hari itu.
(bersambung ke edisi berikutnya)
|