| Tiga
Jenderal Polisi Terlibat
Adrian Buka-bukaan Kasus Komjen Suyitno
JAKARTA - Jenderal Mabes Polri yang terseret
kasus penyidikan BNI sangat mungkin bertambah. Adrian Waworuntu,
terpidana seumur hidup kasus pembobolan BNI Rp 1,7 triliun,
menyebutkan adanya tiga perwira tinggi (jenderal) yang terlibat.
Padahal, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan
baru dua orang.
Adrian malah menyebutkan, selain ketiga jenderal
itu, ada tiga perwira menengah serta dua sipil. Pengakuan
Adrian tersebut diungkapkan pengacaranya, Andika, di Bareskrim
Mabes Polri kemarin. "Tapi, kami dilarang menyebutkan
nama mereka. Yang jelas, dalam BAP ada nama-nama tersebut,"
ungkapnya.
Pengakuan Adrian itu disampaikan ketika diperiksa
sebagai saksi atas tersangka Komjen Suyitno Landung di Lapas
Cipinang, Selasa lalu. Ketika itu, dia disodori sembilan
pertanyaan. Pengakuan tersebut dituangkan dalam BAP. Sayangnya,
Andika tidak mau menyebutkan isi BAP (berita acara pemeriksaan)
tersebut dengan alasan kode etik profesi.
Andika mengunci rapat saat ditanya peran masing-masing
orang yang disebut dalam BAP itu. Dia juga tak mau menyebutkan
apakah para petinggi polisi tersebut masih aktif atau sudah
pensiun. Dia juga tidak mau memperjelas apakah salah seorang
di antara tiga perwira tinggi (pati) yang disebut itu adalah
Suyitno Landung atau bukan. "Yang jelas, (pati itu)
seperti bintang di langit yang sinarnya sudah redup,"
ujarnya menggambarkan.
Suyitno harus meringkuk di tahanan sejak 22
Desember lalu karena diduga menyalahgunakan wewenang dalam
penyidikan kasus BNI. Dia menyusul bawahannya, Brigjen Samuel
Ismoko dan Kombes Irman Santoso. Jenderal berbintang tiga
itu disangka menerima mobil Nissan X-Trail saat penyidikan
kasus BNI.
Suyitno mengaku, mobil itu merupakan pemberian
Ishak, teman baiknya semasa di Surabaya. Pengakuan tersebut
sudah dibantah Adrian. Sebab, dialah yang mentransfer uang
Rp 240 juta ke showroom yang menjual mobil tersebut. Dia
terpaksa melakukan hal itu karena sedang dalam posisi sulit,
disidik dalam kasus BNI.
Perintah untuk mentransfer uang itu datang
dari seseorang yang disebut berpengaruh. "Saya tak
mau menyebutkan apakah seseorang yang berpengaruh itu adalah
salah seorang di antara ketiga pati yang disebut klien saya
dalam BAP tersebut atau bukan. Yang jelas, seseorang itu
punya peran penting saat pemeriksaan kasus tersebut,"
tegas Andika.
Adrian juga mengaku, saat mentransfer uang,
dirinya belum tahu untuk siapa mobil tersebut. Dia baru
mengetahui belakangan setelah kasus tersebut meledak. Yang
jelas, transfer uang untuk membeli mobil tersebut dilakukan
Adrian pada Desember 2003. "Saat itu, kalau tidak salah,
Suyitno masih menjadi Wakabareskrim," ujar Andika.
Yang membuat Adrian jengkel dan merasa diperas,
dirinya tidak pernah mendapatkan fasilitas lebih, kemudahan,
atau keringanan. Justru, Adrian merasa semakin dipojokkan.
Atas pengakuan tersebut, Kapolri Jenderal
Pol Sutanto menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menuntaskan
kasus itu. Siapa pun yang melanggar akan ditindak. "Kan
sudah kami buktikan. Kami sudah melihat semua bahwa siapa
pun akan kami tindak. Yang aktif saja kami tindak,"
tegas Sutanto saat ditemui wartawan di Ruang Rapat Utama
Mabes Polri kemarin.
Ketika didesak soal kemungkinan pemeriksaan
terhadap atasan Suyitno, Sutanto menegaskan bahwa semua
sudah ada dalam mekanisme. "Siapa pun yang terlibat,
ya kami proses. Termasuk, mereka yang masih aktif. Sebab,
dalam KUHP tidak dikenal perwira aktif atau pensiun,"
ujarnya.
Sementara itu, hingga kemarin, Suyitno belum
diperiksa lebih lanjut. Hari-harinya di tahanan dilalui
seperti saat awal masuk. Dia dibesuk istri dan anaknya.
"Dia masih bisa tertawa kok," kata seorang sumber
koran ini.
Suyitno dikurung di ruangan berukuran sekitar
3 x 3 meter. Dia harus tidur di atas kasur lipat tipis yang
dialasi tripleks. Tak ada televisi atau hiburan lain. "Udaranya
juga hanya dari AC (air conditioner). Berbeda dari tahanan
di Bareskrim yang ada udara bebasnya," jelas sumber
tersebut.
Beberapa hari di tahanan, kesehatan
Suyitno juga tidak bermasalah. Hal itu dibuktikan dari pemeriksaan
tim dokter Pusdokkes Mabes Polri. Apalagi, Suyitno tidak
punya penyakit bawaan. "Sampai sekarang kayaknya tidak
ada keluhan penyakit tuh," katanya. (yes/naz/IM)
|