|
 |
|
Devisa
TKI 2005 Rp 3 Triliun
JAKARTA-
Nilai devisa yang dihasilkan 2,1 juta TKI yang bekerja di
luar negeri selama tahun 2005 mencapai US$ 2,7 miliar atau
senilai Rp 3 triliun. Jumlah itu diperkirakan lebih kecil
dari nilai sebenarnya karena pencatatan hanya dilakukan
pada dana yang ditransfer melalui perbankan, sementara dana
yang dibawa langsung TKI ketika pulang ke Indonesia tidak
terdata.
Hal itu dikemukakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi,
Erman Suparno di Jakarta, Rabu (4/1). Dikatakan, meskipun
terjadi peningkatan penempatan TKI sektor formal, namun
sejauh ini penempatan TKI masih didominasi sektor informal,
khususnya pe?ata laksana rumah tangga. Pemerintah terus
berupaya meningkatkan penempatan TKI sektor formal sehingga
pada 2009 tercipta komposisi berimbang antara sektor formal
dan informal.
"Dengan demikian Indonesia tidak dianggap lagi hanya
sebagai pengirim pembantu rumah tangga, tetapi juga sebagai
pengirim tenaga profesional," ujarnya.
Dikatakan, peluang Indonesia untuk meningkatkan penempatan
TKI di sektor formal sangat terbuka lebar mengingat semakin
banyaknya permintaan tenaga professional, misalnya perawat,
dokter, ahli pengeboran minyak dan sektor formal lain yang
hingga saat ini belum mampu dipenuhi Indonesia. Permintaan
itu datang dari Australia dan negara Timur Tengah.
TKI yang ditempatkan di luar negeri hingga kini masih didominasi
TKI informal dengan tingkat pendidikan rendah SD hingga
SLTP, bahkan TKI yang ditempatkan ke Timur Tengah terkadang
tidak lulus SD. (L-7/IM)
|